Princess Pratama

Princess Pratama
Season 3 ( Pengakuan kedua pemuda )


__ADS_3

Abi Prince berulang kali menghela napasnya. Ummi Alzana memeluknya dengan erat yang membuat amarah lelaki paruh baya itu berangsur surut. Keduanya jatuh teruduk di lantai dengan air mata bercucuran.


"Masuk kemar kalian Zayn, ayden. Bawa anak kalian juga! Biar abi yang menyelsaikan masalah ini!" ucap Abi Prince lagi pada kedua menantunya yang mengangguk patuh padanya.


Dzaka dan Dzaki berdiri mematung di belakang Ummi mereka. Apalagi Kiana dan Riana. Keduanya begitu syok saat melihat amarah Abi Prince.


Mami Tania memeluk erat kedua menantu baru sekaligus keponakannya itu.


"Ayo, semuanya duduk dulu. Mami, Uwak? Duduk dulu, ayo!" ajak mami Tania yang diangguki oleh semuanya.


Tanpa memperhatikan kedua lelaki itu, mereka langsung menuju sofa di ruang tamu yang sangat luas itu. Tiba di depan sofa, mereka semua berdiri. Tak lama keduanya duduk lesehan di karpet yang terbentang di sana.


Semuanya diam saat ini.Tak ada yang bersuara. Alish sibuk dengan ponselnya menghubungi salah satu temannya yang kini sedang berada di tempat kerjanya.


Sementara di dalam kamar Riya, saat ini Zayden sedang berusaha membujuk kedua bocah yang tidak ingin lepas dari lehernya sama sekali.

__ADS_1


"Dengar dulu, Nak. Abi harus keluar untuk menemui Nenek dan Oma kalian. Setelah ini, abi akan masuk lagi. Kalian berdua di sini dulu sama Ummi, ya?" bujuknya pada kedua bocah yang kini semakin erat memeluk lehernya.


Zayden pasrah. Ia menghela napas panjang. Tak sekali pun ia menoleh pada Riya yang kini terus menatap padanya.


Di kamar sebelah pun demikian. Zayn di buat pusing dengan tingakah kedua anaknya itu. Kedua bocah tampan itu memeluk kakinya dengan erat. Tidak mengizinkan Zayn untuk keluar dari kamar umminya.


"Dengar, abi sebentar saja keluarnya, ya?" bujuk Zayn begitu lembut untuk yang ke sekian kalinya.


Kedua bocah yang sedang bergelayut di kedua kakinya itu menggeleng cepat dan semakin erat menempel di kaki Zayn.


Zayn meraup kasar wajahnya. Jia tersenyum tipis melihat itu.


Zayn berlalu meninggalkan tiga orang yang kini menatap nanar padanya. Tak sepataha kata pun Zayn berbicara pada Jia.


"Abi.. Hiks.. Jangan pelgi! Adek mau Abi!" ucap salah satu putra Zayn yang kini berhenti tanpa berbalik pada mereka.

__ADS_1


"Abi tidak akan kemana pun! Abi tetap bersama kalian! Bukan abi yang pergi tetapi, kalian yang pergi dari abi! Abi keluar dulu!" ucapnya masih dengan nada suara yang begitu lembut walau menghunus jantung sang pemilik hati yang kini mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


Zayn berlalu dari kamar itu bertepatan dengan Zayden juga keluar dari kamar Riya. Kedua suami itu menuju di mana keluarga mereka berkumpul saat ini.


Saat tiba di sana. Keduanya terkejut saat mendengar jika kedua pemuda itu merupakan suami sah Jia dan Riya. Keduanya sedang menunjukkan bukti pada semua keluarga.


Zayn dan Zayden berjalan pelan menuju ke tempat mereka.


"Saya bersumpah! Ini asli! Kami berdua sudah menikahi keduanya setelah melahirkan dan selesai masa nifas!" ucap salah satu lelaki yang ia akui jika dirinya suami Riya.


Zayden dan Zayn duduk di samping mami Tania yang kini tersenyum teduh padanya.


Abi Prince tertawa mendengar ucapan laki-laki itu. "Benarkah? Sejak kapan kalian berdua mengucapkan ijab pada saya, sampai kalian mengakui jika kalian berdua itu menantu saya? Jangankan mengucap ijab, melihat kalian pun saya tidak pernah! Bagaimana ceritanya saya bisa percaya jika kalian berdua itu suami Riya dan Jia? Huh?"


"Jangan berbohong pada kami, kalian berdua belum tahu siapa kami sekeluarga. Jika kau tahu, mati pun ku rasa kau tidak akan sanggup!" gertak Dzaki yang membuat kedua pemuda itu menatapnya dengan sinis.

__ADS_1


"Saya tidak butuh pengakuan dari kalian sekeluarga. Yang saya mau, hanya Jia dan Riya! Keduanya sudah menjadi istri kami!" tegasnya lagi masih juga ngotot.


Ummi Alzana tertawa terbahak. Semua yang melihat Ummi Alzaa terbahak merasa merinding. Mereka yakin, setelah ini akan ada kejadian yang lebih menakutkan lagi daripada tadi.


__ADS_2