
Danis jatuh terduduk saat Tania mendorongnya ke dinding garasi dan juga ia di dorong paksa oleh Tania karena menghalangi jalannya untuk lewat.
Tania meninggalkan Danis yang meringis menahan sakit di punggung dan juga bo kong nya yang terjatuh karena terhempas paksa.
Sementara Tania terus melajukan mobilnya keluar dari komplek perumahan yang kini ia tinggali bersama Danis, Abang kandungnya.
"Hiks.. Tak ada guna lagi aku hidup! Untuk apa aku hidup, jika suamiku sudah memiliki cinta yang lain dan sudah menunjukkan hasilnya? Hiks.. Aku nggak sanggup! Lebih baik aku pergi dan menghilang dari kalian semua! Hidup dan matiku ku serahkan padamu Allah.. Jika waktu ku memang disini, maka jemputlah aku. Aku siap dan ikhlas! Aku pasrah.. Lailahailallah.."
Ddduuaarr!!
Kendra, Aldo dan Ziana terhenyak mendengar ucapan Tania. Kendra menggeleng, "Nggak!! kamu nggak boleh pergi Tania! Jika kamu pergi, maka aku pun ikut bersama mu! Aldo!!" serunya dengan mata masih menatap layar ponsel yang menyala dimana ia masih mendengar suara deru mesin mobil dan juga isak tangis Tania yang begitu meyakitkan di telinganya saat ini.
"I-iya Ken-," jawab Aldo tergagap
"Aku harus ke Singapura! Pesankan tiket, pesawat pribadi, jet atau apapun itu! Dalam waktu tiga puluh menit kita harus tiba di Singapura!" teriak Kendra semakin gusar melihat mobil Tania yang semakin melaju kencang.
Bisa terlihat dari kaca jendela mobilnya yang menunjukkan pergerakan mobil itu begitu cepat melesat.
"Hiks.. Taniaa.. Istrikuu.. Al!!!" teriak Kendra lagi pada Aldo yang masih membeku dan terpaku ditempat saat melihat layar proyektor yang tersambung ke ponsel, terlihat Tania kini sedang mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang.
Karena tidak mendengar jawab Aldo, Kendra bangkit dan segera mendekati Aldo. Ia memegang kerah baju lelaki itu dan berteriak dihadapannya.
"Aldo!!! Pesankan pesawat sekarang juga!! Kamu tidak dengar? Huh?!!" teriaknya yang semakin membuat Aldo terdiam terpaku di tempat.
Ia menatap Kendra dengan tatapan nanarnya. Matanya berkaca-kaca. Kendra yang sedang emosi melepaskan cekalan tangannya pada kerah baju Aldo dan menatapnya dengan tatapan yang entah seperti apa.
Kendra menggeleng, "Jangan bilang ini semua ulah mu?"
Deg!
__ADS_1
"Ken.." lirih Aldo merasa bersalah padanya.
"Jangan bilang kamu sengaja memancing keributan untuk kami berdua? Kamu bilang apa sama Tania, Al?? Huh?" seru Kendra sedikit melemah.
"Ken.. A-aku hanya bermaksud memancingnya saja. A-aku bilang ka-kalau Ziana kini sedang hamil-,"
"Apa?!!!" seru Ziana sangat terkejut dengan ucapan Aldo.
"Astaghfirullah ya Allah Al... Hiks hiks.. Haaaaaahhhh.. Taniaaaaa!! Tidaaakkk!! Aaaaahhh... Kenapa aA!!! Kenapa!!!! Hah..?. Taniaaa!!!" teriak Kendra dengan mengamuk dan menghancurkan semua isi kamar miliknya.
Ziana terkejut melihat Kendra mengamuk. Ia tidak berani mendekati Kendra jika sedang mengamuk seperti ini.
"Abang.. Hiks.. Hentikan!" seru Ziana yang tidak di gubris olehnya.
Kendra semakin mengamuk dan menjadi-jadi. Ia melempari smua barang yang ada di dalam ruangan itu ke tubuh Aldo yang kini berlindung dengan kedua tangan menutupi wajahnya.
Uwak Lana dan Uwak Maura yang terkejut mendengar suara teriakan Kendra kini tertegun melihat kamar Kendra yang seperti kapal pecah.
