Princess Pratama

Princess Pratama
Aldo sadar


__ADS_3

Setelah kepergian Tania dan Fatma keruang operasi yang tadinya sempat berpapasan dengan Kendra, kini Om Kenan dan Kendra sednag berada diruangan Aldo.


Kendra menatap nanar dan sendu pada Aldo. Ia memegangi jari tangan Aldo yang saat ini terpasang selang pendeteksi denyut nadi yang terhubung ke monitor


Di sisi mulutnya terpasang tabung oksigen. Kendra mengelus tangan itu yang membuat denyut jantung Aldo semakin kencang.


Om Kenan tersenyum melihat itu. Ia tetap sedia berdiri disamping Kendra dan Aldo.


"Al.." panggil Kendra dengan suara lirihnya menahan rasa sesak didada.


Deg, deg, deg, deg..


Jantung Aldo semakin cepat berdetak. Kendra berusaha keras untuk bisa berbicara pada Aldo dengan bibir bergetar.


"Bangun Al.. Aku udah kembali. Aku udah sembuh! Masa' iya aku sembuh, kamu sakit sih?" ucap Kendra yang semakin memacu jantung Aldo.


Terdengar begitu nyaring dimonitor disamping Kendra dan Om Kenan saat ini.


Om Kenan memegang lengan Aldo. Ia tersenyum. "Lanjutkan, Ken! Aldo mendengar ucapan mu," kata Om Kenan yang diangguki oleh Kendra.

__ADS_1


"Bangun Al.. Ayo kita sama-sama mencari Ziana. Tania sudah menemukan letak lokasi Ziana saat ini. Sudah hampir tiga tahun, Al! Kita kehilangan Ziana. Entah seperti apa kabar dari istri kedua ku itu? Terakhir, sebuah video yang menunjukkan jika dirinya.. Su-sudah.. Hahh.. Al.. Bangun.." lirih Kendra dengan dada dan kepala yang kembali sakit saat mengigat video tentang Ziana.


Jantung Aldo semakin berdegup tidak beraturan. Sementara Om Kenan, mencoba menenangkan Kendra. Ia mengusap lembut punggung Kendra dan juga kepalanya itu. Begitu yang tania bisikkan tadi ditelinga Om Kenan saat mereka berpapasan didepan ruangan operasi.


Kelakuan yang sama saat Tania membuatnya nyaman. Benar saja. Kendra kembali nyaman. Ia memejamkan matanya sebentar, guna menghilangkan rasa sesak dan rasa bersalahnya kepada Ziana yang sudah ternoda oleh Paman nya.


Kendra kembali memegang jari tangan Aldo. "Bangun Al.. Saat ini. Putra sulungmu sedang dioperasi. Berkat bantuan Tania, putramu sudah dioperasi hari ini juga. Bangun Al! Aku disini menunggumu. Aku merasa tertekan saat kehilanganmu. Aku menyesal karena sudah mengirim kamu ke Singapura yang berujung nyawa untukmu."


"Kamu terpaksa pergi karena waktu itu perusahaan itu sudah diambil alih olehnya. Dan juga.. Saat itu aku masih tertekan karena rasa bersalahku terhadap kedua istriku. Dan terakhir. Saat aku tahu kamu pun menghilang, menambah luka dan beban dihatiku! Bangun Al! Apakah kamu mau membuatku tertekan lagi?"


Deg, deg, deg..


"Nenek masih menunggu kita, Al! Nasib baik berpihak padanya. Terlambat sedikit saja, mungkin saat ini ia pun pergi. Dan itu pun karena aku!"


"Karena menolongku, menyembunyikan identitas istriku! Bangun Al! Ayo kita cari Ziana! Kita berdua harus menuntut balas untuk Paman sialan ku itu!" ketus Kendra yang ditertawakan oleh Om Kenan.


Pemuda tampan yang belum terlalu tua itu, terkekeh-kekeh saat melihat bagaimana geramnya Kendra pada Pamannya itu.


Saudara kembar Abi Kevin yang entah seperti apa saat ini keadaannya bersama Umminya yang memilih tinggal di Kalimantan.

__ADS_1


Karena dirinyalah, semua ini terjadi. Kecelakaan Tania, kegilaan Kendra dan juga menghilangnya Ziana, semua itu karena ulahnya.


Paman Kevan menganggap, semua harta milik ayahnya harus dialihkan kepada Kendra itu karena Abi Kevin. Maka dari itu, ia ingin balas dendam kepada Kendra, lantaran sakit hati. Karena semua harta peninggalan sang ayah harus diwariskan kepada Kendra saat Kendra sudah menikah.


Ia yang tidak terima pun harus melakukan kejahatan yang begitu kejam. Aldo yang dalam tidurnya semakin jelas mendengar suara Kendra membuat dirinya semakin kuat ingin bangun.


Tetapi tubuhnya seperti terkunci. Tidak bisa digerakkan sama sekali. Ia ingin menggapai Kendra yang terlihat jelas didalam tidurnya. Tetapi tetap tidak bisa.


Aldo menangis didalam tidurnya. Air mata yang berlinangan itu menandakan jika dirinya sangat ingin bangun. Tetapi tidak bisa.


Hingga Aldo mendengar suara tangisan putra kecilnya yang saat ini digendong oleh Fatma dan Tania. Aldo tertawa melihat tangan mungil berjarum infus itu ingin menyentuhnya.


Aldo menyentuh tangan itu dan..


Klep, klep, klep.


Kelopak mata itu terbuka seketika.


"Kamu sudah sadar, Al?"

__ADS_1


...****************...



__ADS_2