Princess Pratama

Princess Pratama
Tidak bisa menerima kenyataan


__ADS_3

Uwak Lana menatap Dokter Umar yang kini juga menatapnya.


"Bersabarlah Lana. Ini ujian untukmu, keponakanmu dan juga anakmu. Semua ini sudah kehendak--Nya yang tidak bisa kamu ubah lagi. Jika kamu tidak membantunya, setidaknya jangan menambah bebannya dengan mengatakan yang sebenarnya. Jika Tania sudah tiada. Semua ini karena Kendra tidak bisa menerima kejadian yang menimpanya baru-baru ini. Ia merasa bersalah kepada kedua istrinya. Jiwanya terguncang. Ia rapuh. Dan shock. Terlebih lagi Tania ia anggap masih hidup dan Ziana yang kini menghilang.


Membuat seluruh hati dan pikiranya terganggu. Jiwanya terguncang karena masalah ini. Untuk itu, bersabarlah menghadapinya. Kita tidak bisa memaksa otak dan hatinya untuk menerima kenyataan ini. Jika saja Tania masih hidup, maka dia lah obat yang saat ini Kendra butuhkan." Ujar Dokter umar yang membuat Uwak Lana dan ketiga anaknya tertegun mendengarnya.


Benar kata Dokter Umar. Masih teringat oleh mereka ketika Tania membawa pulang Kendra kerumahnya lima bulan yang lalu.


Saat itu, Kendra pun mengalami guncangan di jiwanya akan tertekan karena kedua saudara sepupu yang ia kira saudara tirinya itu. Mereka menekan Kendra dengan mengatakan jika Tania tidka akan datang lagi.


Ia harus menerima seseorang yang sudah dijodohkan dengannya sedari ia kecil. Putri dari teman Umminya. Aboi Kevin yang ternyata Kevan itulah yang membuat rencana besar untuk Kendra.


Tujuannya hanya satu. Membuat Kendra terguncang jiwanya dan berujung gila. Dan harta warisan itu jatuh ke tangan putra Paman Kevan yang kini sudah berada di Medan bersamanya.

__ADS_1


Persyaratan dari surat wasiat itu sendiri ialah jika Kendra sudah menikah ketika berumur dua puluh tahun maka seluruh harta warisan itu menjadi miliknya.


Dan jika Kendra tidak bisa memenuhi syarat itu atau dengan kata lain Kendra mengalami gangguan mental, maka harta itu akan jatuh ketangan Paman Kevan beserta kedua putranya.


Maka dari itu sedari dulu Paman Kevan selalu membuat dan menekan Kendra dengan berbagai macam cara agar membuat Kendra mengalami gangguan Mental hingga berujung gila.


Jika sudah seperti ini, ia hanya perlu mengambil bukti. Yaitu surat keterangan dokter yang menyatakan jika Kendra memang benar-benar gila.


Dan itu adalah Tania. Hal yang terlambat Paman Kevan sadari hingga Tania tiada barulah ia tahu kelanjutan dari surat wasiat itu yang membuatnya kini merasa menyesal jika Tania sudah ia lenyapkan sebelum semua harta itu jatuh ke tangannya.


Jika Tania sudah tiada, maka bisa dipastikan. Bahwa separuh dari harta akan disumbangkan ke panti sosial. Sedang separuhnya lagi harus dibagi dua lagi dengan abi Kevin dan Paman Kevan.


Inilah yang membuat Paman Kevan melakukan hal itu pada Kendra dan Tania. Ia bukan ingin membunuh Tania. Tetapi melalui Tania, ia bisa membuat Kendra mengalami gangguan jiwa yang memang sudah ada sedari ia kecil dulu. Dan itupun karena ulahnya juga.

__ADS_1


Kini masalah itu sudah tidak berguna lagi. Karena Tania sudah tiada karena kesalahannya. Semenjak Tania tiada, maka rencananya berubah. Ia akhirnya membawa Ziana sebagai tawanannya untuk separuh harta yang akan dibagi dua lagi itu.


Sungguh licik Paman Kevan ini. Kendra belum tahu lagi akan hal ini. Karena dirinya masih terguncang dan belum bisa menerima kenyataan jika Tania sudah tiada. Belum lagi Ziana yang kini menghilang entah kemana.


Disaat ia sadar, malah ada masalah baru lagi yang muncul. Yang membuat jiwanya benar-benar terganggu dan sangat tertekan hingga berujung dirinya mengamuk hingga terbawa ke alam bawah sadarnya.


Tiada yang bisa mengerti keadaan Kendra saat ini. Ada yang mengerti tentang dirinya, tetapi sudah tiada. Ada yang bisa membantu dirinya saat ini pun telah menghilang entah kemana.


Yang semakin membuatnya tidak sanggup menaghan beban ujian yang kini menimpa hidupnya.


...****************...


__ADS_1


__ADS_2