Princess Pratama

Princess Pratama
Kemarahan Tania


__ADS_3

Kendra ingin memeluk Tania tapi kalah cepat dengan Tania yang mendorongnya hingga jatuh terjengkang di ranjang mereka.


Suara lengkingan Tania membangunkan seisi rumah. Tidak pernah sekalipun Tania meninggikan suaranya seperti ini jika ia tidak sedang marah.


Kendra menatap terkejut padanya. Ia kembali duduk dan mendekati Tania yang kini menatap ruangan itu dengan rahang mengetat.


"Hunny.. Dengarkan aku dulu. Kita bisa bicarakan hal ini baik-baik. Kendalikan dirimu."


Tania menatap Kendra dengan nyalang. "Baik-baik katamu?! Bagian mana yang baik? Bagian mana yang kamu anggap baik untuk saat ini! Huh?!" seru Tania lagi masih dengan emosi yang memuncak.


Seluruh keluarga berkeluaran dari kamar mereka. Papi Tama dan mami Annisa serta adik Tania keluar dari kamarnya.


Mereka saling pandang saat mendengar suara lengkingan Tania yang begitu keras saat ini.


"Ada apa? Kenapa kakak seperti itu? Ini pasti ada yang tidak beres. Kita buka paksa Pi, pintunya!" ucap Mami Annisa yang diangguki oleh Papi Tama.


Kedua orang tua itu membuka pintu kamar Tania dengan paksa yang memang tidak di kunci.


Semuanya mematung melihat Tania kini dengan wajah memerah dan tangan terkepal erat hingga buku tangannya memutih.

__ADS_1


"Jika aku tidak takut dosa karena membunuh suami sendiri, maka aku akan membunuhmu saat ini juga tuan muda Kendra Wiryawan! Tega-teganya kau ingin menikah lagi. Tetapi yang menjadi istri keduamu adalah sepupuku sendiri??!!!! Ziana?!! Apakah kau sudah gila tuan muda Kendra??!!"


Ddduuaarr!!


Semua yang ada disana terkejut bukan main. Jantung mereka seperti dipaksa untuk keluar dari tempatnya saking terkejutnya.


"Kau bilang ini baik?? Baik apanya! Huh?! Tidakkah kau tahu jika aku tidak mau dimadu?? Jangankan dengan saudara sendiri! Dengan orang lain saja aku tidak sanggup! Dan ini. Kau ingin menikahi adik sepupuku karena permintaan Ummi dan abi mu dengan alasan ingin melindungiku?? Huh?! Silaaannn!!! Brengsek kau Kendrraaaa!! Aku membenci mu untuk seluruh luka yang kau berikan padaku! Aku membenci mu tuan muda Kendra Wiryawan!! Sangat membencimu!!! Sampai mati sekalipun, aku tidak akan mengizinkan mu menikah lagi baik itu dengan wanita lain ataupun sepupuku jika kau tidak ingin melihat jenazahku mengambang di lautan sana!!! Aaaaa.. Pergi kau dari hidupkuuu!! Aku membencimu Kendra!!! Aku membencimu!!! Pergi kau dari hidupku!! Lepaskan aku jika kau ingin menikah lagi dengan sepupuku!! Jangan siksa aku seperti ini! Aku masih ingin hidup! Aku belum ingin mati! Aku masih ingin membahagiakan kedua orang tuaku!!"


"Tetapi kau!!! Kau mengancurkan segalanya!! Tidaaakkk... Aaaaaa... Aku membencimu hingga putih tulangku! Aku tidak ingin melihatmu!! Pergi kau silaaann!!! Pergiiii!! Aaaaaa..."


Tania mengamuk sejadi-jadinya di dalam kamar itu untuk meluapkan rasa sakit dihatinya.


"Kamu harus melakukan ini Nak. Ummi sudah berjanji pada uwaknya Tania." Ucap Ummi Mutia dengan air mata yang sudah beruraian.


"Ummi yang berjanji, kenapa pula aku yang harus menunaikannya? Tidakkah Ummi tahu bagaimana kalau Tania tahu jika dirinya di madu dengan sepupunya sendiri? Apakah Ummi waras? Nggak! Aku tidak mau menerimanya! Jika sampai Tania marah padaku dan pergi dari hidupku karena Ummi, Maka aku akan beneran gila seperti yang selama ini mereka tuduhkan untukku! Tania hidupku Ummi. Aku bertahan disini karena nya! Bukan karena Janji Ummi! Tega Ummi sama aku!"


Ummi Mutia menggeleng, "Maafkan Ummi Nak.. Ummi terpaksa. Hanya cara ini agar perusahaan kita terikat dengan mereka berdua.."


"Tetapi kenapa aku yang Ummi tumbalkan? Aku tidak bisa menikahi dua saudara sepupu sekaligus! Kenapa tidak saudaraku yang lainnya saja?"

__ADS_1


"Nggak bisa Nak. Om Lana menginginkan kamu yang mejadi pendamping putranya. Ummi bisa apa??"


"Cih! Menginginkan aku untuk menjadi suami putrinya? Lantas bagaimana dengan Tania?? Apakah kalian sudah merencanakan ini sejak awal??" tanya Kendra dengan rahang mengetat.


"Maafkan Ummi Nak.. Semua ini sudah terjadi.. Apapun ceritanya kamu harus menikahi keduanya. Ummi yakin! Kamu bisa adil pada keduanya. Sama seperti abi kamu. Dia bisa berbagi nak.. Kamu pun pasti bisa.."


"Tidak! Sekali tidak, maka selamanya akan tidak! Aku tidak bisa melukai dua gadis sekaligus!"


"Jika kamu tidak bisa melakukannya, maka perusahaan kita yang menjadi taruhannya! Kamu mau??"


Kendra mengalah. Ia mengamuk sejadi-jadinya. Ia mengumpat dan melempari semua barang yang ada disana.


Kendra baru tenang setelah disuntikkan obat penenang ke tubuhnya.


"Aaaaaaaa... Kejam kau Kendra!! Kejaaammm!! Aku benci kau Kendraaa!!! Pergi!! Pergi kau dari hidupku!!! Aku membencimu!!! Aaaaaa..."


Bruukk.


"Tania!"

__ADS_1


__ADS_2