
"Uwak tidak tahu apapun tentangku! Tetapi Uwak seenaknya menuduhku! Aku juga tidak ingin dalam posisi ini. Tetapi apa yang harus aku perbuat jika saat ini, takdirlah yang memutuskannya? Aku bisa apa? Selain hanya bisa pasrah dan juga ikhlas?
Semua orang menuduhku lemah dan tidak tegas! Bodoh dan terlalu lembek sebagai seorang lelaki! Terlalu bodoh karena tidak bisa mempertahankan Tania!
Tetapi apakah kalian tahu jika aku juga terpaksa melakukan semua ini? Sekarang aku tanya! Bagimana kalau seandainya posisi kita dibalik! Uwak yang mengalami hal yang sama sepertiku! Mampu tidak Uwak untuk melakukannya?
Mampu tidak untuk Uwak bertahan dan selalu terlihat biasa-biasa saja? Sementara hati di dalam remuk redam??" tanya Kendra pada Uwak Maura dengan air mata yang berlinangan.
"Aku tahu.. aku lemah. Aku bodoh dan tidak tegas. Aku lembek dan tidak bisa mengambil sikap. Tetapi apa yang harus aku perbuat, jika inilah yang harus aku hadapi? Apa yang bisa ku lakukan selain aku hanya bisa sabar dan pasrah?
Mudah bagi kalian mengatakannya. Tetapi belum tentu kalian bisa berada di posisiku! Aku bertahan untuk mereka berdua. Istri dan adikku! Dimana letak salahku sama Uwak? Sampai Uwak mengatakan hal yang begitu menyakitkan untukku?
Seandainya Uwak yang berada di posisku, aku bisa menjaminnya. Jika Uwak tidak akan mampu menghadapi semua ini dan juga bertahan. Uwak pasti akan mengamuk seperti orang gila karena tidak ingin di duakan!"
__ADS_1
Deg!
"Sebelum Uwak menuduhku, coba tempatkan diri kalian di posisiku! Aku lelaki. Tetapi aku tidak sanggup berbagi. Begitupun dengan kedua istriku! Kami bertiga terpaksa masuk dalam lingkaran benang merah ini karena perjanjian kalian para orang tua!"
Deg!
"Seandainya kalian bisa mengerti sedikit saja tentang ku, kalian pasti tidak akan menuduhku bodoh dan tidak tegas! Apa yang harus aku lakukan jika saat ini aku dipaksa melakukan yang seharusnya tidak aku lakukan? Aku tahu, aku salah menurutinya. Tetapi jika tidak aku turuti, aku berdosa! Aku durhaka padanya! Aku seperti buah simalakama saat ini. Ingin aku menentangnya, tetapi takut dosa. Jika tidak aku tentang, aku sendiri yang terluka. Bukan hanya diriku, tetapi juga kedua istriku! Seandainya Uwak tahu akan hal itu.
Tania mengatakan jika Tania sudah tiada? Aku tidak percaya! Karena di dalam tidurku selama tiga bulan ini, aku selalu bisa merasakan jika Tania selalu memanggil namaku dan Ziana. Ia selalu bermain dengan kedua anak kami. Tetapi yang sakitnya, aku tidak bisa menyentuhnya sama sekali. Karena ada penghalang diantara kami berdua! Mimpi itu nyata Wak! Bukan bunga tidur!
Uwak ingin mengatakan jika aku ini lemah? Bodoh? Dan tidak tegas? Sekaranga aku tanya! Seandainya Uwak yang mengalami hal ini, akankah Uwak sanggup berbagi? Akankah Uwak sanggup berada di posisiku yang sulit ini?
Dimana jika aku menentangnya aku terluka, dan jika aku tidak melawan aku pun terluka?? Bisa Uwak sepertiku??" tanya Kendra pada Uwak Maura yang membuat wanita belum paruh baya itu tertegun dan tercenung mendengar ucapan Kendra padanya.
__ADS_1
Ia menatap Kendra yang kini berlinangan air mata saat mengatakan semua itu padanya.
"Seandainya kalian memahami ku dan juga Tania, maka tidak akan ada pernikahan kedua di dalam hidupku! Mungkin.. Saat ini aku akan bahagia hidup bersama Tania dan juga kedua anakku.
Tetapi tidak. Kalian para orang tua hanya bisa menuduh dan selalu mengatakan jika kami ini tidak bisa melakukan apapun selain melakukan kesalahan saja.
Seandainya kalian berpikir sebelum bertindak, maka tidak akan seperti ini kejadiannya. Cukup aku dan Tania saja yang merasakannya tanpa melibatkan semua keluarga.." ujar Kendra dengan dada yang semakin sesak dan kepala yang semakin pening.
Hati dan jiwanya begitu rapuh saat ini. Ungkapan hatinya kepada Uwak Maura membuat mereka para orang tua itu tertegun dan tercenung. Hingga mereka tidak sadar jika kini Kendra sudah memejamkan kedua matanya.
Ia lelah. Letih dan juga sangat tersiksa. Hati dan pikirannya begitu khawatir mengingat kedua istrinya yang kini entah berada dimana. Ia begitu tertekan dengan keadaan yang menimpanya saat ini.
Andai.. Andai semua ini tidak terjadi padaku.. Pastilah saat ini aku sudah bahagia bersama Tania.. Andai.. Semua ini tidak terjadi.. Kenapa dulu aku tidak bisa menolaknya? Kenapa dulu aku malah meyakinkan Tania dan membujuknya? Tania.. Aku bersalah padanya. Andai aku diberikan kesempatan kedua, maka aku akan berubah menjadi suami yang lebih baik lagi untuknya. Andai Tania saat ini bersama ku.. Andai.. Batin Kendra dengan mata terpejam erat.
__ADS_1