
Riya dan Jia menertawakan keadaan suami mereka yang begitu kelelahan setelah memberi makan ayam kampung milik Ummi Alzana dan Abi Prince.
Amukan ayam itu sungguh luar biasa. Riya dan Jia tidak berhenti untuk tertawa saat melihat keadaan suami mereka saat ini. Kepala keduanya di penuhi kotoran ayam. Belum lagi bagian kaki. Betis dan jari kaki kedua suami mereka habis merah-merah bekas patokan ayam.
"Hahahaha.. Abang kena patok ayam! Hahaha.." ucap Jia menertawakan keadaan suaminya yang begitu menggenaskan saat ini. Zayn melengos. Jia tertawa lagi.
Keduanya saat ini berada dalam kamar mandi. Saat tadi keduanya terkejut dengan suara teriakan Zayn dan Zayden, keduanya langsung ngacir ke belakang sebelumnya, mereka berdua melihat dulu apa yang keduanya lakukan di kandang ayam melalui lantai dua kamar keduanya.
Riya dan Jia yang panik langsung saja berlari keluar setelah menggunakan baju batik tanpa menggenakan atribut dalamnya. Keduanya hanya menyampirkan hijab instan saja.
Setibanya di dapur, keduanya terkejut melihat suami mereka yang berlari cepat sembari di kejar ayam dan masih mematuki kaki keduanya.
Blam!
Prang!
__ADS_1
Trang!
"Oy mak jang pecah periuk telinga delapan tujuh!" teriak salah satu tetangga yang rumahnya berdekatan dengan rumah keduanya karena terkejut.
Zayn dan Zayden saling pandang dengan napas ngos-ngosan. Keduanya merosot ke lantai dalam keadaan yang sangat menggenaskan.
Riya dan Jia melongo melihat keduanya. Belum lagi seseorang yang latah menyebut pecah periuk telinga delapan tujuh. Apa itu maksudnya? Sesaat keadaan itu sunyi seketika. Ke empatnya saling pandnag.
Tak lama, Riya dan Jia tertawa terpingkal-pingkal ketika tahu jika Mak Eni lah yang berteriak baru saja.
Kedua istri Zayn dan Zayden terus tertawa mendengar omelan dari seberang sana.
Lagi, istri Zayn dan Zayden itu semakin terpingkal-pingkal. Jia yang sudah tidak tahan menahan kencingnya yang akan keluar segera berlari masuk ke kamar mandi yang dekat dengan Zayn dan Zayden saat ini.
Blam!
__ADS_1
Trang!
Prank!
"Aneuk trung buya tembaga!! Heh! Boh Trung! panci! Wajan!!!" teriaknya terlonjak kaget dengan gaya silatnya sekalian.
Riya sudah tidak sanggup lagi tertawa. Perutnya begitu sakit saat ini. Sementara Zayn dan Zayden saling pandnag bersama.
"Aneuk trung buya tembaga! Aneuk trung artinya anak terong kan, ya? Buya tembaga? Apa itu maksudnya?" tanya Zayn pada Zayden yang kini kebingungan mendengar ucapan Mak Eni dalam bahasa Aceh yang terkenal super latahnya. ( kayak mak othor! 🙈🤣🤣)
Keduanya saling pandang, tak lama setelahnya, kedua anak muda itu tertawa bersama saat sudah paham jika itu hanya kata kiasan akibat terkejut. Unik dan menarik kata-katanya.
Belum lagi pecah periuk tadi yang membuat Jia dan Riya sudah tidak sanggup tertawa lagi saat ini. Jia terpingkal-pingkal di kamar mandi saat mendengar ucpan Mak Eni yang terkenal super latahnya itu.
Jia sampai terkencing di kamar mandi. Sedang Riya hampir pingsan karena tertawa. Zayden dengan sigap membawa istrinya menuju ke lantai atas untuk mandi bersama.
__ADS_1
Begitu pun dengan Jia. Ia di papah suaminya karena tidak berhenti tertawa sampai-sampai Zayn pun ikut tertawa karena merasa geli dengan Mak Eni Itu.
Ke empat anak manusia itu terus tertawa bersama di dalam kamar mandi sembari menyiram tubuh yang terkena kotoran ayam itu. Baru sebentar keduanya di sana sudah mendengarkan ucapan yang membuat perut keduanya di kocok kuat.