Princess Pratama

Princess Pratama
DPBR Sama-sama cemburu


__ADS_3

Zayn dan Zayden mengepalkan tangan mereka. Si gadis kecil itu mendekati keduanya dan memeluk mereka satu persatu tak peduli sang Ustadzah melototkan matanya melihat pada santriwatinya itu.


"Hiks.. Kangen Abang! Abang jahat! Kemana kalian selama empat tahun ini? Kenapa nggak pernah pulang kesini? Tiap kali ke Medan, kalian selalu di luar negeri! Enak banget, ya, di luar sana? Huh?" seru gadis kecil itu.


Zayn terekeh, ia mengurai pelukannya dari tubuh adik sepupu kecilnya itu. "Mana ada enak di luar sana. Enakan di sini dan di Medan. Abang pulang karena merindukanmu." Jawab Zayn yang membuat sepupu kecilnya itu cemberut.


Zayn beralih menatap dua gadis yang kini menatap datar padanya. Zayden melangkahkan kakinya menuju salah satunya. Begitu juga dengan Zayn. Keduanya berjalan berlainan sisi.


Jika Zayn ke kanan, maka Zayden ke kiri. Kedua pemuda di samping gadis cantik tertutup niqob itu mengernyitkan dahinya.


Keduanya kini berdiri di hadapan sang empu yang mendongak melihatnya. Sedang yang di tatap, menatap dingin pada pemuda yang kini berdiri di samping istrinya saat ini.


"Kita butuh bicara!" tegas Zayn tidak mau di bantah.


Laki-laki yang berada di samping istri Zayn itu mengernyitkan dahinya.


"Siapa mereka, Dek?"


Deg


Deg


Bergemuruh hebat jantung Zayn saat mendengar tuturan lelaki itu pada istrinya.


"Anda tak perlu tahu siapa saya, tujuan saya datang kesini ingin berbicara dengannya. Apa hak anda ingin tahu dan ikut campur?"


Deg


Ucapan Zayn baru saja begitu pedas terdengar di telinga pemuda yang kini masih menatap lekat pada Zayn.


"Saya lelaki yang sedang menjalani proses ta'aruf dengan gadis ini? Apa hak anda berbicara seperti itu? Anda bukan siapa-siapanya bukan? Kalau saya, jelas!" balas laki-laki itu.

__ADS_1


Zayn tergelak keras. Ia menatap tajam pada lelaki itu. "Oh, ya? Proses ta'aruf, ya? Benar begitu, Sayang?"


Deg


Deg


Laki-laki itu membulatkan matanya saat mendengar ucapan Zayn. Sementara Zayden masih menatap lekat pada istrinya yang kini juga menatap padanya. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya.


Keduanya hanya diam dan membisu. Hanya terdengar suara gelak Zayn saja saat ini.


"Kamu tidak menjelaskan pada mereka, Sayang apa hubungan kita? Apakah kamu sudah aku jatuhi talak hingga kamu berani ta'aruf dengan laki-laki lain selain suamimu? Apa kamu tidak takut dosa? Atau.. Selama ini kamu menutupi statusmu dari laki-laki ini? Iya?" tuduh Zayn tepat sasaran yang membuat suasana di depan Pesantren itu mendadak mencekam.


Aura Zayn begitu gelap saat ini. Adik kecil sepupunya itu melipir ke sudut istri Zayden karena melihat abang sepupunya kini berwajah begitu menyeramkan.


Ustadzah Aisyah yang merasa ada yang tidak beres segera mendekati keduanya. "Masuk dulu, Zayn, Zayden. Nggak baik bicara di luar. Ayo, kita masuk!" ajaknya yang membuat istri Zayn dan Zayden menatap datar dan tajam pada sahabatnya itu.


Ustadzah Aisyah tertawa melihat aura keduanya yang sedang marah padanya saat ini. Ia kembali terekeh. Geli melihat kedua pasangan suami istri yang terlibat salah paham hingga bertahun-tahun lamanya.


"Udah, ih! Aku nggak akan mengambil mereka berdua! Masuk dulu, atau kalian berdua memilih pulang untuk melepas rindu?" goda ustadzah Aisyah yang membuat istri Zayn dan Zayden itu ingin melempari wajah sok baiknya itu.


