Princess Pratama

Princess Pratama
Dilema Pernikahan Kedua Kendra


__ADS_3

"Baiklah, sudah di putuskan. Setelah ini kamu akan menikahi Putri Uwak. Kalau boleh jujur, Uwak berat menikahkan kamu dengan Ziana," Ucpanya yang membuat semua orang kini melihtanya dengan dalam.


"Kenapa wak? Boleh aku tahu alasannya?" tanya Kendra padanya yang kini menghela nafas berat.


"Uwak mungkin salah. Atau memang sangat salah dalam hal ini. Demi mengikuti perjanjian dengan Ummi kamu saat dulu, uwak sampai harus merusak pernikahan kamu dengan Tania. Akan tetapi, setelah Uwak mendengar cerita kamu. Dan juga alasan kamu, kenapa kamu nekad ingin menikahi putri Uwak, maka Uwak bersedia.


Hanya saja.. Pernikahan bukanlah ajang permainan Ken. Jika kamu sudah menikahi Ziana, maka kamu sudah menjadi Imam untuknya walau bersifat sementara. Dan tanggung jawan uwak sudah berpindah padamu walau hanya bersifat sementara.


Baik itu pibadinya, lahirnya maupun batinnya harus kamu penuhi. Uwak hanya tidak yakin, jika kamu tidak bisa melakukan hal itu." Jawabnya sambil menatap lekat wajah Kendra dengan dalam.


"Kenapa Wak? Apa yang Uwak ragukan dariku??"


"Uwak takut.. Kamu tidak bisa berlaku adil kepada keduanya karena cintamu pada Tania. Dan juga bisa saja terjadi suatu hal yang tidak mungkin kita hindari jika kamu sudah halal untuk Ziana. Salah satunya, kamu yang berpaling dari Tania dan memilih Ziana, ataupun Ziana yang sangat menncintai kamu hingga ia tidak rela melepaskan mu. Ataupun kamu berat untuk melepas keduanya."


Ddduuaarr!!


Kendra dan Ziana terhenyak mendengar ucapan Uwak Lana. Ya, Ziana sudah berdiri sedari tadi disana karena ingin mengatakan sesuatu kepasa sang papi.


Tetapi ada hal yang tidak di duga olehnya ialah ucapan sang papi yang membuat seluruh tubuhnya bergetar seketika.


Ia mematung di depan pintu dan menatap Kendra dengan dalam. Ia ingin menunggu jawaban Kendra untuknya seperti apa.


Maka baru ia putuskan, akan ia bawa kemana pernikahan rahasianya ini bersama dengan suami kakak sepupunya itu.


Kendra yang semula terhenyak, kini sudah kembali normal. Aldo menatap datar padanya. Ia tersenyum pada Uwak Lana dan juga semua orang.

__ADS_1


"Aku tidak ingin berbohong dan munafik dengan mengatakan jika kedekatan ku dengan Ziana selama dua minggu yang lalu sudah menimbulkan benih. Benih sayang untuknya sudah tercipta saat pertama kali melihatnya.


Tidak ada yang salah dengan itu Wak. Kita tidak bisa melarang hati kita untuk mencintai siapa. Cinta itu hadir dengan sendirinya tanpa di duga. Dan jika itu terjadi padaku dan Ziana, aku bisa apa? Toh Ziana 'kan istriku? Sah sah saja kan ya jika aku mencintainya?


Banyak loh Wak, di dunia ini posisinya yang seperti aku? Mencintai dua wanita yang berbeda. Itu tidak bisa di elakkan."


"Kamu benar jika masalah itu. Yang jadi pikiran uwak sekarang ini ialah jika kamu mencintai wanita yang berbeda di saat yang bersamaan, akankah kamu bisa berbuat adil terhadap keduanya?


Bukan uwak meragukan mu dalam hal ini. Yang uwak pikirkan saat ini ialah Tania.. Keponakan ku sungguh tersakiti dengan semua ini.


Kamu tidak tahu saja seperti apa luka hatinya Ken. Dia terlihat tegar dan kuat dari luar. Tetapi di dalam ia sangat rapuh. Sama seperti wanita yang lainnya, ia juga tidak ingin membagi cintanya walau itu dengan sepupunya sendiri.


Dan ini?? Kamu akan menikahi adik kesayangannya Ken! Kalian akan disatukan dalam biduk yang sama.


Uwak tidak sanggup membayangkan jika suatu saat keduanya terluka karena kamu, suaminya. Uwak akan sangat meraa bersalah akan hal ini.


Belum lagi, Uwak sangat mengenal Ziana itu siapa? Sekali ia menyukai, maka selamanya ia hanya akan menginginkan itu. Tak akan mau dengan yang lain..


Uwak harap kamu bisa Ken.. Uwak pun berat dengan hal ini. Tetapi karena kamu sangat butuh bantuan Uwak, maka Uwak bersedia.


Lagipula kalian sudah terikat perjanjian konyol itu.." lirihnya tidak berdaya.


Uwak Lana tidak ingin disalahkan dalam hal ini nantinya. Jika suatu saat terjadi pada Kendra seperti yang ia jelaskan di atas, maka ia akan sangat bersalah.


Bukan hanya pada Kenra, Tania tetapi juga putri sulungnya yang telah ia libatkan dalam masalah ini. Tidak mungkin putri sulungnya tidak melibatkan hati dalam pernikahan ini. Sedari dini saja, ia sudah terlihat begitu nyaman bersama Kendra, begitu pun sebaliknya.

__ADS_1


Ya tuhan ku Ya Robbi ya sallim.. Apakah seperti ini takdir ketiga anak manusia yang dilahirkan berbeda ini??


Kendra termenung memikirkan ucapan uwak Lana. Perkataan tidak semudah yang terlihat. Belum dijalani saja sudah terasa berat.


Tetapi ini harus ia lakukan, demi kelangsungan hidupnya dengan Tania dan juga perusahaannya. Biarlah ia di anggap egois, tetapi inilah yang harus ia hadapi. Ia akan berusaha membawa keduanya untuk akur dan baik-baik saja.


"Aku tidak masalah dengan berbagi Wak. Akan aku usahakan untuk berlaku adil. Hanya saja aku tidak sanggup melihat keduanya terluka karena ku. Jika itu sampai terjadi, maka aku beneran gila karena merasa bersalah Wak!"


Deg!


Deg!


Ziana mengepalkan kedua tangannya. Sakit sekali mendengar itu. Ia pun tidak ingin terluka karena suami kakak nya itu.


Akan tetapi, cinta yang baru saja tumbuh dan bertunas, haruskah ia patahkan sebelum menjadi besar yang berujungnya terbakar dan akan merasakan sakit??


Semuanya merasa dilema dengan pernikahan kedua Kendra ini. Sekiranya tidak ada masalah ini, pastilah semuanya tidak akan se pusing ini memikirkam masalah pernikahan yang akan terjadi satu jam lagi.


Ziana mencoba untuk kuat, walau hatinya seperti di iris sembilu. Inilah dirinya. Yang selalu mengutamakan kebahagiaan kakaknya dibandingkan dirinya hingga ia rela berkorban dengan menikahi suami kakak nya sendiri demi bisa membebaskan suami kakak sepupunya itu terbebas dari cengkraman Keluarga jahannamnya itu.


...****************...


Mampir kesini yuk


__ADS_1


__ADS_2