
Wanita itu terus menatap sayu pada Kendra. Sedang Kendra tahu apa maksud tatapan wanita sebaya Tania itu.
"Kenapa kau datang kesini Sofia? Untuk apa? Belum puas selama dua tahun ini kau selalu menghina kedua putraku? Huh?" tanya Tania dengan suara rendahnya tetapi tersirat begitu berusaha meredam emosi disana.
Kendra beralih menatap pada Tania yang kini berusaha menormalkan dirinya agar tidak terpancing dengan gadis pencari masalah dihadapannya ini.
Wanita itu terkekeh kecil. "Gue senang aja buat elu kesusahan saat kuliah ditempat elit seperti itu. Panggilan elu aja lagaknya Princess Pratama? Nyatanya? Elo itu hanya keluarga miskin yang belagak sok kaya! Makanya gue bilang, Kalau kedua anak elu itu merupakan anak ha ram!"
Deg!
Kendra melebarkan matanya. Tania semakin erat memegang tangan Kendra. Gadis yang bernama Sofia itu menatap remeh dan begitu merendahkan Tania. Terlihat jelas dari wajahnya yang sangat merendahkan Tania.
__ADS_1
"Mana mungkin orang susah kayak elu sanggup kuliah disana? Nggak mungkin dong? Gue bisa menebaknya. Kalau anak elu itu anak hasil kerjaan elu dengan sugar daddy elu agar bisa sekolah disana, iyakan? Berbeda dengan gue! Orangtua gue merupakan pengusaha sukses! Pengusaha intan terkenal diseluruh Indonesia! Lah elu? Cuma orang rendahan yang bermimpi bisa menjadi orang kaya dengan masuk ke sekolah yang mahal di Singapura!
Gue nggak salah tebak dong ya? Benar kan kalua kedua anak elu itu anak ha ram? Kagak jelas siapa bapaknya? Cih!" ucapnya berdecih menghina kedua keturunan Wiryawan yang suatu saat akan menggoyahkan posisi wanita itu didalam keluarganya.
Kendra menatap nyalang pada Sofia yang kini menatap sayu padanya.
"Jangan kau menghina putra saya! Jangan pula kau merendahkan istri saya! Jika sekali lagi saya mendengar kau mencela ketiganya, maka saya sendiri yang akan meratakan perusahan ayahmu dan juga merobek paruh jelekmu itu!" Ucap Kendra yang dipelototi oleh Sofia.
Jangan kau beranggapan jika seorang anak yang tidak memiliki ayah itu anak ha ram! Anak yang terlahir kedunia tidaklah ha ram! Tetapi suci! perbuatan kedua orangtuanya lah yang membuatnya ha ram! Sedangkan kedua putra saya? Keduanya suci! Sebelum saya menyentuh maminya, saya terlebih dahulu menikahinya secara halal! Bukan seperti yang kau tuduhkan! Ingat, Nona!
Apa yang anda ucapkan hari ini akan saya minta pertanggung jawaban karena anda sudah berani mencemarkan nama baik istri saya dan juga kedua anak saya!
__ADS_1
Saya akan menuntut anda, Nona Sofia! Jadi, bersiaplah!"
Deg!
Deg!
Mata wanita itu membola dan mulut menganga mendengar ucapan Kendra. Tak lama setelahnya ia tertawa keras hingga membuat para pengunjung dirumah sakit itu menoleh padanya karena merasa sangat aneh dengan wanita itu.
"Hei, hei, hei!! Mimpi elu itu jangan ketinggian! Tubuh elu belum kuat aja, belagu! Elu itu hanya pasien rumah sakit jiwa! Ucapan elu itu tidak ada yang akan percaya! Sangat terlihat jelas jika elu itu salah satu pasien dirumah sakit jiwa ini bukan?" Ucapnya mengejek Kendra yang kini semakin dingin melihatnya.
"Kalau iya kenapa? Masalah buat elo?" Balas Kendra yang ditertawakan oleh Tania karena jawaban kendra itu seperti iklan yang sering ia dengar didalam layar televisi.
__ADS_1
Sofia melotot mendengar jawaban Kendra. Sementara Tania masih saja tertawa sambil melihat Kendra yang kini menarik sedikit ujung bibirnya karena melihat Tania tertawa.