Princess Pratama

Princess Pratama
Season 3 ( Terbongkar )


__ADS_3

Keduanya menatap nanar pada pemandangan di layar projektor itu. Keduanya tidak menyangka jika calon isti keduanya ternyata seorang penipu. Penipu ulung!


Dzaka dan Dzaki terkekeh hambar. "Pantas saja Mami dan Abi begitu menentang pernikahan ini. Ternyata.. Inilah maksudnya? Kenapa? Kenapa kalian tega? Huh?" tanya Dzaki tanpa tenaga melihat pada kedua wanita yang kini menundukkan kepalanya.


"Apakah ini sandiwara kalian berdua? Untuk bisa memasuki keluarga Princess Pratama??" tuduh Dzaka pada kedua wanita yang berdiri menunduk itu.


"Kenapa kalian tega! Kenapa?!" teriak Dzaka begitu meggelegar di dalam ruangan itu.


Oma Annisa menyeringai melihat kedua cucunya kini menangis dan tertawa di saat bersamaan.

__ADS_1


"Inilah akibatnya selalu menentang keinginan orangtua! Enak, di sakiti seperti ini? Bukankah Oma sudah memperingatkannya? Firasat orangtua itu tidak pernah salah, loh," sindir Oma Annisa yang membuat keduanya semakin tergugu dan menangis pilu di belakangnya saat ini.


Suami salah satu dari wanita itu mendekati Dzaka dan memeluknya. "Maafkan saya yang seorang suami gagal mendidik keduanya. Saat keduanya melakukan penipuan ini, saya dan sepupu saya sedang berada di Jerman. Kami baru tahu saat salah satu teman mereka yang mengatakannya. Saya minta maaf, Dzaka!" ucapnya sambil mengurai pelukan keduanya.


Dzaka melihat padanya. "Kenapa harus kami berdua An? Apa salah kami pada istri kalian? Kami tidak tahu jika kalian berdua suami mereka! Mereka berkata jika kalian berdua itu cuma sepupu keduanya!" Ucap Dzaka meluapkan emosinya pada Anton, rekan bisinisnya dari Singapura.


"Maaf, saya benar-benar tidak tahu, Ka. Semua ini pun begitu mengejutkan kami berdua. Kami pikir, kami pergi berbulan-bulan demi untuk bisa menyenangkan hati keduanya, bisa membuat keduanya senang. Ternyata.. Kami salah. Keduanya begitu terobsesi pada kalian berdua hingga rela melakukan apapun! Termasuk menutupi identitas keduanya yang sudah menjadi istri kami," lirih Anton dengan wajah menunduk di hadapan Dzaka.


"Waoww! Hebat kau Nona Aristya! Saya tidak menyangka, kalau kalian berdua itu tak lebih dari seorang penipu ulung! Tega menipu kami yang memang tulus mencintai kalian berdua! Ah, tidak! Mulai hari ini, kalian berdua tidak kami cintai lagi! Kalian berdua hanya dua wanita asing yang mencuri masuk ke dalam hati kami. Apa yang pantas untuk kedua pencuri? Di hukum bukan?" ucap Dzaki dengan nada menyindir kedua wanita yang kini tidak berani melihat pada mereka berdua.

__ADS_1


Dzaki melihat pada semua orang. Semua ruangan sudah kembali terang. Dzaki menatap dingin pada dua wanita itu.


"Karena status kalian berdua merupakan istri orang, maka kami tidak akan menikahi kalian berdua. Pergi! Dan jangan tunjukkan lagi wajah kalian berdua pada kami dalam radius dua kilometer! Jika itu sampai terjadi, peluru ini akan menembus otak dan jantung kalian berdua! Silahkan, pintu ruangan ini di sebelah sana!" tunjuk Dzaki dengan senjata yang kini ada di tangannya.


Semua yang melihat itu ketakutan. Mereka terkesiap kala Dzaki mengeluarkan senjata laras pendek dengan timah panas di dalamnya. Tubuh kedua wanita itu bergetar seketika. Dzaki berbalik dan menatap pada Anton. Anton yang paham, segera membawa istrinya untuk keluar dari sana dengan menyeret paksa keduanya.


Kedua mempelai wanita penipu itu pasrah. Mereka tidak berani membantah sedikit pun. Karena keduanya tahu Dzaka dan Dzaki itu siapa dan seperti apa.


...****************...

__ADS_1


Hehehe.. Othor bawa kisah Dzaka dan Dzaki, ye? Si kembar sulung pun ada, kok.


__ADS_2