Sementara putrinya tidak bisa menghentikan perbuatan Kendra yang terus menghujani Aldo dengan barang dan juga benda keras yang ada di dalam ruangan itu.
"Ken!! Hentikan!! Kamu bisa membunuhnya!!" cegat Uwak Lana pada Kendra yang kini sedang mengamuk dan ingin memukul Aldo dengan kursi yang ada di kamarnya itu.
Brakk!
Kursi itu terpental ke samping Aldo karena di tepis oleh Uwak Lana yang kini berada tepat dihadapan Aldo yang sudah terluka dan menangis karena merasa bersalah.
"Kamu jahat Al! Kamu membohonginya dengan mengatakan Ziana hamil! Kapan aku menghamili Ziana? Sedang menyentuhnya pun aku tidak pernah! Baru tadi aku memeluknya karena dirinya senang jika seandainya aku dan Tania beneran memiliki anak! Tapi kamu?! Hiks.. Apa yang kamu lakukan Al??
Kamu sudah menghancurkan kehidupannya! Dengan mengatakan jika Ziana saat ini hamil anakku! Ya Allah Al.. Apa salahku padamu? Huh? Taniaaa..." lirihnya dengan tangan terus melempari Aldo dnegan barang yang ia temukan disana.
__ADS_1
Uwak Lana dan Uwak Maura tertegun mendengar ucapan Kendra pada Aldo yang kini meringis menahan sakit karena kepalanya terluka akibat hantaman lampu hias di kamar itu
"Aaarrggtthhh...." teriak Kendra lagi.
"Kamu jahat Aldo! Gara-gara kamu, Tania ku ingin pergi dari dunia ini! Kamu jahat Al! Kamu mana tahu dengan ucapan dusta mu itu kini menjadi malapetaka untukku dan juga Tania!! Kamu lebih kejam dari Paman Kevan, Al! Kamu jahat! Kamu iblis berwujud manusia! Jika kamu ingin Tania, kenapa kamu harus mengambil jalan ini?! Kita bisa bersaing secara adil! Tetapi bukan seperti ini caranya!
Gara-gara kamu, aku dan Tania akan berpisah untuk selamanya! Tidak ada guna nya aku hidup jika cintaku pergi dan menghilang dari muka bumi ini! Jika ia bisa pergi, maka aku pun bisa pergi dari dunai ini!"
Ddduuaarr!
Aldo tersentak mendengar ucapan nya, "Nggak Ken.. Aku nggak bisa biarin kamu pergi! Aku minta maaf! Aku bermaksud baik dengan cara membohonginya agar ia bisa kembali padamu. Tidak ada maksudku untuk merebutnya darimu! Nggak ada Ken! Percayalah!" bujuk Aldo yang kini kepalanya mengeluarkan darah segar yang membuat Ziana pingsan seketika saat melihat Aldo berdarah seperti itu.
Uwak Lana dan Uwak Maura terkejut. Keduanya berteriak bersamaan memanggil Ziana. Keduanya segera membantu Ziana untuk dibawa ke kamar lainnya.
Sementara Aldo terus membujuknya. "Ken.. Hiks.. Maafkan aku! Maksudku baik kok. Aku hanya ingin melihat kecemburuannya untukmu. Dengan itu, ia bisa kembali padamu karena tidak tahan melihat Ziana yang memilikimu!" ungkapnya jujur yang ditanggapi gelengan kepala oleh Kendra.
"Hiks.. Kamu jahat Al! Kamu ingin aku beneran gila, iya? Jika itu yang kamu inginkan, maka kamu akan melihatku beneran gila karena tidak bisa menyelamatkan Tania, Al.. Kamu jahat Aldo! Kamu jahat padaku! Aku harus menyusulnya! Ia sedang hamil Al! Tania ku sedang mengandung! Buah cinta kami! Hiks.. Aku harus menyusulnya!"
Brraakk..
"Allahuakbar! Lailahaillahah.. Se-la-mat- ting-gal bang Ken..dra.."
Duuar!
Duaar!
Duuaar!!
"Tidaaaaakkkk!!!! Taniaaaa!!!!"
__ADS_1