Akan tetapi, langkahnya tertahan saat Zayn memegangi telapak tangannya.


Nyessss..


Deg, deg, deg..


Debaran jantung itu semakin menggila saat sentuhan hangat itu masuk hingga ke relung kalbunya. "Pulang, Kakak!" serunya lagi yang diangguki oleh istri Zayden itu.


Zayden mengikuti langkah istrinya dari belakang. Begitu pun dengan Zayn yang tidak melepaskan tangan Jia sama sekali. Ya, keduanya adalah Riya dan Jia yang kini sedang mengajar di sana.


Empat orang itu menaiki mobil tadi dan pulang ke rumah abi dan ummi mereka. Sedangkan adik kecilnya tidak ikut. Ia tetap harus mondok lagi saat ini.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan, tak ada yang bersuara sedikit pun. Sampai-sampai Pak supir kebingungan di buatnya. Pasangan suami istri itu tidak seperti pasangan suami istri lainnya.


Biasanya jika suami pulang, pastilah istri mereka akan memeluk suaminya. Lah, ini? Malah jadi tontonan karena perdebatan keduanya. Pak Supir hanya bisa geleng kepala saja.


Cukup sepuluh menit saja menggunakan mobil atau motor, mereka sudah tiba di rumah ummi Alzana dan Abi Prince. Di mana kedua paruh baya itu sudah menunggu kedatangan keduanya.


Akan tetapi, saat melihat wajah ke empat anak itu yang mendadak masam, keduanya pun heran.


"Ada apa? Kok, marah? Eh, lah, loh, kok?" ucapan ummi Alzana seperti angin lalu saat melihat kedua putri sulungnya melengos dan melewatinya begitu saja.


Beliau melihat si kembar sulung. Wajahnya pun sama saat ini, bahkan lebih parah lagi. Seperti kain kusut yang tidak di setrika sama sekali.


Abi Prince tergelak keras saat kedua pemuda itu menyalimi dan memeluknya dengan wajah yang begitu kusut. Sang ayah mertua, terus saja menertawakannya. Hingga Ummi Alzana pun kebingungan melihat tingkah tiga lelaki itu.


"Ada apa? Kenapa kalian berwajah butek begitu?" ketus Ummi Alzana segera berlalu menyusul kedua menantu kesayangannya itu yang masih di tertawakan oleh Abi Prince.


Ummmi Alzana yang geram, segera menimpuk lengan suminya itu hingga berulang kali. Bukannya marah, ia malah tambah tertawa. Zayn dan Zayden mendengkus melihat ayah mertuanya terus menerus menertawakannya.


"Hahahaha.. emang enak? Cemburu? Bilang bos! Ahahahaha..." Abi Prince semakin tergelak keras saat melihat di lantai dua sana kedua putrinya melotot garang padanya.


Ummi Alzana pun demikian. Ia pun sama seperti Riya dan Jia. Sama-sama melototkan matanya melihat pada suami dan abinya itu. Kedua istri Zayn itu kembali membanting pintu hingga menimbulkan suara nyaring yang membuat Zayn dan Zayden terlonjak di tempat duduknya.


Apa yang terjadi dengan Abi Prince? Mertua Zayn dan Zayden itu terus saja tertawa saat melihat kedua putrinya yang ternyata juga cemburu melihat menantunya tadi berbicara dengan anak pemilik pesantren yang merupakan sahabat kedua putrinya.


Hahahahaha...


Suara tawa di dalam rumah itu membuat kedua istri Zayn dan Zayden semakin kesal pada abi dan juga suami mereka.


"Ck! Tunggu saja! Akan aku patahkan senjata miliknya dan ku lipat-lipat menjadi sepuluh lipatan! Agar nggak bisa hidup dan mengacung lagi!" ketus kedua istri Zayn dan Zayden begitu menggebu-gebu di dalam kamarnya sembari semua pakaian miliknya dan melemparnya secara asal saking marahnya pada suaminya itu.


...****************...

__ADS_1


Mau lagi?


Dukungannya ye jangan lupa! Like, komen, hadiah poin atau koin kalau ada 😁😁🙏🙏


__ADS_2