Princess Pratama

Princess Pratama
Iblis Dunia Nyata


__ADS_3

"Cukup Mutia!!!"


Deg!


Dua orang yang kini sedang menatap Kendra dengan nyalang itu tersentak kaget kala mendengar suara Uwak Lana yang begitu keras menyentak keduanya.


Kendra terkekeh sinis, ia menyeka darah yang mengalir di sudut bibirnya akibat gamparannya yang terlalu kuat dari Ummi nya sendiri.


Papi Ali membawa Kendra serta Malik dan Ziana untuk masuk ke dalam. Karena para warga sudah berkeluaran dari rumah mereka.


Ingin tahu ada apa, kenapa sampai Uwak Lana berteriak begitu kuatnya.


Uwak Lana menatpa datar dan tajam pada keduanya yang kini menelan salivanya dengan sulit.


"Masuk kalian! Kita bicara di dalam!" tukasnya begitu dingin dan segera meninggalkan kedua orang yang tertegun itu.


Uwak Lana masuk dan melihat Uwak Maura sedang menatap dingin pada keduanya. Keduanya pun segera mengikuti Uwak Lana untuk masuk kerumah mereka.


"Jaga batasan mu Mutia! Disini kawasan ramah penduduk! Kami tidak terbiasa dengan suara lengkingan tinggi kamu! Masuk!"


Deg!


Kedua orang itu terjingkat kaget mendengar suara Uwak Maura yang begitu ketus padanya. Kendra menarik sedikit ujung bibirnya yang kini sedang di obati oleh Aldo.


Aldo menghela nafasnya. Inilah yang terjadi jika ibu dan anak saling berhadapan. Semenjak dirinya di berikan pilihan sulit saat ia meminta izin ingin menikahi Tania, Kendra menjauh dan berubah menjadi sangat berani kepada kedua orang tuanya.


Masih teringat olehnya dan Aldo waktu itu.


"Ummi.. Abang mau menikahi Tania. Putri sulung dari Mami Annisa dan Papi Tama!"


Deg!


Ummi Mutia menoleh padanya, "Bukankah Ummi sudah melarangnya? Kenapa kamu sangat keras kepala?!" ketusnya pada Kendra yang tiba-tiba tercubit hatiya melihat perubahan Ummi nya.


Ia beralih pada Abi Kevin. "Abi.."


Beliau menoleh, "Lebih baik kamu tinggalkan wanita sial itu!"


Deg!

__ADS_1


Mata Kendra membola.


"Wanita itu tidak pantas menjadi istrimu! Putri Maulana yang lebih pantas!" lanjutnya lagi pada Kendra


Ucapan yang seperti bernada perintah untuknya. Kendra terkekeh, "Putri Papi Lana?? Heh, kalian itu bagaimana sih? Aku ingin menikah dengan keponakannya dikatakan tidak pantas? Bukankah Papi Lana itu Abang kandung mami Annisa? Kalau begitu calon istri yang kalian siapkan untukku juga dari keluarga sialan bukan?!"


Deg!


"Disini aku yang bodoh? Atau kalian berdua sih?" Kendra terkekeh sinis.


Ia tidak habis pikir dengan Ummi dan Abinya mengatakan jika Tania wanita sial. Lalu, apa bedanya dengan Ziana?


Bukankah mereka satu keluarga walau kedua wanita itu berbeda ayah? Tapi ibu mereka tetap bersaudara?


Papi Lana merupakan Abang kandung mami Annisa. Aneh sebenarnya pemikiran kedua orang itu.


"Cih!" Kendra berdecih memikirkan hal itu. Kedua orang itu menatap datar dan dingin padanya.


"Kenapa kamu? Tidak suka dengan keputusan kami??" tanya Ummi Mutia masih saja ketus.


Kendra menatap lekat kedua orang tuanya. "Ya, aku tidak setuju dengan keputusan kalian tentang hidupku! Aku memilih istri untuk diriku sesuai dengan kriteriaku! Tania pilihanku! Terserah jika kalian menolaknya, aku tidak peduli!" tegas Kendra dengan segera berlalu meninggalkan kedua orang yang tertawa sinis melihat kepergiannya.


Deg, deg, deg..


Jantung Kendra di pompa dengan sangat cepat hingga rasanya ingin lepas dari tempatnya. Ia sangat tahu syarat apa yang keduanya ajukan untuk dirinya.


