
Jawaban Kendra dengan mata menyipit tajam membuat Aldo melengos ke arah lain. "Jangan macam-macam Al!" tekannya pada Aldo yang kini mendengkuspadanya.
"Mana ku tahu jika dia sudah menikah. Emang sih tujuan aku itu kesini. Ingin mencari tahu keberadaannya. Karena dua hari yang lalu aku ketemu Yusuf dan dia bilang jika Tania kesini. Makanya aku susul kesini. Sekalian mau ngomong dengan mami dan papi nya."
"Untuk apa?" tanya Kendra dengan wajah datarnya.
Aldo terkekeh, "Ya untuk melamarnya lah! Emang kamu pikir untuk apa lagi aku kesini??" ledeknya pada Kendra yang kini menatapnya denga dingin.
Tania mendengkus, "Sudahlah Bang Aldo! Aku tak berminat dan berniat menduakan suamiku! Kendra satu untuk selamanya!" ketus Tania mendadak kesal mendengar ucapan Aldo untuknya. Kendra tersenyum sinis pada Aldo. Sedang tersangka, malah terkekeh-kekeh.
Tania mendengkus lagi. "Ayo ah bang! Kita pulang!" ketus Tania lagi.
Moodnya sedang tidak baik saat ini. Kendra tersenyum dan mengangguk. "Untukmu, ratuku! Ayo!" ajaknya pada Tania yang segera bangkit dan meninggalkan Aldo yang terkekeh tetapi hambar.
Ia menatap nanar pada Tania yang kini bergelayut manja di pinggang Kendra sedang Kendra juga memegang bahunya.
Keduanya berjalan sambil sesekali tertawa. Kadang Kendra bergeser sedikit karena Tania mencubit pinggangnya.
Keduanya berjalan sambil tertawa bersama. Aldo tersenyum kecut melihatnya.
"Kamu sangat beruntung Ken.. Bisa mendapatkan kuntum bunga yang tersimpan di dalam daun yang begitu rapat. Aku yang sedari dulu menyukainya saja tidak pernah sekalipun ia gubris.
Aku mencintainya dalam diamku selama bertahun-tahun. Bukan tidak pernah aku utarakan. Pernah, tetapi Tania menolaknya.
__ADS_1
Ia bilang, jika ia sedang menunggu seseorang. Dan orang itu ternyata.. Kamu Ken. Kamu orangnya yang selama ini ia tunggu.
Tania mengunci rapat hatinya karena sangat mencintaimu. Bukan sedikit orang yang menyukai Tania ketika kami satu pesantren di Medan dulu.
Banyak Ken. Banyak sekali. Tetapi tetap saja. Pilihannya jatuh sama kamu. Kamu beruntung sekali Kendra.. Sangat beruntung. Semoga aku pun bisa mendapatkan seorang wanita yang sama seperti tania.
Walau ku tahu, akan sulit untuk menghilangkan rasa ini. Tetapi aku akan berusaha. Ada Allah tempat aku meminta pertolongan. Agar rasa ini terhapus untuknya.
Semoga saja.
Selamat berbahagia untuk kalian berdua. Walau sakit, akan tetap aku jalani. Lebih baik aku segera kembali ke hotel.
Besok, kita bertemu lagi." Lirihnya dengan buliran bening yang sudah mengalir di sudut matanya.ia segera berlalu mengikuti Kendra dna tania yang sudah lebih dulu menuju ke hotel. Sedang diriya harus menyewa kang ojek untuk mengantarnya kembali kesana.
Seseorang dibalik dinding itu menyeringai.
Hingga kericuhan yang terjadi tadi.
Sementara Tania dan Kendra yang sudah lebih dulu tiba di hotel, segera berganti baju, kemudian sholat isya.
Setelahnya keduanya langsung tidur. Tubuh keduanya begitu lelah karena terlalu lama diluar sana.
Bukan hanya berjalan saja. Tetapi juga beraktivitas eperti yang mereka lakukan tadi malam. Kendra yang baru merasakan manisnya madu itu, ingin lagi dan lagi.
__ADS_1
Ke esokan harinya.
Tania yang berniat ingin pesan sarapan pagi ke restoran hotel, segera keluar dan menuju tempat itu.
Sementara Aldo yang juga ingin memesan sarapan pagi pun segera turun ke restoran. Keduanya berpapasan di dalam sana.
"Eh, bang Aldo?? Kamu nginap disini juga ternyata!" sapa Tania pada Aldo yang juga mengitu langkahnya masuk ke dalam restoran.
Aldo tersenyum padanya, "Iyalah neng Tania.. 'kan udah Abang bilang kemarin sama suami kamu. Tujuan Abang kesini ingin bertemu kamu dan juga orang tua kamu. Eh, tak tahunya kamu malah yang mengejutkan Abang. Sampai Abang sport jantung dengan kelakuan kamu!" balasnya dengan wajah merengut masam.
Tania tertawa. "Lantas, Abang kecewa gitu??" pancing Tania.
Ia ingin tahu ada hubungan apa antara Kendra dan Aldo hingga kedunya saling kenal.
Aldo berdecak. "ya iyalah Abang kecewa Tania.. Kamu sih, dulunya nolak Abang melulu! Tak tahunya, kamu sengaja menolak kami karena si kutu kupret sialan itu!" ketus Aldo pada Tania yang membuat istri Kendra itu tertawa.
Kendra yang baru tiba di pintu restoran itu tersenyum melihat interaksi Tania dan Aldo yang kini berwajah masam padanya.
Kendra terkekeh. Ia segera mendekati Tania dan Aldo. Tetapi langkah kaki yang sudah hampir menemui keduanya terhenti saat mendengar pertanyaan Tania pada Aldo.
"Maaf bang Aldo. Aku penasaran dengan hubungan kalian berdua. Sebenarnya kamu ada hubungan apa dengan bang Kendra??"
Deg!
__ADS_1
Aldo terkesiap mendengar pertanyaan Tania. Ia mendadak salah tingkah. "Emm.. I-itu.. Kami hanya rekan! Ya rekan! Hah. Betul itu rekan!" jawabnya terbata dengan mata bergerak cepat kesana kemari.
Tania menaikkan sebelah alisnya melihat tingkah Aldo yang terkesan menyembunyikan sesuatu darinya.