
Seminggu lebih berlalu sejak Tania menangis seorang diri di kamarnya. Kini iasemakin dihadapakan pada kenyatan yang tidak tertahankan.
Uwak Lana, Ziana dan Kendra mendatangainya untuk mengatakan jika pernikahan itu akan terjadi empat hari lagi.
Tania hanya diam kala Kendra mengajaknya untuk bicara. Begitu pun dengan Ziana. Kedua orang itu saling bertautan tangan yang semakin membuat hati Tania terluka.
Mereka seolah sengaja melakukan hal itu di depan Tania dengan sengaja menunjukkan kemesraan nya yang membuat hati Tania hancur berkeping keping.
Jika ditanya, Apakah Tania masih mencintai Kendra? Jawabannya iya. Sangat sulit untuk melupakannya. Setiap kali mencoba melupakannya, Tania malah semakin merindukan pemuda tampan tetapi kurus itu.
Tetapi selama seminggu tidak terlihat, kini Kendra terlihat lebih berisi. Tania menarik ujung bibirnya membentuk senyum miring.
"Selama tidak tinggal bersama ku, kamu lebih gemukan ya tuan muda? Berarti kamu senang dong tinggal bersama dengan calon istrimu??" sindirnya yang membuat Kendra menggeleng dengan tangan masih bertaut.
Uwak Lana terkekeh. "Kamu benar Tania. Selama Kendra tinggal dirumah Uwak, ia jadi makan banyak. Karena Uwak mu dan juga Ziana sangat rajin memasak makanan enak untuknya!" jawabnya sambil terkekeh kecil. Seakan menyindir Tania.
"Hoo.. Begitu ya tuan muda? Berarti selama tiga minggu kamu tinggal bersama saya, saya menyiksa kamu begitu?!"
Deg!
Deg!
"Bu-bukan begitu Hunny. Itu tidak benar! Abang diberikan vitamin oleh Uwak dan juga jamu untuk kuat makan. Katanya tubuhku begitu kurus. Aku hanay mengikuti kata Uwak saja. Dan juga supaya aku kuat disaat-,"
__ADS_1
"Di saat kamu akan menggagahi ziana begitu?!"
Ddduuaarrr!
"Tania!"
"Apa! Kenapa Uwak Marah? 'Kan benar yang aku katakan jika uwak sengaja memberinya makan supaya ia kuat dan untuk bisa meniduri putrimu begitu??"
Uwak Lana terkekeh, "Terus? Kamu cemburu?"
Deg!
Tania tersentak mendengar itu. "Ya, aku cemburu! Karena sampai sekarang tuan muda belum menjatuhkan talak padaku! Maka dari itu aku masihlah istrinya! Karena ulahmu, aku berpisah dengannya! Dan sekarang kamu ingin memamerkan kebahagiaan mu padaku begitu tuan muda??"
"Apanya yang aku salah paham? Semuanya sudah terlihat jelas. Kamu saat ini semakin gemukan. Itu buat apa? Buat bisa menggagahi calon istri kecilmu kan? Dan juga.. Semua itu sudah jelas terlihat. Jika kalian berdua sudah begitu dekat saat ini." Ketus Tania begitu dingiin.
Uwak Lana terkekeh lagi. "Tania.. Tania. Jika cinta bilang dong. Nggak perlu gengsi! Sekarang? Kamu sendirikan yang sakit??" ledeknya pada Tania yang kini mengepalkan kedua tangannya.
"Ya, aku memang mencintai dirinya. Aku tidak munafik. Coba sekarang kita balik posisinya. Bagaimana kalau Uwak yang berada di posisiku tetapi Uwak Maura menikah lagi? Uwak sanggup tidak? Cemburu tidak? Huh?" tekan Tania dengan suara rendahnya.
"Tania.. Jaga ucapan mu, Nak. Uwak Lana itu uwakmu." Tegur Papi Tama dengan suara lembutnya.
Tania menoleh pada papi Tama. "Jika Uwak tidak memulainya, aku tidak akan menjabaninya. Aku kecewa pi. Kenapa dengan harus poligami? Aku tahu poligami itu diperbolehkan? Tapi apakah yang menyarankan poligami dan yang melakukannya tidak berdosa karena ulahnya yang sudah membuat orang lain sakit hati dan terluka??"
__ADS_1
Deg!
Uwak Lana memejamkan matanya. Kendra melepaskan tangannya dari tangan Ziana.
"Dengarkan Abang dulu Hunny."
"Apa? Apa yang ingin kamu jelaskan? Kamu ingin menjelaskan jika kamu akan menikahi Ziana, setelah itu kamu menceraikannya setelah perusahaan kamu aman? Begitu?"
Deg!
Ziana dan Kendra terkesiap mendengar ucapan Tania yang memang benar adanya. Pegangan di tangan Tania mengendur seketika. Tania terkekeh sumbang.
"Tega kalian berdua permainkan pernikahan? Sebenarnya apa yang ada di otak kamu itu apa sih?"
Uwak Lana terkejut mendengar ucapan Tania. "Apa maksud kamu berbicara seperti itu Tania!"
"Tania menoleh padanya. "Jangan tanyakan padaku! Tapi tanyakan pada kedua anak mu ini! Aku kira Uwak tidak bodoh sehingga uwak tidak paham apa maksud perkataan ku!"
"Tania!' seru Papi Tama pada Tania.
"Kenapa? Kenapa papi membelanya?'" tunjuknya pada Kendra dan Ziana serta Uwak Lana yang kini menatapnya dengan datar.
"Disini aku yang terluka, Pi. Tetapi aku tetap sabar dan memilih mundur. Tapi kenapa sampai sekarang tuan muda belum juga menjatuhkan talak padaku? Aku tersiksa Pi. Aku tersiksa.. Andai kalian tahu seperti apa rasa sakit dihatiku, kalian pastilah tidak akan menekan ku seperti ini. Sungguh! Aku kecewa dengan kalian semua yang mendukung pernikahan jahannanm Ini! Baik, menikahlah sesuai dengan keinginan kalian! Aku tidak akan mengganggu dan juga tidak akan menuntut untuk diceraikan.
__ADS_1
Toh, jika aku pun menolak. Kalian tetap menikah kan nya. Dan kalaupun aku menyetujuinya, belum tentu kalian senang terhadapku. Jadi.. Silahkan lakukan apa yang kalian mau! Terserah! Aku tidak peduli! Selamat untuk pernikahan mu tuan muda! Semoga kamu bahagia!"