Princess Pratama

Princess Pratama
Berita buruk


__ADS_3

Ummi Mutia terhenyak kala melihat tatapan Ziana yang kini begitu nelangsa padanya. Dokter Umar menghela napasnya.


"Ini berlaku untukmu Mutia! Jangan terus kamu tekan putramu demi perusahaan kalian yang sudah bangkrut itu! Cukup sudah, dirinya menderita! Jika Kendra dulu sudah pernah sekali seperti ini, maka bisa dipastikan.


Jika kamu kembali menekan putramu dengan perkataan ataupun perbuatanmu yang membuat jiwa dan pikirannya kembali terguncang.. Maka Kendra akan gila beneran. Seperti yang Tania katakan pada Ziana dulunya!


Putra kamu sakit Mutia! Jadi berbaik hatilah mengurusnya! Paham?" tekan dokter Umar pada Ummi Mutia yang kini terkejut sekaligus shock dengan fakta yang baru ia dengar dari mereka semua.


"Duduk dulu Kak. Ayo!" ajak Uwak Maura yang diangguki oleh wanita sebaya Uwak Lana itu.


Mereka pun kembali duduk di kursi yang tersedia dibalkon itu. Ummi Mutia menatap nanar pada Uwak Lana yang kini juga menatapnya.


"Kenapa kamu kembali? Bukankah kamu saat ini sedang di markas Kendra?" tanya Uwak Lana yang diangguki oleh Ummi Mutia.


"Ya, aku kembali karena ingin mengatakan kalau.. Kalau.." ia berhenti dan menunduk tidak berani melihat Uwak lana yang kini menatapnya dnegan dingin.


"Katakan Tia! Jangan berbelit-belit!"


Deg!


Jantungnya berpacu dengan kuat saat ingin menyampaikan berita buruk tentang seseorang yang ditawan Aldo kini lepas dan tidak tahu pergi kemana.


Mereka sudah mencarinya selama seminggu ini. Tetap saja. Jejaknya seperti hilang di telan bumi.


"I-itu bang.. Ka-kalau-,"


"Bicara yang jelas Mutia Wiryawan!" potong Uwak Lana yang membuat Ummi Mutia sedikit terkejut sampai tubuhnya berjingkat kaget.

__ADS_1


"Emm.. I-itu Ke-kevan me-melarikan diri dari tahanan yang dikurung Aldo. Sudah seminggu ini dia kabur. Kami sudah mencarinya ke seluruh pelosok. Tetap saja, ia tidak kami temukan. Aku takut, kalau dia kesini dan menemui Kendra.."


Deg!


Deg!


"Ya Allah.. Kenapa bisa mutia?! Apa yang kamu lakukan selama disana? Sampai Kevan kabur pun kamu tidak tahu? Huh?" sentak Uwak Lana yang membuat Ummi Mutia terjingkat lagi.


"Ka-kami su-sudah berusaha Bang Lana! Tetap saja. Saudara kembar bang Kevin tidak kami temukan! Kami harus mencari kemana lagi? Sudah seluruh pelosok kota Medan ini kami cari. Tetap saja. Ia menghilang bagai di telan bumi!" balas Ummi Mutia tak kalah tingginya dari suara Uwak Lana.


Walau sedikit terbata, tetap saja ia bisa membalasnya. Matanya menunduk takut dan tidak ingin melihat Uwak Lana yang kini matanya memerah dan menyala dengan rahang yang mengeras dan gigi terdengar menggelutuk.


Membuat Ummi Mutia merasa takut padanya.


"Lantas? Kenapa kamu kembali? Kenapa kamu tidak menghubungi Aldo saja? Apakah anggota Aldo sudah tidak bisa lagi mencarinya? Berapa banyak anak buahnya? Sampai satu orang saja kabur tidak bisa ditemukan?!" seru Uwak Lana semakin gusar saja.


Kehidupan Kendra tergantung Kevan yang terkurung disana. Jika ia lepas, bisa dipastikan. Kendra lah orang pertama yang akan ia temui setelah dirinya lepas dari tahanan yang Aldo buat untuknya.


Entah bagaimana ceritanya sampai Paman Kevan bisa kabur dari penjara yang dibuat khusus untuknya itu. Pastilah ada sesuatu yang membuatnya lepas dari sana. Ataupun ada orang dalam disana bersamanya.


Uwak Lana mengusap wajahnya dengan kasar. Rasa takut hinggap dihatinya. Mengingat dirinya sendiri saat ini. Sementara papi Ali, masih berada di Singapura demi menyelesaikan masalah di perusahaan EAP Group.


"Ya Allah Tia! Apa yang harus aku lakukan sekarang? Ali sedang tidak di tempat! Aku tidak akan khawatir dan setakut ini! Kamu tahu sendiri 'kan Tia? Bagaimana suami gadungan kamu itu memanipulasi keadaan? Jika kita yang diserang, tak apa.


Tapi ini sasarannya Kendra, Tia! Putra sulung kamu sedang dalam bahaya saat ini. Tubuhnya belum kuat untuk melawan. Pikirannya masih terganggu. Sedangkan jiwanya terguncang akibat kematian Tania.


Yang aku takutkan ialah.. Kalau Kevan akan menekan Kendra melalui hati dan pikirannya. Yang membuat Putramu itu semakin tertekan dan akhirnya berujung gila!"

__ADS_1


Ddduuaaarrr!!


Ummi Mutia terkesiap mendengar ucapan Uwak Lana yang memang benar adanya.


"Ta-tapi Bang. Kenapa dia harus menekan Kendra? Bukankah yang di incar olehnya tandatangan Kendra?" sela Ummi Mutia yang kini wajahnya begitu pias mengingat suami gadungannya itu.


Uwak Lana menjengut kepalanya dengan kasar yang membuat Ummi Mutia kembali terkesiap melihat kelkauannya itu.


"Ada hal yang tidak kamu ketahui Tia. Hanya aku dan Kendra yang tahu. Saat ini Aldo sedang di Singapura mengurus perusahaan Kendra. Aku takut, jika ia mengambil kesempatan dari kelemahan Kendra yang kini sedang tidak stabil dan masih dirundung duka.


Ia akan memanfaatkan Kendra dan membuat putramu menjadi gila! Yang otomatis, perusahaan Kendra akan berpindah tangan segera padanya!"


"Tapi bagaimana itu mungkin bang? Secara kan perusahaan itu sudah bangkrut?"


"Memang terlihat bangkrut, tetapi masih bergerak melalui orang dalam! Dan kamu tahu Tia? Siapa yang membantu Kendra selama ini??"


Ummi Mutia menggeleng tanda tidak tahu.


"Adikku! Annisa dan Kinara! Yang di pimpin langsung oleh Tania. Istri Kendra sendiri!"


Ddduuaarr!


"Apa?! Nggak! Itu nggak mungkin!" kilah Ummi Mutia yang tidak percaya akan kebenaran yang baru saja Uwak Lana sampaikan padanya.


...****************...


__ADS_1


__ADS_2