Princess Pratama

Princess Pratama
DPBR Nikah dadakan Zayden dan Riya


__ADS_3

Ke esokan harinya.


Kediaman rumah Eyang Alina dan Eyang Yoga saat ini sudah di ramaikan dengan kehadiran keluarga besar mereka yang luamyan banyak. Semuanya pulang ikut mengambil libur demi bisa menemui Maryam. Termasuk Ziana yang kini hamil anak terakhir mereka setelah melaui perdebatan yang lumayan ulet dari suaminya, El.


Semuanya berkumpul. Tak ketinggalan Maldalya dan Satria. Yang tidak bisa hanya Oma Kinara. Beliau saat ini sedang mengurus Alkira yang baru saja melahirkan setelah sekian tahun mereka tidak bisa memiliki momongan.


Acara akad nikah itu sednag berlangsung saat ini. Pak penghulu yang menikahkan Zayn kemarin kembali dibuat tercengang. Ia bingung melihat jika Maryam kini menjadi putri Om Prince. Sedang yang ia tahu, jika Maryam merupakan cucu tunggal Eyang Sukma.


Akan tetapi, pemikiran dan ucapannya itu terbantahkan saat Om Prince dan Eyang Sukma menjelakan yang sebenarnya. Pak Penghuli itu shock bukan main saat rahu fakata jika Maryam puti kandng Om Prince yang selam ini hilang. Lnatas, bgaiaman dengan gadis yang selama ini tinggal bersama mereka berdua?


Om Prince menjelaskan hingga ke detailnya yang membuat pria paruh baya itu tidak bisa berkata-kata lagi. Beliau ahnya bisa menghela napas dan kembali melanjutkan acara nikah dadakan dan tersembunyi itu.


Semuanya berkumpul di dalam ruangan luas 20x20 meter itu. Acara akad nikah itu pun di mulai..


"Baiklah, mari kita lanjutkan acara ini. Untuk zayn, sudah saya nikahkan dan buku nikahnya pun sudah keluar. Sekalian dengan punya Zayden. Keduanya sudah ada di tangan saya. Tinggal tangga tangan kalian berdua saja, ya?" Zayn dan Zayden mengangguk setuju. "Baiklah, mari kita mulai acaranya. Cepat selesai, cepat saya makan! saya lapar! Sedari pagi saya belum sarapan! Ck. Prince sengaja membawa saya kesini masih dalam keadaan mata melek dna memaki sarung!" ucapnya mendengkus kesal sembari melirik wali nikah dari mempelai wanita yang akan menikah siang itu.

__ADS_1


Om Prince terkekeh mendengarnya. Yang lainnya pun demikian. Semuanya sednag merias kedua pengantin wanita untuk mengambil foto dan juga di jadikan bukti kalau keduanya sudah sah sebagai sepasang suami istri secara hukum dan agama.


Pernikahan itu pun dimulai.


"Zayden Putra Wiryawan,"


"Saya, Abi!"


"Saya Nikahkan dan saya Kawinkan engkau dengan putri kandungku Famiriya Prince Arryan binti Prince Arryan dengan mas kawin, sebuah rumah, saham di Wiryawan Group 10% dan perhiasan emas seberat tiga gram dua mili di bayar tunai!" Abi Prince menyentak sedikit tangan Zayden.


Keduanya berdebar tidak karuan. Tubuh keduanya sudah di baluti kebaya putih tulang berbentuk gamis bertaburan mutiara putih yang sengaja di pesan dua minggu yang lalu di butik Eyang Irma yang kini juga sudah tiada.


"Bagaimana saksi? Sah?"


"Sah!"

__ADS_1


"Sah!"


"Barakallahu 'alaikuma fi khairi wabaroka 'alaikuma fi khair.." Pak Penghulu melanjutkan doanya untuk kedua mempelai yang sedang berbahagia itu.


"Alhamdulillah, keduanya sudah sah emnajdi pasangan suami istri. Saya sampai terkejut melihat wajah asli kedua menantu sekaligus keponakan kamu, Nak Prince. Saya kira beneran buluk? Tak tahunya?" Pak penghulu tertawa saat melihat zayn dan zayden melototkan matanya pada mereka semua.


Semuanya tertawa. "saya senagja menutupi paras keduanya yang mirip suami saya Pak Penghulu. Setelah ini pun, keduanya harus menggunakan alat tempur itu lagi. Perjalana keduanya masih panjang. Jia dan Riya masih kecil. Begitu juga dengan keduanya. Akan tetapi, kami senagaj menyatukan keduanya sejak dini agar terhindar dari dosa. Banyak sekali alasan kenapa kami menutupi wajah tampan kedua putra kami," lirih mami Tania yang di peluk erat oleh Onti Alzana.


"Tak apa, Mi. Kami ikhlas memakai atribut itu. Lebih baik menutupi, agar kami terlindungi. Lagipula, kami sudah memiliki istri, wajah tampan kami hanya kami persembahakn untuk istri saja. Tidak untuk orang lain," ucap Zayn sambil tersenyum.


"Benar sekali! Abang tidak kevberatan. Malahan kami puas dengan penampilan itu. Selama du minggu ini kami bisa tahu siapa yang tulus dan tidak saat berteman dnegan kami," timpal Zayden yang diangguki oleh semuanya.


"Baiklah, panggilakn kedua mempelai kita. Keduanya harus duduk di sini. Saya butuh tanda tangan keduanya untuk berkas saya ini. Saya sudah lapar wey!" kelakarnya yang membuat semua orang tertawa di buatnya.


Termasuk kedua pengantin wanita yang kini menggenakan baju yang sama dan juga memkaia riasan yang sama. Serta niqob yang sama.

__ADS_1


__ADS_2