Princess Pratama

Princess Pratama
Sudah menjadi garis takdir


__ADS_3

Fatma menghela napasnya. "Baik. Aku maafkan. Aku tidak mau berlarut-larut dalam dendam yang tiada berkesudahan. Aku terima jantung putra kalian untuk putraku. Terimakasih banyak, karena kalian sudah bersedia mendonorkannya untuk Putraku." Ucap Fatma setelah cukup lama terdiam memikirkan apa yang baik untuknya dan juga adik sepupunya itu.


Tania tersenyum dan mengucapkan Alhamdulillah. Begitu pun dengan Puri. Fatma mengajak Puri untuk keruang operasi. Dan Puri menyetujuinya.


Tiba disana, operasi baru saja berlangsung. Mereka menunggu hingga berapa jam lamanya. Pukul delapan malam, barulah operasi itu selesai.


Semua dokter keluar dan mengatakan jika operasi itu berhasil. Putra sulung Fatma itu akan segera dibawa keruangan ayahnya berada. Karena tinggal menunggu masa pemulihan saja.


Bangkar putra kecil Aldo itu keluar dari ruang operasi dan segera dibawa keruangan Aldo. Tiba disana, Fatma membuka pintu ruangan itu dengan pelan. Takut mengganggu tidur nyaman suaminya yang dianggap koma.


Tungkai jenjang milik Fatma melemah seketika saat melihat Aldo sudah sadar. Dan saat ini sedang tersenyum bersama Kendra, Om Kenan dan juga berapa orang dokter serta perawat disana.


Fatma terhuyung kesamping. Tania sigap menahannya. Ia pun menoleh kedalam.


Deg!

__ADS_1


Tania tersenyum lebar. Ia segera menuntun Fatma untuk masuk keruangan Aldo. Dimana Kendra, Om Kenan dan dokter khusus yang merawat Aldo kini sedang tertawa.


"Apa saya mengganggu? Operasi Aldi berhasil, Bang!" kata Tania pada semua orang dan juga pada Kendra.


Aldo terkejut mendengar suara Tania. Ia membuka matanya dan melihat dimana Fatma sedang dipapah oleh Tania menuju ke bangkarnya.


Dibelakang mereka, ada tiga orang perawat serta dokter spesialis jantung dan juga sepupu Fatma tadi ikut masuk keruangan itu.


Mata Fatma dan Aldo beradu pandang. Aldo tersenyum lembut padanya. Yang membuat Fatma segera melangkahkan kakinya menuju Aldo yang kini merentangkan tangannya memeluk Fatma.


Dokter yang ada disana tersenyum melihat pasangan itu. Aldo yang sadar, segera mengurai pelukannya dan mengusap bulir bening yang mengalir dipipi istrinya.


Istri yang selama ini menemaninya dalam mencari Tania dan juga Ziana. Tujuannya waktu itu datang ke Jakarta khusus untuk menemui Kendra dan mengabarkan tentang Tania. Yang ternyata berujung maut untuknya.


Ia sampai koma karena kecelakaan yang menimpanya lumayan parah. Beruntungnya Aldo bisa sadar kembali.

__ADS_1


Aldo melihat pada Tania yang kini tersenyum padanya. "Apa kabar Tania? Sehat? Bagaimana dengan jagoanmu?" tanya Aldo dengan suara pelannya.


Tania tersenyum. Ia mendekati bangkar Aldo dan berdiri disamping Fatma. "Seperti yang Abang lihat? Alahmdulillah sehat. Jagoanku juga sehat. Abang harus cepat pulih! Kalian berdua ini begitu kompak kalau sakit! Yang satu dirawat dirumah sakit hingga dua tahun lebih, dan yang satu lagi koma. Ck. Dan penyebabnya itu, aku!" kata Tania yang mendapat gelengan cepat dari lelaki muda diruangan itu.


Om Kenan dan dokter lainnya terkekeh melihat kekompakan Kendra dan Aldo sebagai Bos dan asisten.


"Nggak Hunny. Jangan berpikir begitu!"


Aldo mengangguk setuju, "benar yang Bos katakan. Kamu jangan merasa bersalah dengan ini. Kami berdua sudah berusaha. Tetapi takdirlah yang menentukan. Jika bukan karena kejadian ini, apa mungkin aku bisa bertemu Fatma? Wanita yang ternyata pernah suka sama suami kamu dimasa dulu?"


Fatma mengangguk setuju. "Benar, Nia. Jangan menyalahkan dirimu. Semua ini sudah menjadi garis takdir yang tidak bisa kita tolak. Ini takdir kami, dan kamu memiliki garis takdirmu sendiri. Begitupun dengan Ziana yang kini sudah memiliki garis takdirnya sendiri. Jangan jadikan beban, Nia. Kami ikhlas menjalani ini." Timpal Fatma yang diangguki oleh Aldo dan Kendra.


Ald tersenyum pada dokter dan mengucapkan banyak terimakasih. Setelahnya, dokter itu keluar dari ruangan Aldo dan putra kecilnya kini berada dekat dengan bangkarnya.


Aldo terharu melihat putra kecilnya itu kini sudah membaik. Sempat ia berpikir, jika Aldo akan kehilangan putranya itu. Tetapi tidak. Takdir berkata lain untuknya.

__ADS_1


Melalui Tania dan Kendra, ia bisa kembali sadar. Karena Kendra dan Tania juga, putra sulungnya bisa dioperasi.


__ADS_2