Princess Pratama

Princess Pratama
Balada Kehancuran


__ADS_3

Di seberang pulau dan lautan sana. Kini ada dua orang di dapur Uwak Lana sedang terkejut saat melihat layar laptopnya menghitam dengan tanda seru berwarna merah.


Alaram di laptopnya itu menyala seketika hingga Uwak Lana dan Kendra terkejut bukan main.


"Bi! Kenapa Bi! Ada apa dengan perusahan kita?!" pekik Ummi Mutia saat melihat wajah kaku nya dengan mata melotot menatap layar laptop miliknya.


"Abi!!!" serunya lagi yang tak ditanggapi oleh lelaki setengah baya itu.


Ummi Mutia semakin panik saat melihat layar laptopnya menghitam dan gelap seketika.


Ummi Mutia semakin ketakutan.


"Kevin Wiryawan!! Apa yang terjadi dengan perusahaan kita? Huh?!" pekik nya di telinga Abi Kevin gadungan yang kini menoleh padanya dengan mata menyala marah dan juga rahang yang mengetat.


Plak!


Plak!


Plak!


"Dasar wanita tidak berguna! Gara-gara putra sialan mu itu, perusahan yang aku inginkan gulung tikar dan bangkrut!!"


Plaaaakk


Bruukk..


"Tidaaaaakkk!!! Aaaaahhh.. Sialaaaannn!! Princess Pratamaaaaa!!! Aaahhh... Breng sek!! Sialalan!!! Aaaahh."


Plakk..


Braak..


Pyarr..


Trak..


Uwak Lana dan Kendra terkejut mendengar suara teriakan itu. Mereka berdua berlari menuju ke dapur dimana Ummi Mutia saat ini jatuh terkapar dan tidak sadarkan diri.


Sedang Abi kevin Gadungan itu terus menghujaninya dengan tendangan dan juga lemparan benda keras hingga kepala wanita berhijab itu mengeluarkan darah segar.


Deg!


Deg!


Kendra terpaku di tempatnya berdiri saat melihat Ummi nya di siksa oleh sang Paman saudara kembar dari ayahnya nya yang asli. Abi Kevin Wiryawan.

__ADS_1


Kendra meradang saat melihat jika sang Ummi yang akan ia hempaskan dengan kursi yang ada disana.


"Silaaann!!" umpatnay lagi begitu maaraha pada Ummi Mutia.


Ia ingin menghempaskan kursi kayu itu di tubuh Ummi Mutia, tetapi tidak bisa karena Kendra yang memeganginya.


Plak!


"Kau..!! Dasar anak sialan!! Kau dan Ibu mu sama-sama sialan!! Aarrgghhtt!!!" pekiknya pada Kendra yang kini menatapnya dengan nyalang.


Kendra dengan segera mendorong Abi Kevin gadungan itu hingga membentur dinding yang membuatnya meringis menahan sakit di tulang punggungnya.


Kendra segera merengkuh Ummi Mutia ke dalam pelukannya. Dan saat ia berdiri, kepalanya di hujani dengan bongkahan kursi hingga ia hampir saja jatuh terhuyung kesamping masih dengan memeluk Ummi Mutia.


Kepala Kendra terluka parah dengan darah mengucur hebat di bekas lukanya yang dua minggu lalu baru saja sembuh.


Telinga kanan nya berdenging kuat. Uwak Lana yang melihat itu segera menghujani abi Kevin gadungan itu dengan kaki dan juga tangannya.


Terjadi aksi kekerasan di dalam rumah Uwak Lana itu. Mami maura teriak histeris saat melihat suaminya di pukul dibagian punggung hingga jatuh tersungkur dan pingsan.


Ia segera memeluk suaminya sambil menangis. Kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Abi Kevin gadungan itu. Ia pun melayangkan sebuah Kursi untuk menghantam tubuh Uwak Maura yang kini sedang berusaha menyadarkan Uwak Lana sebisanya.


Abi Kevin gadungan itu menyeringai, "Lebih baik kalian mati semua! Daripada membuat sulit hidupku! Perusahaan ku hancur saat masuk kedalam keluarga ini! Dan itu karena Mutia dan juga putra sialannya itu! Ditambah lagi dengan kehadiran besan sialan ini! Lebih baik kalian semua mati!!"


Duuaarr!!


"Rasakan ini!"


Dor!


Dor!


"Arrgghhttt.."


Dor!


