
Rahasia masa lalu yang sengaja keduanya simpan rapat-rapat dari kelima anak mereka dan juga kakak mereka kini terbuka sudah. Onti Alzana dan Om Prince saling mendekati dan berpelukan.
Keduanya terisak bersama. Sakit sekali mengenang masa lalu itu. Yang mana ketika mereka kembali ke Jerman untuk mengurus pekerjaan saat umur si kembar berusia tiga tahun, keduanya kehilangan si sulung yang saat itu entah kemana.
Keduanya lalai hingga menyebabkan s sulung menghilang tanpa jejak. Satu tahun keduanya mencari jejak si sulung. Tetap saja, keduanya pulang ke tanah air dalam keadaan tangan hampa. Hingga suatu saat keduanya bertemu seorang bocah kecil berusia empat tahun yang saat itu wajahnya terluka parah, membuat keduanya kasihan dan ingin mengangkatnya menjadi anak mereka.
Om Prince yang begitu merasa bersalah kepada sang istri, hingga memilih jalan itu untuk mengurangi rasa rindu keduanya pada si sulung. Hingga akhirnya, keduanya memutuskan untuk mengganti nama anak itu menjadi nama putri mereka karena rupa anak kecil itu sudah kembali mirip dengan Riya anak mereka yang sudah hilang. Sebab sudah di operasi.
Keluarga besar menentang akan perbuatan keduanya. Apalagi Nenek Ira yang tidak setuju dengan gadis kecil yang mereka bawa pulang itu. Ia mendapat firasat yang tidak enak akan masa depan anak itu. Ia bukan menjadi perdamaian tetapi, akan menjadi kehancuran untuk Om Prince sendiri.
Tetapi, keduanya tidak percaya akan hal itu. Keduanya tetap meyakinkan mereka jika mereka berdua bisa mendidik anak itu menjadi lebih baik dari mereka.
__ADS_1
Kenyataan yang ada ternyata berbanding terbalik dengan yang terjadi saat ini. Nenek Ira benar dengan perkataanya. Darah bisa mengalir di dalam tubuhnya. Akan tetapi, keturunan yang asli tidak akan pernah tergantikan.
"Sudah ummi katakan padamu berulang kali Prince! Jangan memungut sampah yang akhirnya akan menghina dan menginjak harga dirimu! Tetapi apa? Kamu ngeyel! Dan sekarang? Kamu sudah tahu 'kan Prince? Firasat ummi tidak salah! Kembalikan gadis itu ke kampung halamannya! Ummi tidak sudi uang kita habis untuk mengurus anak tidak tahu diri sepertinya! Bawa pergi gadis itu Prince!" pekik Nenek Ira di dalam ruangan itu hingga menggaung ke seluruh rumah itu.
Seseorang yang baru saja tiba di luar sana terpaku di tempatnya berdiri. Tujuannya ingin mengantar makanan untuk sahabat sekaligus orang yang sudah ia anggap adik itu malah mendapatkan kejutan itu.
Sementara di dalam ruangan rumah besar itu, suasana begitu henig dan sepi. Hanya terdengar deru napas semua orang di dalam sana.
"Pantas saja Ummi tidak terlalu dekat denganku. Aku hanya bisa mendekati Abi saja. Aku sudah berusaha mendekati Ummi. Tetapi, entah kenapa tatapan matanya itu selalu sangat tidak ingin melihatku. Hanya Abi. Abi seorang diri yang menyayangiku! Tetapi apa yang baru saja aku dengar ini? Aku bukan putri mereka? Permainan macam apa ini?!" seru Riya palsu dengan suara meningginya.
Ia melihat semua orang yang kini sedang menatapnya dengan tatapan datarnya. Terutama Oma Annisa yang saat ini menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
Ia mendekati Riya palsu dan duduk berjongkok di hadapannya. "Kau! Bukanlah bagian keluarga kami! Putraku sengaja membawa pulang kau kesini karena rasa bersalahnya kepada istri dan juga kami semua. Kau! Hanya orang asing yang sengaja ia pungut di jalan untuk di angkat menjadi anak! Ia memberimu namanya, darahnya bahkan sampai nyawanya. Tetapi, apa yang kamu balas untuknya? Huh?" ucap Oma Annisa yang membuat mata Riya meredup melihat kilatan amarah di mata Oma Annisa untuknya.
Wanita paruh baya itu begitu kuat aura tubuhnya yang membuat aura tubuh Riya palsu menciut seketika.
"Kau menghinanya sesuka hatimu! Kau menghinanya saat dia tidak membelamu? Cuih! Dasar menjijikkan! Asal dari sampah maka kelakuan mu pun seperti sampah!"
Deg
Deg
"Seharusnya kau bersyukur sudah dirawat dan diasuh hingga besar oleh putraku! Tetapi, apa balasanmu? Kau menghinanya? Dasar tidak tahu diri! Pantas saja kedua orangtuamu membuangmu! Ternyata inilah yang mereka takutkan! Benar! Kau dibuang oleh orantuamu dan kedua orang itu!" tunjuk Oma Annisa pada Om Prince dan Onti Alzana yang kini masih saling berpelukandan terisak bersama.
__ADS_1
"Dia yang mengutipmu dari tempat sampah dan dijadikan manusia yang layak seutuhnya! Tetapi, apa balasanmu? Kau! Dasar anak tidak tahu diri! Lebih baik, kau pulang ke kampung asalmu! Malam ini juga, Prince dan Alzana akan mengembalikan kamu ke tempat orangtuamu yang asli! Lebih baik kau kembali kesana dari pada kau bersama kami. Kehadiranmu hanya membawa petaka di dalam keluarga kami! PRINCE! ALZANA! PULANGKAN KEMBALI GADIS INI MALAM INI JUGA! JIKA MAMI MASIH MELIHAT ANAK INI DISINI, MAKA MAMI YANG AKAN MEMBUNUHNYA!!" Seru mami Annisa tanpa berbalik menghadap pada kedua orang yang berpelukan itu terjingkat kaget dengan ucapan dan suara Oma Annisa yang menggaung di dalam ruangan itu.