
Kendra mengurai pelukannya dan mengangkat tubuh Tania agar bisa melihat padanya. Dengan mata yang masih menganak sungai, Kendra berusaha untuk berbicara.
Walau masih sesegukan, Kendra berusaha untuk berbicara.
"Hunny. Maafkan aku yang telah menuduhmu tidak menginginkan ku waktu itu. Aku berpikir, kamu pergi karena kamu tidak menyukai aku menikah dengannya." Kendra tidak akan menyebutkan siapa istri keduanya itu. Baginya, cukup keluarga saja yang tahu. Tidak perlu khalayak ramai.
"Aku menikah dengannya seperti yang kamu ketahui. Bahwa kami terikat perjanjian. Aku pikir, jika sudah menikahinya, selesai sudah masalah itu. Tapi ternyata, aku malah melukaimu. Sempat aku berpikir, kalau kamu pergi karena ke egoisanku. Tetapi, bukan itu penyebabnya.
Hunny..
Kenapa kamu begitu mencintai pemuda rendahan dan tidak waras sepertiku? Kenapa kamu kembali jikalau kamu tahu, kamu akan terluka berulangkali saat bersamaku?
Aku tidak berguna menjadi seorang lelaki. Lelaki sejati tidak pernah membuat istriny terluka dan menangis karena ulahnya. Lelaki sejati akan selalu membuat istrinya bahagia setiap kali bersamanya. Tetapi, aku?
Aku malah menyakiti hatimu dengan sebuah perjanjian Perjanjian yang ternyata ditujukan untuk kita berdua. Bukan dengannya!"
Deg!
Tania terkejut. "Hiks.. Maksudnya?"
__ADS_1
Kendra tersenyum lirih. Walau masih sesegukan juga sama seperti Tania dan terus berbicara.
"Ya, seharusnya, kitalah yang menikah saat itu. Janji kakek itu untuk kita berdua. Bukan dengannya. Maksud Kakek itu, putra Abi dan putri Adrian Pratama yang harus menikah dengan keturunannya, baru warisan itu akan jatuh pada kita dan juga.. Ahli waris Paman Kevan. Kita berdua yang di jodohkan. Bukan dirinya. Aku salah paham dengan isi wasiat itu.
Mungkin inilah jalan takdir kita bertiga. Aku tidak pernah menyesal bisa menikah denganmu dan dengannya. Karena menikahimu, maka janjiku selesai walau tanpa kita duga kita sudah di jodohkan. Dan menikah dengannya, aku bisa mengalami hal ini. Dan aku bisa tahu, bahwa kamulah wanita yang selalu Kakek sebutkan saat ia terakhir menghembuskan napasnya. Bukan begitu, Wak Lana?"
Deg!
Deg!
Uwak Lana tertegun dengan ucapan Kendra. Ini juga sebuah kenyatan pahit yang baru ia ketahui saat ini. Seharusnya Tania. Bukan Ziana putrinya. Ia lupa akan satu hal. Bahwa pada saat itu, Kakek Kendaraksa mengatakan putri sulung Adrian Pratama secara terputus-putus. Ucapan yang di artikan lain olehnya. Uwak Lana mengusap kasar wajahnya.
"Tetapi, tak apa. Aku bersyukur bisa kembali bersama kamu setelah melewati berbagai cobaan di dalam pernikahan kita. Aku tidak pernah menyesal menikah denganmu Tania. SRITANIA PUTRI PRATAMA. PUTRI SULUNG ADRIAN PRATAMA. PUTRI SULUNG RATU PRATAMA. ANNISA PRATAMA. MAMI, PAPI. TERIMAKASIH KALIAN SUDAH MENGIZINKAN AKU, LELAKI TIDAK WARAS INI BISA MENIKAHI PUTRI KALIAN YANG BERHARGA INI. PRINCESS PRATAMA. PRINCESS PRATAMA. NAMA KECIL YANG DULU AKU SEMATKAN UNTUKNYA KARENA MELIHAT SIFAT DAN KELAKUANNYA SEPERTI SEORANG PUTRI DI DALAM SEBUAH KERAJAN. YA, KERAJAAN KING PRATAMA. AKU SANGAT, SANGAT, SANGAT MENCINTAIMU PRINCESS PRATAMA.
YOU'RE THE ONLY ONE YOU LOVE MY PRINCESS PRATAMA. ONLY YOU MY LOVE, MY WIFE PRINCESS PRTAMA! THANK YOU FOR SURPRISE YOU GAVE ME. I WAS REALLY SHOCKED. REALLY! BUT, I LOVE YOU SO MUCH MY WIFE PRINCESS PRATAMA! FOREVER!"
( Kamulah satu-satunya cintaku, istriku Princess pratama. Hanya kamu, Cintaku. Istriku, Princess Pratama! Terima kasih untuk kejutan mu padaku. Aku benar-benar terkejut. Sungguh! Tetapi, aku sangat mencintaimu, istriku. Princess Pratama! Selamanya!)
Semua yang mendengar itu bertepuk tangan sambil bersorak sorai melihat keduanya saling berpelukan dan kembali menangis dalam keadan terduduk di depan pelaminan mereka.
__ADS_1
Kejutan yang membuat sebuah pengakuan dari Kendra untuk Tania. Perasaanya yang selama ini tersimpan, hari ini ia ucapkan dengan lugas. Apalagi ditambah kejutan Tania tadi.
Membuat sesuatu yang tersimpan di khususkan nanti malah terucap sekarang di hadapan khalayak ramai. Kendra tidak menyesali hal itu. Malahan ia bahagia karena sudah mengungkapkan apa yang tersimpan di dalam hatinya.
Semuanya bersuka cita dan bergembira. Di waktu tengah malam waktunya orang tidur, malah Tania dan Kendra sedang saling mengungkapkan isi hati masing-masing.
"Abang beruntung memilikimu, istriku. Abang sangat berterima kasih pada Mami dan Papi karena telah melahirkan putri yang sangat cantik. Bukan hanya parasnya. Tetapi juga akhlaknya. Bersamamu, aku akan bahagia selamanya. Abang sangat mencintaimu Sritania Puteri Pratama, alias Princess Pratama!" ucap Kendra yang membuat Tania dan yang lainnya tertawa mendengar ucapan Kendra lagi.
Mereka sudah berbahagia dengan kehidupannya. Selamat menempuh hidup baru untuk Tania dan Kendra. Semoga ujian di dalam rumah tangga kalian berdua sudah usai.
Dan tidak akan ada lagi marabahaya yang akan mengincar kalian berdua. Amiin..
HAPPY WEDDING SRITANIA PRATAMA & KENDRA WIRYAWAN.
SEMOGA SAKINAH MAWADDAH DAN WAROHMAH.
AMIINN..
...TAMAT...
__ADS_1
Ehh?