Princess Pratama

Princess Pratama
Rencana kejutan Tania untuk Kendra


__ADS_3

Sebulan berlalu sejak hari terakhir mereka bersiteru, hari ini merupakan hari resepsi pernikahan Tania dan Kendra yang sudah di siapkan sejak dua bulan yang lalu.


"Sudah siap 'kan untuk acara nanti malam?" tanya Uwak ira yang diangguki mantap oleh Tania.


Sejenak wajah itu tersenyum ceria, tak lama setelahnya menunduk sendu. Uwak Ira dibuat bingung oleh keponakannya itu. Ia mendekati Tania dan mengusap kepalanya yang masih terbuka tanpa hijab. Sebab, keduanya sedang di kamar hotel.


Tempat dimana acara resepsi mereka akan diadakan. Nikah ulang pun akan digelar nanti malam sekalian resepsi pernikahan mereka.


Sebenarnya acara itu ingin diadakan pagi. Tetapi, tiba-tiba Tania merasakan kram di perutnya. Alhasil Zee melarang Tania untuk banyak bergerak. Harus istirahat saja dulu.


Untuk acara resepsi di undur hingga siang ini dan nanti malam. Tania ingin siang ini. Tapi Kendra mengatakan malam saja. Tania hanya bisa pasrah akan keputusan suaminya itu.


Tania tidak sedikitpun curiga pada Kendra. Karena ia pikir, jika Kendra tidak mengetahui rahasia kejutannya itu.


"Kenapa? Apakah Kendra marah padamu? Kalau iya, biar Uwak yang jelaskan!" kata Uwak Ira yang dijawab gelengan oleh Tania. "Terus? Kenapa wajah kamu ditekuk begitu? Yang kayak nggak bersemangat aja, sih?" lanjut Uwak Ira yang dibalas senyum sendu oleh Tania


"Wak.."

__ADS_1


"Ya, kenapa? Katakan! Biar Uwak tahu apa yang menjadi pikiran kamu saat ini," jawab Uwak Ira yang diangguki oleh Tania.


"Aku takut, Abang akan marah dengan hal ini. Aku berbohong padanya dengan keadaan ku yang semakin berisi. Sebenarnya, Abang udah curiga Wak. Sempat dia bertanya, apakah bulan ini aku udah dapat? Karena semenjak aku kembali dan bersamanya, ia tidak merasa jika aku mendapatkan tamu bulananku," ucap Tania semakin tidak enak.


Ia takut, kalau Kendra akan marah padanya. Karena Kendra bukanlah tidak tahu akan perubahannya itu. Sejak pertanyaan itu ia ajukan sebulan yang lalu, Kendra jadi semakin jarang menyentuhnya.


Kendra akan mau menyentuh Tania, kalau Tania yang memulainya. Itupun perbuatan Kendra begitu lembut dan pelan. Yang membuat Tania tidak puas dengan permainan suaminya itu.


Uwak Ira tersenyum sambil mengusap kepala Tania. "Tenanglah, Nak. Jangan berpikir yang macam-macam tentang suami kamu. Kalaupun ia tahu, bagus, dong?"


Tania mendongak melihat ke cermin dimana Uwaknya yang kini sedang tersenyum melihatnya.


"Uwak yakin, suami kamu sudah tahu akan perubahan kamu itu. Bukankah selama ini, ia yang mengalami kehamilan simpatik?"


Deg!


Deg!

__ADS_1


Jantung Tania hampir copot saat Uwak Ira mengingatkannya akan hal itu. Ia lupa akan hal yang dialami Kendra dua bulan ini. Kehamilan simpatik yang sudah Zee jelaskan padanya saat Kendra di rawat di rumah sakit dua minggu yang lalu.


Jantung Tania rasanya mau lepas dari tempatnya. "Ya, Allah! Aku nggak ingat tentang itu! Aku lupa Wak! Berarti selama ini, Abang udah tahu dong, Wak?" tanya Tania dengan paniknya.


Takut semua rencananya itu gagal total demi bisa menunjukkan pada Kendra jika ia sedang hamil kembar lagi saat ini. Tania panik bukan main. Ia jadi gelisah memikirkan rencananya nanti malam untuk kejutan ulang tahun Kendra.


Uwak Ira terkekeh melihat wajah panik dan tegang Tania. "Tenanglah, Nak. Lakukan sesuai rencana. Biarkan berjalan seperti air. Jika Kendra tahu kamu hamil, biarkan saja. Tetapi kejutan yang sebenarnya ada di dalam kehamilan kamu itu," ucap Uwak Ira yang membuat Tania bingung sambil melihat Uwaknya itu.


"Maksud Uwak? Aku benar-benar bingung, deh! Kalau Abang udah tahu, percuma, dong aku kasih kejutan ini untuknya?" gerutu Tania pada Uwak Ira yang kini semakin terkekeh geli melihat keponakannya itu tidak karuan dan tidak tenang takut rencana yang ia susun selama tiga bulan ini gagal total!


"Turuti apa yang Uwak Katakan. Berikan saja hadiah itu padanya. Yakin sama Uwak. Kalau suami kamu pasti akan sangat bahagia setelah melihat kado spesial dari kamu, ya?" bujuk Uwak Ira yang masih saja tidak tenang.


Uwak Ira mengelus surai hitam panjang milik Tania. "Tenaglah, Sayang. Yakin sama Uwak. Rencana kamu tidak akan gagal. Malahan sukses nantinya!" bujuk Uwak Ira lagi yang akhirnya diangguki pasrah olehnya.


Tania mengangguk. "Baiklah, Wak. Aku nurut ucapan Uwak aja. Tapi kalau misalnya Abang marah, Uwak yang duluan yang aku datangi untuk tanggung jawab!" ucap Tania sembari melirik Uwak Ira yang kini tertawa mendengar ucapannya.


"Tentu, Sayang! Uwak tunggu! Tapi jikalau rencana kamu berhasil, Uwak akan meminta hadiah sama kamu!" ucapnya yang diangguki antusias oleh Tania.

__ADS_1


Keduanya pun tertawa mengingat rencana yang mereka berdua susun tanpa sepengetahuan orang lain. Termasuk mami Annisa dan papi Tama.


__ADS_2