"Kamu boleh menikahi wanita pilihanmu itu dengan syarat! Kamu harus merebut perusahaan kakekmu yang kini berada di tangan Abang tirimu! Dalam waktu dua hari setelah kamu menikahi wanita itu! Tetapi, jika tidak berhasil, maka kamu harus meninggalkan wanita itu sebelum kamu menyentuhnya!"


Dddduuaarr!!


Kendra berbalik mendengar syarat yang di ajukan oleh Abi nya. Abi yang telah menghadirkannya ke dunia ini.


Kendra menatap dingin padanya. "Baik, jika itu yang kalian inginkan! Maka akan aku lakukan! Sebelum aku menikah dengan Tania, perusahaan itu akan kembali kepada kalian berdua!" jawabnya yang disambut seringai sinis dari kedua orang yang telah menghadirkannya ke dunia ini.


"Baik! Buktikan saja! Jika kamu tidak berhasil, maka kamu harus menerima keputusan kami berdua!" Tambah Abi nya lagi.


Kendra tidak menyahutinya. Ia segera berlalu ke dalam ruangannya seorang diri.


Kendra mengepalkan kedua tangannya saat mengingat janji itu. Janji yang terpaksa ia ikuti karena permainan licik kedua orang tuanya dalam memanipulasi data perusahaan yang sudah ia rebut menjadi miliknya dan atas namanya digantikan dengan nama kedua saudara tirinya itu.

__ADS_1


Padahal waktu itu, Kendra sudah menyimpan berkas itu di tempat yang aman. Bahkan berkas asli itu masih ada bersamanya.


Lalu, bagaimana bisa kedua orang itu menggunakan suarat rahasia itu dan mengubah namanya? Bahkan sama persis seperti miliknya. Hingga tanda tangan pun demikian.


Selama ia menikah dengan Tania, siang malam dirinya memikirkan masalah itu dan mencari bukti keterlibatan kedua orang tuanya dengan saudara tirinya itu.


Dan ya, ia menemukannya bertepatan dengan dua hari setelah pernikahannya dengan Tania terguncang gara-gara penyampaiannya itu.


Kendra baru mengetahui saat Aldo mengirimkan bukti keterlibatan keduanya dalam mengambil alih perusahaan yang diwariskan untuknya seorang diri disaat ia sudah menikah.


Dan disaat yang sama pula, kedua orang tuanya menagih janji itu hingga dirinya terpaksa mengiyakan demi mencari bukti satu lagi yang kini masih tersimpan oleh Abinya itu.


Fakta yang mengatakan jika dirinya bukanlah putra dari Abi Kevin yang saat ini. Melainkan saudara kembarnya yang menikah dengan Ummi Mutia karena di jebak oleh Abi Kevin sendiri. Yang ternyata bukanlah Abi Kevin yang asli.


Yang saat ini bersama mereka merupakan saudara kembar Abi Kevin bernama Kevan. Yang menyamar menjadi Abi Kevin.


Sebuah fakta yang membuat Kendra sangat shock waktu itu. Bertambah lagi dengan Tania yang tidak ingin menemuinya setelah ucapannya saat itu.


Sejak saat itu Kendra mengikuti permainan kedua orang tuanya. Kendra sangat geram saat mengetahui jika Ummi Mutia sudah di cuci otaknya hingga berubah drastis padanya.


Keduanya bersikap baik padanya dihadapan semua orang. Tapi dibelakang semua orang, mereka selalu mencari ribut dan selalu ingin membuat Kendra tertekan dengan janji itu.


Kendra yang sudah tidak tahan, menceritakan masalahnya kepada Uwak Lana dan Papi Ali. Hingga mereka tahu apa tujuan kedua orang itu.


Dan mereka menyanggupi nya dengan cara mengorbankan Tania dan Ziana. Hanya itu cara satu-satunya agar Kendra bisa terlepas dari keluarga Wiryawan.


Kendra menatap keduanya dengan tangan terkepal erat.


Jika bukan untuk kebebasan ku terlepas dari iblis berparas manusia seperti kalian, maka aku sudah menghajar kau pria tua sialan! Beraninya kau mengaku Abiku, hingga mencuci otak Ummiku hingga ia berubah padaku!


Kau! Iblis di dunia nyata yang harus aku singkirkan! Tunggu saja!


Batin Kendra menatap dingin pada keduanya. Aldo mengelus pundaknya agar bersabar.


...****************...


Mampir kesini Yuk?


__ADS_1


__ADS_2