
Fajar menyinsing menyinari bumi dengan cahaya hangatnya. Rintik embun berjatuhan di dedaunan yang ada di halaman rumah sakit Jaya Medika milik Dokter Dimas.
Dokter Kenan dan Bella sedang membawa jalan-jalan Kendra menuju ke taman. Semalaman Kendra mengamuk dan mengigau memanggil Tania yang katanya datang ke kamarnya dalam wujud yang sangat cantik.
Pipi chubby, pipi putih bersih, saat tersenyum manis padanya, gigi gingsul sang istri begitu terlihat manis padanya.
Kendra yang tidak tahan dengan perasaan rindunya segera memeluk Tania. Tetapi apa? Ia bermimpi! Bermimpi Tania datang kembali padanya setelah dua tahun lamanya.
Ya, Kendra sudah dua tahun lebih berada di rumah sakit milik Dokter Dimas. Ia tidak mau diobati oleh dokter manapun.
Kendra hanya ingin Dokter Kenan dan dokter Bella saja. Kedua orang itu tidak keberatan. Mereka pun dengan senang hati mengurus Kendra dengan baik.
Tak tanggung-tanggung. Dokter Dimas sebagai pemilik rumah sakit diaman Dokter Kenan bekerja berusaha mencari pakar penyakit jiwa ini hingga ke Jerman. Tempat dimana Prince saat ini berada. Dari Prince sendirilah yang ia bisa menemukan ide untuk bisa menyembuhkan Kendra.
Karena apa?
Karena Prince merupakan seorang dokter ahli kejiwaan yang saat ini menetap di Jerman. Dari Prince lah Dokter Dimas belajar banyak bagaimana cara mengatasi Kendra. Yang ia salurkan kepada Dokter Kenan.
Prince merupakan putra sulung Uwak Ira yang gagal menikah dengan sepupunya, Alzana yang kini masih betah tinggal di Aceh.
__ADS_1
Ia pun sama seperti Prince juga. Belum menikah hingga saat ini. Kedua orang yang saling mencintai itu masih betah dengan kehidupannya sendiri dan sibuk menjalani kehidupan dengan tugasnya sebagai seorang dokter.
Dokter Dimas begitu senang saat melihat perubahan yang terjadi pada Kendra. Sudah lumayanlah daripada tahun lalu yang dirinya begitu terpukul dan sering mengamuk tidak jelas karena mengingat kedua istrinya yang kini entah berada dimana.
Dokter Kenan membawanya ke taman rumah sakit dimana ada sebuah taman khusus untuk pasien yang memiliki balita jika sedang dirawat disana.
Taman itu merupakan taman yang sengaja dibangun untuk anak-anak mereka yang kini sudah berjumlah delapan orang.
Saat keduanya dirumah sakit, maka para baby sitter yang mengurus kelima anak mereka yang masih kecil itu, membawa mereka ke taman itu. Taman khusus buatan untuk anak-anak mereka jika kedua orangtuanya sedang bertugas dirumah sakit.
Dokter Kenan duduk menekuk satu kakinya dihadapan Kendra yang kini semakin kurus. Pipinya begitu tirus. Sudah seperti kerangka saja. Belum lagi jambang dan jenggot serta kumis yang semakin tebal tumbuh di wajahnya membuat Kendra terkesan begitu menyeramkan saat dipandang.
Kendra makan dengan lahapnya. Seperti orang yang tidak pernah makan sama sekali. Dokter Kenan dan Dokter Bella terkekeh melihatnya.
"Pelan-pelan Bang. Nanti kamu keselek loh.. 'kan bahaya? Nanti kamu jadi nggak bisa ketemu Tania dong?" godanya yang membuat Kendra memelankan makannya.
Dokter Kenan tersenyum. "Makan yang banyak. Kamu harus cepat sembuh jika ingin bertemu Tania. Apakah kamu sudah tahu jenis kelamin anakmu, Ken?"
"Udah Om, dia, dia, dia laki-laki! Sepertiku! Sangat, sangat, sangat tampan! Hahahaha.." Jawab Kendra dengan mulut penuh makanan dan sambil tertawa pula.
__ADS_1
Dokter Bella terkekeh. "Pastilah kedua putramu itu sangat mirip denganmu, hem?"
Kendra mengangguk antusias. Ia kembali mengunyah makanan itu hingga habis tak bersisa. Ia juga minum obatnya dengan cepat yang diberikan oleh dokter Kenan. Yang membuat kedua orang itu tersenyum haru melihat perkembangannya.
Obat yang dikirim langsung dari Jerman oleh Prince untuk kesembuhannya yang sudah lumayan. Walau sesekali masih berhalusinasi, itu wajar. Kendra belum sepenuhnya sembuh.
Ia masih harus banyak minum obat. Selama dua tahun kehidupannya ini hanya terus obat yang ia minum demi menormalkan pikiran dan hatinya yang terguncang akibat rasa bersalahnya.
Prince sudah mengatakan jika Kendra sembuh, apabila Tania sendiri yang melihatnya. Tetapi itu tidak mungkin. Papi Tama dan Mami Annisa seolah menutup rapat tentang keberadaan Tania yang katanya masih hidup.
Entah takdir keberuntungan apa hingga membuat Dokter Kenan sudah bertemu dengan suami dari keponakan istrinya itu.
Dokter Kenan sendiri sudah pernah bertemu dengannya saat di Jerman saat ia ingin bertemu dengan Prince untuk berkonsultasi langsung dengan Prince tentang masalah Kendra. Dan dari Prince lah mereka tahu jika Tania sampai saat ini masih hidup dan sangat sehat. Bahkan semakin cantik.
Inilah yang selalu hadir di dalam mimpi Kendra selama dua tahun ini. Ia melihat Tania bersama kedua putranya datang ingin menemuinya. Apalagi wajah putranya itu begitu mirip dengannya.
Bagai pinang dibelah dua. Dokter Kenan begitu terharu melihatnya. Tania tidak bisa mengelak lagi saat ia bertemu dengan Om nya itu. Suami dari tantenya sendiri. Tante Bella. Adik kecil kesayangan sang mami dan Uwak Lana.
Tania begitu terkejut saat mengetahui jika Kendra kini mengalami gangguan jiwa sudah dua tahun lamanya. Tania sempat pingsan dan shock berat saat melihat video Kendra langsung dari tante nya sendiri yang membuatnya bertekad ingin kembali setelah perusahaannya yang kini ia pimpin bersama mami Annisa sudah stabil.
__ADS_1
Dan menurut perkiraan Dokter Kenan, besok Tania dan kedua putranya akan segera kembali ke Medan didampingi langsung oleh Mami Annisa dan juga Papi Tama.