Princess Pratama

Princess Pratama
DPBR Bulan madu part 3


__ADS_3

Di Medan sana Mami Tania dan Abi Kendra tersenyum wanita yang dulu pernah di tolongnya karena ulah mami tania lebih tepatnya.


"Assalamu'alaikum Mbak Husna? Apa kabar? Bagaimana sama warung es kamu? Sudah semakin jaya kah?" ucap Mami Tania semabri menat wanita yang bernama Husna pemilik warung es yang kini Zayn dan Zayden datangi.


Mata Ibu Husna berkaca-kaca. "Wa'alaikum salam, Neng Tania! Kendra! Kenapa nggak pernah pulang lagi kesini? Kalin tahu? Mbak selalu menunggu kalain di sini! Sudah hampir dua puluha enam tahun kalian tidak pernah lagi kesini. Mbak pikir, kalian sudah lupa dengan Mbak!" jawabnya begitu bersemangat.


Zayn dan Zayden terkekeh. Zayn membawa jia untuk duduk di samping Riya yang sedag menyesap es kelapa muda miliknya yang sudah tinggal separuh lagi. Sedangkan zayden sudah mengahbiskannya sedari tadi sampai-sampai dirinya bersendawa pula.


Riya tertawa. Ia menepuk ringan lengan suaminya itu. Begitu pun dengan Jia. Ia pun menertawakan abang sepupu yang sudah menjadi abang ipar sekaligus adik iparnya.

__ADS_1


Mami tania terkekeh. Abi kendra tersenyum. "Ini saya, Mbak. Kendra. Kalau yang kembar itu putra kami berdua. Jadi, Mbak jangan salah mengenali. Kmai bertiga memnag mirip!" celutuk Abi kendra yang di tertawakan oleh Ibu Husna.


Keduanya pun mulai bercerita. Keduanya begitu akarba dalam bercerita. Zayn yang merasa kehausan segera mengambil satu buah kelapa langsung saja mengupasnya. Jia yang melihat itu melototkan matanya.


Ia berjalan cepat menuju suaminya itu dan menepuk legan Zayn yang kini sibuk meracik es kelapa itu untuknya dan juga Jia. Jika menunggu Ibu Husna, pastilah kerongkongannya akan kering terlalu lama haus akibat hembusan angin sepoi-sepoi dari laut sana.


"Ish, abang! Nggak sopan, ah! Minta izin dulu saa yang punya!" tegur Jia pada zayn yang kini sibuk meracik minuman itu untuknya dna juga Jia.


"Ho, pantas saja Abang bawa kami kesini. Ternyata ini, toh, tujuannya?" ucap Jia yang diangguki oleh Zayn sambil menyesap es kelapa buatan tangannya sendiri.

__ADS_1


"Ya, semua itu Abi yang suruh. Abi bilang, ada kenangan mereka berdua di sini. Terutama di rumah kecil seperti hotel di ujung sana. Kamu lihat 'kan di ujung sana itu?" tanya Zayn sambil menunjuk sebuah bangunan bertingkat yang masih sama seprrti puluhan tahun yang lalu.


"Di tempst itulah Abi dan Ummi mencetak generasi penerusnya. Tempat itu begitu bersejarah untuk keduanya. Kamu ingin bermalam di sana? Kalau mau, kita menginap semalam." Lanjut Zayn lagi yang membuat Jia mengangguk setuju.


"Oke, selepas ashar, kita sewa kamar untuk kita bermalam di sana." Imbuh Zayn yamg ditanggapi dengan senyuman oleh Jia.


Keduanya memutuskan untuk menginap di tempat Abi Kendra dan Mami Tani mencetak keduanya dulu. Zayn dan Zayden berpamitan pada Ibu Husna untuk ke rumah susun itu. Keduanya pun bermalam di sana untuk satu malam saja.


Zayden dan Riya pun ikut menginap. Karena keduanya masih dalam rangka jalan-jalan bulan madu, keduanya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa berbagi kasih lagi di sana.

__ADS_1


Di tempat yang sama dulunya Abi Kendra pernah mencetak keduanya hingga hadirlah Kendra junior. Tempat bersejarah bagi orangtu mereka kini anak muda ity pula yang menggantikannya.


Banyak typo, besok othor perbaiki. 🙏


__ADS_2