"Aaaarrgghhtt..."


Bruk!


"Astaghfirullah!" pekik mami Maura begitu terkejut saat melihat Abi Kevin jatuh tersungkur di hadapannya dngan nafas memburu hebat dan mata terpejam.


"Ken!" seru Aldo dari belakang tubuhnya.


Kendra menoleh padanya dengan pandangan yang sudah berkunang-kunang. "Iya Al.. Tolong bawa Ummi ke rumah sakit. Papi Lana juga. Dan aku.. Hahhh.. Aku ingin menyusul Tania ke Singapura. Ia saat ini dalam bahaya. Suruhan Paman ku sudah bergerak kesana untuk memburunya.. Al.."

__ADS_1


Brukk.


"Ken!" seru Aldo begitu terkejut saat melihat Kendra tumbang bersama Ummi nya yang saat ini masih berada di pelukannya.


"Ya Allah Ken! Kendra!" seru Aldo pada Kendra yang kini sudah tidak sadarkan diri.


"Tuan!"


Aldo menoleh pada mereka semua yang kini baru saja masuk bersama Ziana yang juga pingsan di gendongan salah satu anggotanya itu.


"Bawa mereka ke markas kita! Semuanya! Panggilkan dokter keluarga Wiryawan! Dan hubungi Tuan Ali yang berada di Singapura! Cepat!" seru Aldo pada mereka semua.


Yang diangguki oleh mereka. Dengan segera anggota Aldo yang berjumlah delapan orang itu, segera membawa Uwak Lana, Uwak Maura yang kini terdiam seperti orang bingung.


Ummi Mutia dan Kendra dibawa oleh Aldo. Serta Pamam Kevan yang menyamar itu juga diringkus untuk dibawa dan ditangkap oleh mereka untuk di kurung di sel mereka.


Aldo sempat kerumah Mami Kinara untuk membawa mereka pergi. Tapi sayang, keluarga itu ternyata sudah lebih dulu pergii sebelum mereka tiba.


Tadi saat Kendra terkejut dengan suara teriakan dari dapur, ia sedang berbicara dengan Aldo. Aldo sedang melaporkan suatu hal tentang perusahaan dan juga ancaman untuk Tania yang kini sudah bergerak menuju ke Singapura.


Kendra yang terkejut segera berlari meninggalkan layar laptopnya yang menyala. Hingga Aldo mengambil kesimpulan. Jika paman Kendra itu sudah tahu apa yang terjadi dengan perusahaan nya.


Aldo bergegas mengumpulkan anggotanya untuk menuju kerumah Uwak Lana yang kini sedang terdengar suara gaduh dari arah dapur.


Aldo yang memang memiliki bakat seorang pembalab segera melajukan mobilnya untuk menuju kerumah Uwak Lana.


Tetapi baru saja setengah jalan, ponselnya berdering jika Ziana saat ini pingsan karena di pukuli oleh orang tidak di kenal. Hingga ia berbalik arah dan menjemput Ziana terlebih dahulu.


Setelah itu barulah Aldo menuju kerumah Uwak Lana. Telat sedikit saja, mungkin Uwak Maura pun sudah tiada di tangan pama Kendra itu.


Ia terpaksa melayangkan timah panas di kaki dan tangan paman Kendra itu hingga ia jatuh tersungkur dan kursi yang ia pegangi menimpa kepala Uwak Maura.


Uwak Maura yang masih terkejut dengan suara senjata api itu masih mematung. Ia tidak sadar, saat kursi itu jatuh menimpa tubuhnya.


Aldo segera mengungsikan se isi rumah itu untuk menuju ke markas persembunyian Kendra selama ini yang tidak di ketahui oleh Paman Kevan itu.


Salah satu dari mereka menghubungi papi Ali. Tapi sayang, nomornya diluar jangkauan yang membuat Aldo semakin gelisah saja.


Dalam kepanikan itu, ia segera membawa semua keluarga uwak Lana untuk bersembunyi sementara paman Kevan dialihkan ke tempat lain. Agar ia tidak tahu tentang persembunyian mereka.


Balada kehancuran keluarga Kendra dan Uwak Lana sudah terlihat. Dan itu baru awalanya saja. Tinggal menunggu, apakah yang dikatakan oleh mami Annisa itu benar adanya atau tidak.


Tunggu saja.


...****************...

__ADS_1


Mampir lagi yok kesini!



__ADS_2