Princess Pratama

Princess Pratama
Berkumpul dirumah sakit


__ADS_3

Mami Annisa dan Zee sudah keluar dari rumah itu. Keduanya kini saling pandang dan terkekeh.


"Ada-ada saja ulah adikmu, itu! Bisa-bisanya ingin menyembunyikan kehamilannya dari suaminya? Apa nggak takut kalau Kendra akan kecewa? Padahal mami udah bilang sama Tania untuk menundanya dulu. Seminggu yang lalu mami udah tahu kalau Tania isi lagi. Tapi, ketika mami tanya, katanya nggak usah kasih tahu bang Kendra. Ingin buat kejutan untuknya dua bulan lagi! Huh!" gerutu mami Annisa yang ditertawakan oleh Zee didalam mobilnya.


Pada saat Kendra menghubungi tadi, mereka semua sedang berada dan berkumpul di taman rumah sakit Uwak Ira. Bahkan, Uwak Ira dan Uwak Raga pun ada disana. Suami Zee pun, ada disana. Uwak Lana dan Uwak Maura pun ada disana. Tetapi entah kenapa mereka tidak ingin menemui Tania? Inilah yang sedang mami Annisa cari tahu bersama Zee.

__ADS_1


"Udah, mami jangan marah gitu. Seharusnya, mami senang dong kalau Tania hamil lagi? Yang artinya mami akan jadi Oma lagi setelah dua tahun bukan?" Zee tergelak melihat wajah kesal mami Annisa padanya.


"Huh! Kalau bukan karena ingat kode dari kamu saat dijalan tadi, sudah pasti mami timpuk kepala adikmu itu!" ketus mami Annisa begitu kesal mengingat Tania.


Zee hanya bisa tergelak saja melihat wajah sang mami begitu kesal mengingat Tania. Cukup lima belas menit, keduanya sudah tiba dirumah sakit Uwak Ira.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak ingin menemui Tania? Apakah kamu masih dendam pada putriku? Lantaran putri kamu belum juga ketemu hingga saat ini?" tanya Papi Tama yang dijawab dengan keterdiaman Uwak Lana.


Uwak Tania itu menatap papi Tama dengan wajah dingin dan datarnya. Ia tak sepatah katapun menyahuti ucapan Abang angkatnya yang merupakan saudara iparnya itu.


Mami Annisa dan Zee yang baru saja tiba pun jadi terdiam melihat ketegangan diantara kedua saudara yang sudah sedari kecil itu.

__ADS_1


Uwak Ira menghela napasnya. "Sudahlah bang. Tidak baik tak bertegur sapa seperti ini. Berdosa kita sebagai umat muslim tiga hari tidak berteguran! Sudah menjadi orang kafir! Tujuan kakak memanggil kalian berdua kesini itu untuk membahas masalah Tania. Tania sudah kembali. Dia belum meninggal seperti yang kamu lihat di Singapura, dulu Maulana! Tania masihlah hidup! Lantas, apa lagi yang kamu inginkan?" tanya Uwak Ira pada Uwak Lana yang tetap menatap datar pada kakak sulungnya itu.


"Jika itu mengenai Ziana, kamu tenang saja Bang Lana. Tania sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk menjemput putrimu! Tapi sebelum itu, aku ingatkan padamu! Jangan salahkan putriku dalam hal ini. Siapa yang tahan jika dirinya dimadu dengan adik sepupunya tepat dua minggu pernikahannya? Jika itu kamu, aku yakin. Kamu tidak akan sanggup! Tapi putriku? Dengan kerendahan hatinya, ia kembali lagi pada suaminya yang sudah kalian anggap gila! Tapi nyatanya? Kendra baik-baik saja saat Tania kembali. Untuk itu, mari kita bahas tentang masalah Tania dan Kendra. Sebaiknya kita lakukan pertemuan ini dirumahku saja. Ayo, bang. Kita pulang. Tania sakit saat ini," ucap mami Annisa dengan segera berlalu dan meninggalkan Uwak Lana dan Papi Tama kini saling pandang dalam diam.


__ADS_2