
The Wedding
...Dr. Sritania Puteri Paratama Sp.kj...
...&...
...Kendra Wiryawan, M.B.A.,S.Mb....
Para tamu yang melihat papan Prewedding di halaman Hotel serta spanduk besar yang bertuliskan nama Tania membuat orang-orang terkagum dengan gelar keduanya.
Yang satunya dokter jiwa. Dan yang satu lagi seorang lulusan manajemen bisnis di luar negeri. Tania pernah sekolah di Jakarta dan di Singapura demi gelar itu. Gunanya untuk menyembuhkan suami tercintanya.
Sementara Kendra, ia belajar melalui daring. Mulai dari SMP, SMA, hingga ia kuliah. Semuanya melalui laptop saja tanpa bertatap muka atau yang sering di sebut dengan daring.
Pembelajaran daring adalah sistem belajar tanpa tatap muka secara langsung dengan memanfaatkan komunikasi dan teknologi internet serta dilaksanakan secara online.
Inilah yang Kendra lakukan selama berada dirumah sakit. Dibantu oleh seorang yang bertugas mengurus sekolahnya sampai selesai. Maka itulah hasil dari kerja kerasnya selama ini. Abi Kevin dan Ummi Mutia begitu bangga melihat gelar itu terpampang nyata di nama putra sulungnya.
Putra yang sempat ia kurung karena alasan keselamatannya. Putra yang dianggap gila karena kecerdasan otaknya dalam berbisnis. Kendra merupakan keturunan Jenderal Kendaraksa yang jiwa dan otaknya sangat pintar berbisnis sedari muda.
Karena orangtuanya menginginkan beliau untuk jadi TNI, maka beliau mengikutinya. Selain itu, beliau juga menekuni ilmu bisnis dengan cara belajar daring, tanpa tatap muka. Hingga gelar itu ia dapatkan dan sangat membuat orangtuanya terkejut bukan main dengan prestasi yang ia dapatkan.
__ADS_1
Maka jangan heran jika keturunan kedua Kendaraksa seperti Kendra bisa sepintar itu. Satu kelemahan Kendra. Sekali ia jatuh cinta, maka ia akan terus mengingat apa yang dicintainya itu. Kendra akan lemah jika berhadapan dengan cinta.
Karena dirinya yang tidak merasakan cinta sedari kecil, membuat dirinya haus akan kasih sayang seorang wanita. Dan tanpa diduga olehnya, ia bertemu Tania saat dirinya berumur tujuh tahun dan disaat berumur dua belas tahun.
Cinta.
Satu kata yang sangat menakutkan dan juga membahagiakan bagi yang merasakanya. Sama seperti Kendra dan Tania. Pertemuan mereka yang terjadi beberapa tahun silam, membuat keduanya menyimpan cinta di hati masing-masing hingga berujung dewasa.
Dan bertekad akan menemukan cinta itu bagaimanapun caranya. Inilah yang terjadi saat ini. Keduanya sudah menyatu dalam tali ikatan pernikahan yang sudah terikat takdir.
Kembali ke acara Tania dan Kendra.
Waktu menjelang maghrib, maka semua tamu harus melaksanakan tugas mereka. Bagi yang muslim. Yang Non muslim, tetap menunggu di dalam ruangan itu.
Tania dan Kendra sedang dirias menggunakan baju adat jawa saat ini. Untuk adat Aceh pukul sepuluh malam. Karena acara resepsi itu akan berlangsung sampai pukul 3 pagi menggantikan siang hari karena Tania yang sakit.
Waktu yang tepat bagi Tania untuk kejutan yang sudah ia siapkan sejak tiga bulan yang lalu. Tania begitu cantik dengan baju adat jawanya. Kendra pun demikian. Keduanya berjalan keluar setelah MUA menyelesaikan riasan terakhirnya.
Keduanya berjalan beriringan dengan si kembar Zayn dan Zayden di depan mereka. Kedua bocah tampan itu sebagai pembuka jalan bagi kedua orantuanya.
Sampai di depan pintu hotel yang tertutup, keduanya berdiri tegak dengan senyum semakin lebar saat pintu di buka dari dalam.
__ADS_1
Semua tamu bersorak sorai melihat kedua bocah kembar mirip Kendra itu menuntun orangtuanya ke pelaminan yang sudah di sediakan.
Tania tersenyum saat jepretan kamera terus menuju ke keduanya. Kendra terus memperhatikan bocah kembar yang sednag berjalan dengan gaya coolnya itu.
Sesekali saling sikut, sekali juga saling dorong. Hingga Kendra reflek ingin berlari dan menangkap kedua putranya itu.
Semua tamu yang melihat itu tertawa karena tingkah si kembar. Saat kedua pengantin sudah tiba di pelaminan, maka tamu pun mulai menyalaminya untuk mengucapkan selamat pada mereka berdua.
Banyak tamu yang datang. Mulai dari keluarga, sahabat Tania, rekan kerja serta teman jauh Tania pun turut di undang. Kendra yang tidak memiliki teman akrab selain Aldo tidak bersedih dengan itu. Ia malahan tersenyum saat melihat Tania tertawa pada semua teman-temannya.
Acara terus berlanjut hingga pukul dua belas malam.
Untuk sejenak mereka berhenti. Tania yang sudah siap dengan kejutannya segera memberi kode pada Uwak Ira yang diangguki olehnya.
"Let's Party, now!"
Ddduaaar!
Dduuaarr!
Kendra terkejut saat mendengar suara petasan dna kembang api di dalam ruangan yang tiba-tiba gelap gulita.
__ADS_1
"Eid milad sa'id Suamiku Kendra Wiryawan!!"
Ddduuuaaarrr!!