Princess Pratama

Princess Pratama
DPBR Pernikahan kedua si kembar sulung


__ADS_3

Mengingat ucapan istrinya, lagi dan lagi keduanya hanya bisa terdiam merenung di depan jendela yang mengarah langsung ke jalan raya komplek perumahan mereka.


Keduanya terus emlamun hingga tanpa sadar, keduanya tersentak saat tangan halus dan lembut mengusap kepala keduanya.


"Mami,"


"Abi," ucap Zayn dan Zayden bersamaan saat melihat siapa yang menyentuh kepala keduanya.


Mami Tania dan Abi Kendra tersenyum. Lelaki tampan mirip dengan keduanya itu terkekeh melihat kegalauan putra sulungnya itu.


"Kenapa? Masih memikirkan kedua mantan istrimu? Ingat, besok kalian akan menikah dengan Rossa dan Dina!" ucap Abi Kendra sengaja memancing keduanya untuk berbicara.


Keduanya hanya tersenyum tetapi, terlihat jelas begitu sendu.


"Kenapa, Nak? Apakah kamu keberatan dengan pernikahan ini? Atau kalian ingin membatalkannya? Jika iya, mamai akan meminta tolong Opa Lana untuk bisa membantu kalian berdua?" ucap mami Annisa pula pada kedua putranya.


Ia tidak sampai hati melihat kedua putranya seperti itu. Hati kecilnya ingin jujur. Akan tetapi, abi Kendra mengedipkan matanya dan memberikan peringatan agar tidak terlalu banyak bicara.


Wanita cantik yang masih terlihat cantik itu, hanya bisa menunduk dan menghela napas panjang. Ini pun sulit untuknya.

__ADS_1


"ya, sudah. Kalian istirahat saja. Mami harap, kalian sudah siap untuk pernikahan besok,"ucapnya seraya berlalu dan meninggalkan Abi Kendra yang kini menatap nanar punggung mami Tania hingga hilang di balik pintu.


Bukannya mami Tania pergi. Ia malah menguping di samping pintu dan bersender di dinding kamar si sulung.


Abi Kendra menghela napasnya. "Abi tidak bisa mengatakan apapun saat ini. Abi hanya bisa bilang, jangan marah pada keputusan takdir. Karena setiap yang tertulis sudah ada jalannya masing-masing. Seperti perpisahan kamu dan kedua istrimu. Anggap saja, kalian berdua sedang latihan hati dan melatih diri untuk menjadi lebih dewasa lagi. Abi pernah di posisis kalian berdua, bahkan abi lebih parah lagi. Abi sampai gila saat mami kalian meninggalkan abi dulunya. Tetapi, kalian berbeda. Abi bisa melihat, jika kalian berdua begitu tegar menghadapi ini. Pesan abi, tetaplah seperti ini. Janagna biarkan rasa bersalah itu mengahntui hat dan pikiran kalian berdua. Sebab, jika pikiran dan hati sudah terganggu, tak ada gunanya lagi obat untuk bisa menyembuhkan kalian berdua. Sebelum itu terjadi, maka ingatlah ini. Allah tidak akan menguji sutu kaum melebihi batas kemampuan hambanya. Abi harap, kalian bisa dan paham. Ya? Abi keluar dulu," imbuhnya segera berlalu setelah memberikan pencerahan sedikit pada kedua putranya itu.


Sebelum menutup pintu, Abi Kendra kembali menoleh. "Ingat, Nak. Semua yang terjadi merupakan sesutu yang akan menghubungkan kamu berdua dengan masa depanmu. Apapaun yang terjadi hari ini dan besok, semuanya untuk masa depan aklain berdua. Percayalah," ujarnya lagi sembari menutup pintu dan mendekati mmai tania serta merangkul erat pundak mami Tania yang kini bergetar karena menangis.


Dua pemuda tampan itu tertegun sejenak. Benar, setiap yang terjadi pasti memiliki alasannya. Begitu juga dengan keduanya. Zayn dan zayden saling pandang dan tersenyum bersama.


"Semoga kita kuat, Bang." ucap Zayden


"Ya, semoga kita bisa! Abang hanya berharap, jika pernikahan ini tidak akan terjadi besok pagi. Dan kita, bisa menuntut ilmu lagi dan menjemput istri kita nanti. Atau kita berdua harus mapan dulu baru menemui mereka? Bagaimana menurutmu?" tanya Zayn pada zayden yang tersenyum tipis padanya saat ini.


"baiklah, kita lihat saja besok. Semoga masih ada kesempatan untuk kita berdua," lirih Zayn begitu lesu.


"Ya, semoga saja." Timpal Zayden sambil mata menatap lekat pada layar ponselnya yang menunjukkan gambar Riya yang terpampang jelas di ponselnya.


*

__ADS_1


*


*


Keesokan harinya.


Semua keluarga sudah berkumpul di Hotel yang sudah kedua orangtua Rossa dan Dina tentukan. Semua keluarga ikut hadir di sana. Semuanya terkecuali ummi Alzana dan Abi Prince.


Kedua orang itu tidak bisa hadir karena jarak mereka yang jauh dan berbeda. Pernikahan Zayn dan Zayden di lakukan di tempat tinggal kedua calon istri kedua mereka yaitu di Jakarta. Bukan di Medan. Tadi malam, semua keluarga terbang ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan kedua untuk Zayn dan Zayden.


Tak ada yang bahagia dengan pernikahan ini. Wakjah semua keluarga datar dan tidak terbaca. Apalagi sang mempelai. Keduanya begitu datar dna dingin saat ini. Berbeda ketika menikahi Riya dan Jia. Wajah keduanya begitu berseri-seri.


Mmai Tania menatap datar pada calon mennatunya yang kini sedang duduk di samping kedua putranya. Senyum keduanya tidak pudar sedikitpun. Begitu indah dan berseri-seri. Berbanding terbalik dengan kedua mempelai prianya.


Pak Penghulu sampai menyindir kedua pengantin itu. Tetap saja, datar dna dingin. Aura keduanya seperti tak bisa di sentuh saat ini. Rossa dan Dina bisa merasakan hal itu. Akan tetapi, keduanya sudah bertekad. Apa yang menjadi keinginan keduanya harus terpenuhi hari ini.


Suara akad yang bergema di seluruh ruangan itu bergema dengan lantang saat Zayn dan Zayden mengucapkan ijab atas nama keduanya. Semuanya merasa bahagia.


Impian yang kedua gadis itu sudah terlaksana. Keduanya sangat, sangat bahagia. Berbanding terbalik dengan Zayn dan Zayden kini begitu menakutkan wajahnya ketika di lihat. Mereka berdua ( Rossa dan Dina ) tidak tahu, jika keduanya sednag dalam bahaya saat ini.

__ADS_1


Mereka sedang mengganggu singa yang terlelap. Maka tunggu saja, keduanya akan di cabik-cabik serta di habisi oleh singa yang kini siap menerkam keduanya.


Ada yang tahu apa yang selanjutnya terjadi? Dua lagi nyusul! Kita lompat waktunya ye?


__ADS_2