
Tania terus saja memukuli lengan Kendra karena pemuda itu sudah berhasil menggodanya dengan mengaatkan jika suatu saat ia menikah lagi, maka dirinya akan di madu bersama wanita itu.
"Lagi? Hah? Enak banget ya Abang ngomong? Bisa-bisanya Abang mau nikah lagi sedang aku saja belum sekalipun kamu sentuh!" ketusnya sambil berlalu masuk ke dalam kamar mereka yang kini sudah dihias sangat cantik oleh Zee.
Kendra tertawa. Ia mengikuti langkah Tania yang sudah lebih dulu masuk. Baru dua langkah keduanya masuk ke kamar Tania, keduanya dibuat tertegun dengan kamar Tania yang sudah dihias sangat cantik.
Tania dan Kendra mematung di tempat saat melihat Zee, Alzana dan Almaira sedang menghias kamar mereka.
Ada Zia, Fania dan Fanya serta Serta Alkira yang saat ini sedang bermain bersama kedua adiknya yang masih berumur lima tahun itu.
Kembar K. Yaitu Khanza dan Kania
"Oh, maaf kak! Hehehe.. Kami menghias kamar pengantin baru! Iya kan kak Zee?" ucap Alzana pada Tania dan Zee yang kini mengangguk padanya.
"Benar sekali! Walau kalian menikahnya secara rahasia.. Tetapi kami, sepupu kamu ini tetap harus membuat ini untuk kalian berdua. Kamarnya belum selesai. Sebaiknya kalian turun dulu ke bawah. Mami dan Ummi kakak menunggu kalian di bawah, Ayo!" usir Zee secara halus yang ditanggapi oleh Alzana dengan meringis karena tahu pengantin baru itu di usir oleh kakak sepupunya dari kamarnya sendiri.
Kendra yang melihat Alzana meringis, terkekeh. "Oke. Kalau begitu kami ke bawah dulu ya? Ayo Nia," imbuhnya pada Tania yang kini menatap datar pada mereka semua.
Tetapi dibalas dengan wajah melengos oleh mereka semua. Tania sangat kesal akan hal itu.
Kendra terkekeh. "Ayo.. Biarkan mereka menghiasnya. Kalau sudah, kita jadikan kamar kenangan itu sebagai kenangan kita untuk pertama kalinya!" bisik Kendra di telinga Tania yang membuat wajah Tania merona malu.
__ADS_1
Ia mencubit pinggang Kendra yang membuat Kendra memekik sekaligus tertawa. Tania berjalan cepat menghindari Kendra yang kini mengikutinya.
Zee dan adik-adiknya tertawa melihat tingkah Tania yang ketahuan sedang malu karena di goda Kendra.
Ia menghela nafasnya. "Semoga kamu kuat Dek. Kendra bukan pemuda sembarangan. Jika kamu mampu bertahan dengannya, berarti kamu lulus dalam ujian pernikahan kalian. Tetapi jika kamu gagal, maka Kendra akan menjadi milik orang lain.." lirih Zee tapi masih terdengar oleh Alzana yang kini mematung mendengar ucapan Zee baru saja.
Ia menatap kepergian Tania dan Abang iparnya yang kini sudah turun ke bawah menemui semua keluarga mereka.
Apa maksud Kak Zee? Kenapa bang Kendra harus menjadi milik orang lain disaat ujian rumah tangga keduanya gagal? Apa yang Kak Zee ketahui dan yang tidak kita ketahui semua??
Batin Alzana merenungi setiap kata-kata yang Zee gumam kan baru saja.
"Dek? Alzana!" seru Zee yang membuat adik kembar Tania itu terlonjak kaget.
Zee menghela nafasnya. "Jangan kamu pikirkan tentang hal itu. Biar kakak yang akan mengatakan kepada nya nanti. Cukup kamu saja yang tahu. Tapi tidak dengan orang lain!"
Alzana terkesiap. Ia melihat semua sepupunya yang sudah tidak ada di kamar itu. Alzana mengangguk patuh.
"Maaf kak. Adek hanya penasaran saja.. Ya sudah. Ini semua sudah siap bukan?"
Zee mengangguk. Ia mendekati Alzana dan memeluknya. "Pikirkan sekolah mu saja. Belum waktunya untuk kamu tahu dengan masalah ini. Paham?" ucap Zee yang lagi dan lagi diangguki patuh oleh Alzana.
__ADS_1
"Pinter! Prince tidak sia-sia memiliki calon istri seperti mu!" imbuh Zee tersenyum senang melihat Alzana sambil menggodanya
Alzana tersipu malu. "Kakak..." rengeknya yang di tertawakan oleh Zee.
"Ayo kita turun. Saat ini pasti mereka semua sedang menggoda pengantin baru itu!" katanya sambil berlalu dan tergelak mengingat jika semua adik dan saudara sepupu Tania itu sangat lah usil.
Apalagi Malik dan Prince.
Keduanya pun turun menuju ke ruang tamu dimana seluruh keluarga sedang meledek Tania dan Kendra yang kini hanya bisa tersenyum saja. Sedangkan Tania sedang memukuli kedua sepupu usilnya itu.
Siapa lagi kalau bukan Malik dan Prince. Kedua pemuda tampan keturunan Uwak Raga dan Uwak Lana itu memang terkenal dengan keusilan keduanya.
Semua keluarga yang melihat itu hanya bisa tertawa saja.
Zee tersenyum melihat kebersamaan Tania dengan semua sepupunya.
Entah kapan kamu akan bisa berkumpul lagi dengan semua sepupu kamu, Dek! Kakak harap hanya sebentar kamu mengalami ujian ini. Karena kakak tahu kamu wanita yang kuat sama seperti Mami Annisa.
Semoga kamu selalu bahagia Dek.. Doa kakak selalu menyertaimu..
Batin Zee menatap sendu pada Tania dan Kendra yang kini sedang tertawa bersama semua sepupunya.
__ADS_1
Bukan ia tak tahu. Tetapi karena ia tahu lah makanya Zee merasa khawatir. Akan terjadi masalah besar saat Tania masuk ke dalam keluarga Wiryawan nantinya.