
Ekhem! Sedikit 21+ ye?
😁😁😁
****
Mereka bercakap-cakap sebelum akhirnya Kendra dan Tania izin kembali kerumah sakit Jaya Medika.
Sepanjang perjalanan, Kendra tidak henti hentinya mengecup lembut tangan Tania yang membuat ia malu pada Om dan tantenya itu.
Sampai-sampai Tania malu dibuatnya akibat perkataan Om Kenan yang begitu berhasil membuat sembura merah timbul dipipinya.
Kedua orang yang baru bertemu itu terus berpegangan tangan hingga sampai kerumah sakit. Om Kenan masih saja menggoda putri dari kakak iparnya itu.
Tania hanya bisa menahan malu. Kendra terkikik geli melihat wajah Tania. Keduanya tiba diruangan Kendra, langsung membersihkan diri.
Setelah selesai, keduanya memilih istirahat dibawah. Tania sudah memesan ambal beludru untuk keduanya tidur selama tiga hari dirumah sakit.
Tadi malam, tidak terjadi apapun pada keduanya. Keduanya hanya tidur dengan saling berpelukan. Kendra pun sadar akan hal itu.
Tetapi tadi, saat keduanya keluar dari kamar Aldo. Tania dan Kendra sempat kembali lagi keruangan itu ingin menyampaikan sesuatu. Tiba disana, bukannya mereka masuk, kedua pasangan itu malah berdiri mematung saat melihat Aldo dan Fatma sedang berbagi kasih.
Tania yang melihat itu menjadi malu. Sementara Kendra? Entah apa yang ia pikirkan, sampai pusat tubuhnya bergerak dan menegang seketika. Tania yang tahu akan hal itu begitu malu dibuatnya.
Keduanya merasa malu sendiri saat melihat kelakuan Aldo yang begitu agresif terhadap Fatma.
__ADS_1
Karena hal itulah keduanya merasa canggung dan malu sendiri. Om Kenan yang tahu, terus saja mengejek sepasang anak manusia itu sampai keduanya begitu malu.
Kendra menatap Tania begitu lekat. "Hunny," panggilnya.
"Hem?" jawab Tania yang masih sibuk dengan alat skincarenya.
"Bisa kita memulainya?"
Deg!
Deg!
Jantung Tania berdegup kencang saat mendengar pertanyaan sederhana dari Kendra tapi mampu menggetarkan jantungnya hingga berdetak begitu kencang.
Rasa yang sama ia rasakan. Putik ranum yang manis dan lembut. Masih sama saat pertama kali ia merasakannya.
Dirasa kehabisan napas, Kendra melepaskan paguutannya dan melihat Tania yang kini masih memejamkan kedua matanya dengan pipi merona.
Kendra terkekeh lagi. "Kamu masih sama, Hunny. Apakah rasa yang disana juga masih sama? Masih legit dan menggigit?" tanya Kendra yang semakin membuat Tania malu.
Ia memukul dada Kendra yang membuat suami Tania itu tertawa. Tania yang malu segera memeluk erat tubuhnya. Yang dibalas peluk erat oleh Kendra.
"Hunny.." panggil Kendra sembari mengelus lembut punggung Tania.
"Aku sudah melahirkan dua orang, Bang. Jadi, mungkin rasanya agak lain?" jawab Tania merasa malu membahas itu.
__ADS_1
Kendra terkekeh lagi. "Lain bagaimana?" tanya Kendra sengaja memastikan.
Walaupun ia sudah tahu jawabannya, tetap saja ia ingin Tania mengatakan yang sebenarnya padanya.
"Em.. I-itu.. Anu.." jawab Tania malu untuk menjelaskannya.
"Hum? Apa?" tanya Kendra dengan suara lembutnya yang membuat bulu halus Tania meremang.
Tangan itu terus bergerak mengusap lembut punggung Tania yang masih terbalut kain batik indonesia itu.
"I-itu.. A-nu Bang. Takutnya Abang nanti kecewa. A-aku.. Sudah.. Kendor!" lirih Tania begitu pelan diujung kalimatnya karena merasa malu mengatakan hal itu.
Kendra mengurai pelukannya pada Tania yang kini tidak ingin melihat padanya.
"Kendor? Kenapa begitu? Bukankah milik wanita itu bersifat elastis ya? Bisa mengendur saat melahirkan dan juga bisa rapat kembali? Abang yakin, kamu masih rapat dan legit! Walau kamu sudah melahirkan!" Ucap Kendra yang semakin membuat Tania malu.
Kendra tersenyum. Ia kembali memegang dagu lanchip itu dan mulai memaguut kembali putik ranum yang selama ini begitu ia rindukan.
Tania menerimanya dengan senang hati. Karena ia tahu, itu hak suaminya, dan merupakan kewajibannya untuk melayani suaminya.
Walau dimanapun, sesibuk apapun kita sebagai wanita tetap harus mau ketika suami mengajak kita untuk melkauakn ibadah.
"Jika suamimu meminta haknya padamu, maka tunaikan kewajibanmu. Sekalipun kamu berada dipunggung unta."
Maksud dari perkataan ini, kita tidak boleh menolak permintaan suami walau kita sedang sangat sibuk.
__ADS_1