Princess Pratama

Princess Pratama
Ummi Mutia Vs Ziana


__ADS_3

Warning!!


Tidak untuk di tiru ye?


❤❤❤


"Kurang ajar!!!!" teriak Ummi mutia lagi saat merasakan sakit yang tida tara karena sudah dua kali Ziana mendorongnya saat ia berusaha mendekati menantu pilihannya itu dna ingin menggamparnya.


Aldo semakin resah melihat itu. "Udah Zia! Cukup! Jangan melawannya! Berdosa sayang!"


Deg!


Ummi Mutia semakin terkejut saat mendengar ucapan Aldo pada menantunya itu. Ia bertepuk tangan yang membuat kedua orang itu segera menoleh padanya.


"Wah, wah, wah.. Hebat ya kamu anak kecil? Sudah menikah tetapi berani berselingkuh secara terang-terangan dengan asisten suami kamu sendiri?! Hebat kamu Ziana Puteri Maulana! Inikah yang diajarkan oleh kedua orang tuamu?? Umur kamu belum genap tujuh belas tahun. Tetapi kelakuan kamu tidak lebih dari seorang ja lang diluar sana! Cih!"


Deg!


Ucapan menyakitkan sekaligus penghinaan untuknya kini dilayangkan untuk Ziana. Istri kedua Kendra. Menantu pilihannya.


Ziana yang tidak terima mendengar hinaan untuknya dan juga kedua orang tuanya membalas ucapan ummi Mutia yang tak kalah sakitnya dari ucapan Ummi Mutia.


"Lantas? Apa yang ingin Ummi lakukan sekarang? Sudah tahu saya seorang ja lang? Kenapa Ummi juga menikahkan saya dengan putri suci Ummi? Seharusnya Ummi berpikir dulu saat ingin menikahkan saya yang seorang ja lang ini. Harusnya anda berpikir ribuan kali jika ingin menikahkan saya dan putra anda. Tetapi tidak! Anda dengan tidak tahu malunya tetap memaksa ja lang ini untuk menerima pernikahan terpaksa yang sengaja anda buat untuk mengikat saya demi obsesi anda! Sebenarnya apa yang anda inginkan dengan pernikahan ini? Huh?!


Anda ingin harta? Kekuasaan yang dimiliki keluarga saya?? Iya? Mimpi anda! Sampai mati pun kami tidak akan menyerahkan tampuk kekuasaan almarhum Opa dan Oma untuk wanita tua durjana seperti kamu!"


Ddduuaaarrr!!!


"Ziana!!!"

__ADS_1


"Apa!!!" balasnya tak kalah keras dari suara Ummi Mutia yang kini dadanya kembang kempis melihat menantu pilihannya yang kini berani melawannya tanpa takut dengan nya.


"Kenapa? Anda tidak suka ucapan saya? Yang saya katakan itu benar adanya bukan? Makanya anda sengaja memaksa saya menikah dengan anak anda yang sudah menikah lebih dulu dengan kakak saya! Seharusnya yang disalahkan disini anda! Bukan saya! Enak saja anda menyalahkan saya! Mana menghina kedua orang tua saya lagi!" ketusnya begitu kesal pada Ummi Mutia yang kini semakin meradang mendengar ucapan menantu pilihannya itu.


"Errrrgghh.. Kurang ajar!! Tidak tahu di untung! Menyesal saya sudah menikahkan putra saya dengan gadis liar seperti kamu! Cuih!"


Deg!


Ziana mengepalkan kedua tangannya yang membuat Aldo segera memeluk istri Kendra itu untuk menenangkannya.


Tetapi Aldo salah. Ziana malah memberontak dari pelukan nya dan mendekati Ummi Mutia yang kini masih meludah ke arah samping menghina dirinya.


"Sudah tahu saya liar, kenapa anda masih ingin menjadikan saya menantu anda? Hem?" tantang Ziana yang membuat Ummi Mutia semakin tidak menentu.


Dada tuanya itu kembang kempis menahan sesak yang akan segera meluap dan lepas kendali. Ziana tersenyum sinis padanya.


"Sialan!" umpatnya semakin kesal melihat senyum remeh Ziana padanya.


Darha Ziana mendidih, "jangan salahakn aku jika bebrbuat kasar padamu Ummi Mutia!"


Aldo melototkan matanya saat melihat Ziana dengan beraninya mendorong Ummi Mutia hingga tubuh wanita itu jatuh tersungkur dan menabrak dinding sama sepertinya.


"Nggak Zia! Sayang! Hentikan! Abang mohon! Jangan mengotori tangan kamu untuk melukai mertua kamu sendiri! Dosa sayang!" cegah Aldo pada Ziana yang kini mendekati Ummi Mutia dan kembali memegangi wanita itu.


Aldo bermaksud ingin melerai keduanya. Tetapi apa yang terjadi? Dirinya malah jatuh kesamping dan pelipis yang tertutup perban itu kembali terbentur dan membuatnya pingsan seketika. Karena keduanya mendorong Aldo hingga terbentur kaki meja.


Kedua orang yang sedang tarik menarik itu tidak sadar dengan kelakuannya itu. Mereka masih sibuk menarik dan menjambak satu sama lainnya.


Ummi Mutia yang sebaya Uwak Lana itu masih kuat tenaganya dibandingkan dengan Ziana yang berbadan kurus tetapi berisi.

__ADS_1


Ziana berulang kali di sentaknya hingga membuat gadis ayu itu jatuh tersungkur tetapi bangkit bisa kembali.


Entah setan apa yang merasuki keduanya hingga bertengkar seperti itu. Keduanya tidak sadar telah mengusik tidur Kendra yang kini menatap keduanya dengan tatapan dingin dan datarnya.


"Lepas! Sialan!!" umpat Ummi Mutia lagi pada Ziana yang kini memiting lengannya hingga ia meringis menahan sakit.


"Tak akan! Anda pantas mendapatkan ini! Bukankah saya seorang ja lang. Nyonya Mutia??"


Deg!


Deg!


Kendra mengepalkan kedua tangannya saat mendengar ucapan Ziana yang begitu menusuk telinga serta hatinya.


Ziana mendorong Ummi Mutia hingga jatuh tersungkur dengan hidung dan bibir lebih dulu mendarat ke lantai hingga mengeluarkan darah.


Ummi Mutia yang tidak senang segera bangkit dan melayangkan tangannya ke pipi Ziana hingga pipi itu terhuyung ke kiri dan sedikit robek di ujung bibirnya.


Ziana menatap Ummi Mutia dengan nyalang. Ia mendekati Ummi Mutia dengan darah yang mendidih sampai ubun-ubun. Segera tangan halus yang sedang emosi itu melayangkan juga gamparan di pipi Ummi Mutia hingga ia jatuh tersungkur tepat di depan dua pasang kaki yang kini mematung melihat Ummi Mutia dan Ziana.


"Ziana puteri Maulana!!" teriak uwak Maura dan segera masuk melewati Ummi Mutia yang tersungkur karena pingsan saking kuatnya gamparan Ziana baru saja. Uwak Lana tertegun melihat Itu. Sementara Uwak Maura segera mendekati Ziana dan..


Plak!


Plak!


Plak!


"Maura!!"

__ADS_1


Bruuak!


"Ya Allah.. Sakitnya.." Lirih Ziana dengan pipi semakin sakit dan juga luka dihatinya semakin menganga lebar.


__ADS_2