
"Katakan apa yang sebenarnya! Jangan ada yang di tutupi. Alish tahu yang sebenarnya. Bukankah kalian sengaja melkaukan hal tak senonoh itu pada gadis tak berdosa itu?!" tanya mami Tania dengan suara melengking tingginya.
Keduanya menunduk takut melihat wajah sang mami yang kini begitu terlihat menyeramkan di mata keduanya.
"Katakan!" seru mami Tania lagi pada keduanya.
Keduanya terjingkat lagi. Suara mamai Tania baru saja membuat semangat mereka sampai hilang dna jatuh bercecer entah kemana.
"Se-sebenarnya, bukan kami yang melakukan itu, Mi." ucap Zayn mencoba berkata jujur
"Bohong!" bantah mami Tania lagi.
Ia masih tidak percaya dengan pengakuan keduanya. Karena di video yang di kirimkan oleh seseorang itu padanya menunjukkan jika Zayn dan Zayden sedang melecehkan gadis yang sedang pingsan akibat terpeleset dan jatuh di kamar mandi di tempat kuliahnya.
Zayn dan Zayden yang menolong keduanya. Tetapi, mereka malah menjadi tertuduh. Pihak sekolah pun menuduh mereka yang telah melecehkan gadis itu hingga Abi Kendra dipanggil ke sekolah mereka.
__ADS_1
"Enggak, Mi. Abang bicara jujur! Kami berniat menolongnya. Waktu itu, kami mendengar suara teriakan. Kami mengejarnya dan melihat gadis itu terjatuh di toilet itu. Kami bingung nggak tahu harus buat apa. Ingin kami beri napas buatan, itu tidak mungkin. Gadis itu bukan mahram kami berdua." Ucap Zayn menjelaskan yang sebenarnya.
"Itu be-benar, Mi. Kami berniat menolongnya. Entah apa yang terjadi, gadis itu tiba-tiba memegangi lengan kami berdua. Ia membuka kedua matanya dan meminta tolong pada kami dengan bahasa isyarat ba-bahwa salah satu dari kami harus membuka kancing ba-bajunya bagian depan," timpal Zayden semakin takut saat melihat wajah sang mami kembali menggelap mendengar penjelasannya.
"Lalu?" tanya Abi kendra menatap lekat dan mendengarkan apa yang putranya itu sedang mereka coba katakan.
"Ka-kami hanya mencoba menolongnya. Tetapi, malah kami tertuduh. Demi Allah dan Rasulullah, Mi, Abi. Kami tidak melakukan tindakan itu! Kami sedang berusaha mengikuti apa yang gadis itu minta. Kami sempat menolaknya. Tetapi, gadis itu menangis pilu yang membuat kami tidak tega. Akhirnya .....," ucapan itu menggantung saat mendengar ucapan Alishba yang begitu mengejutkan mereka semua.
"Akhirnya, kalian berdua terpaksa menuruti gadis kadal betina itu untuk menghancurkan kalian berdua, begitu?"
"Abang itu pintar apa bodoh, sih?"
"Alish!" tegur Abi Kendra dengan suara tegasnya. Alisba menatap datar pada sang Abi, cinta pertamanya itu.
"Adek ngomong yang sebenarnya, Abi! Apa salah? Mereka itu terlalu lugu jadi lelaki! Bisa-bisanya di kadalin oleh kadal betina gatal seperti itu!" ketus Alish begitu kesal pada kedua abangnya itu.
__ADS_1
Dzaki terkekeh mendengar ucapan adik kembarnya itu. Alish terkenal dengan mulut pedas dan juga ceplas ceplosnya kalau berbicara. Wajah datar dan dinginnya itu sangat mirip dengan mami Tania yang merupakan titisan ratu king Pratama. Oma Annisa yang sering di sebut dengan si pahit lidah di masa moderen ini.
Mami Tania menatap lekat pada putri bungsunya itu. Putri kecil yang selalu berbicara tidak pernah berbohong padanya. Mami Tania bisa melihat dari tatapan matanya yang begitu serius saat mengatakan hal itu.
Tanpa berkata sepatah kata pun, mami Tania segera berlalu masuk ke kamarnya yang berada di bawah. Sedangkan lantai atas, tempat dan kamar untuk si kembar lima.
Melihat mami mereka pergi dengan keterdiamannya, Zayn dan Zayden semakin merasa bersalah pada maminya itu.
"Abang tidak melakukan apa yang terlihat, Abi. Mereka ternyata sengaja menjebak kami. Alish punya buktinya. Maafkan kami yang sudah membuat kalian kecewa. Kami akan terima keputusan kalian. Kami lebih memilih di buang daripada harus dibenci tetapi, kami tinggal bersama satu rumah dengan kalian semua tapi, tak saling bertegur sapa. Kami memilih keluar dari fakultas itu. Dan akan tinggal bersama Tante Alzana di Aceh dan Om Prince saja," lirih Zayn dengan dada yang sudah teramat sesak.
Sesak lantaran baru pertama kali ia melihat sang mami marah kepadanya karena hal yang tidak mereka lakukan. Mereka melakukan itu karena perintah gadis kadal betina itu. Semua itu terlihat jelas oleh Alishba yang waktu itu sedang menjemput kedua abangnya itu di kampus.
"Besok, kami akan pergi! Kalaupun mami tidak mau berbicara dengan kami, tak apa. Kami ikhlas. Kami memang pantas mendapatkannya. Kami mengaku salah. Maafkan kami, Abi." Timpal Zayden yang segera menarik saudaranya itu untuk masuk ke kamar mereka.
Kendra menatap nanar pada putranya itu.
__ADS_1
Ya, Allah.. Nasib kedua putraku yang memiliki rupa menjadi bumerang untuk keduanya. Aku harus melakukan sesuatu untuk keduanya. Sebelum semuanya terlambat. Ya, aku harus melakukan sesuatu! Batinnya menatap nanar pada kedua putranya yang menaiki tangga dengan wajah menunduk.