Princess Pratama

Princess Pratama
Dua Pangeran Buruk Rupa Season 2 End


__ADS_3

Abi Prince menghubungi Ummi Alzana yang kini sedag kelimpungan mencari kedua putrinya yang menghilang begitu saja tanpa berkabar padanya.


Ummi Alzana mengankat sambungna video itu dan matanya membualt sempurna saat melihat Zayn dan Zayden kini sednag mengamuk dan memanggil nama kedua putrinya.


Beliau segera memacu mobilnya menuju ke rumah sakit untuk melihat kondisi kedua menantu sekaligus keponakan tersayangnya itu.


Cukup lima belas menit saja, ia sudah tiba di sana. Entah kecepatan berapa Ummi Alzana memacukan mobilnya, hingga tiba di parkiran rumah skait dengan berlari dan meninggalkan mobilnya yang masih menyala.


Pak Satpam penjaga pintu rumah sakit itu pun di buat terkejut. Ia segera menuju mobil milik Ummi Alzana dan mematikan mesinnya serta mengantongi kuncinya. Beliau sangat mengenal dengan Ummi Alzana yang seorang dokter di sana.


Ummi Alzana menyinsing gamisnya dan berlari kecang menuju ke ruangan yang ia tuju. Baru setengah perjalanan saja, ia sudah mendengar raungan pilu kedua keponakannya itu.


Beliau membuka pintu itu dengan paksa. Dirinya terpaku di tempat saat melihat keduanya yang kini benar-benar mengamuk seperti orang kesurupan. Ummi Alzana berjalan dengan santainya dan berdiri menjulang di hadapan keduanya yang kini sedang di pegangi oleh lima orang perawat sekaligus.


Tak ada angin tak ada hujan, tangan halus yang dulu sering membersihkan kotoran di tubuh keduanya kini melayang manis dan mendarat sempurna di pipi tampan dan pucat keduanya secara berkala.


Spontan saja kedua pemuda yang sedang mengamuk itu terdiam seketika. Keduanya terkejut bukan main. Keduanya menatap Ummi alzana yang kini berwajah dingin pada keduanya. Abi Prince menjatuhkan jarum suntiknya saat melihat istri tercintanya memukuli kedua keponakan tersayang sekaligus menantunya itu dengan sangat keras.


"Sudah puas bermainnya? Sudah puas membuat keduanya terluka? Ini kan yang kalian mau? Makanya kalian buat cara seperti ini, berharap keduanya pergi dari hidup kalian berdua? Hem?"


Deg.


Deg.

__ADS_1


Tak ada yang menyahutinya. Kedua pemuda tampan itu menatap datar pada Ummi Alzana dengan air mata masih bercucuran.


"Inilah balasan bagi kamu berdua yang suka mempermainkan pernikahan. Ummi kira, kalian sudah berubah. Tapi ternyata? Kalian tidak pernah berubah sedikit pun!"


Deg.


"Kalian sengaja menyakiti istri kalian dengan cara seperti itu. Jika sudah seperti itu, siapa yang bisa di salahkan? Hem? Kalian atau putriku? Akibat ulah kalian berdua, kedua putriku pergi dan menghilang! Keduanya pergi tanpa meninggalkan jejak sedikit pun! Puas kalian? Huh? SUDAH PUAS??!!" Teriak Ummi Alzana begitu kuat dan melengking membuat keduanya jatuh terduduk dan tepekur di kaki Ummi Alzana yang kini menahan sesak di dadanya.


Abi Prince tiak bisa berbicara. Ucapan Ummi Alzana begitu membuatnya terkejut akan fakta yang baru saja ia dengar. Akan tetapi, untuk bertanya, bibirnya terasa sangat berat.


"Jika sudah seperti ini, kalian berdua harus bertanggung jawab! Pergi!"


Dduuaarr!


Keduanya tersentak mendengar ucapan Ummi Alzana. Keduanya mendongak meliat wajah sang Ummi yang kini begitu datar dan sangat dingin. Sangat tidak enak di pandang.


"Pergi! Dan jangan pernah kembali sebelum kalian berdua membawa pulang kedua putriku! Jika kalian berdua tidak bisa membawanya pulang, maka jangan pernah tunjukkan wajah kalian lagi di hadapanku!"


Ddduuaaarr!


Lagi, tubuh keduanya tersentak dengan ucapan Ummi Alzana baru saja.


"Jika kalian tidak bisa membawanya kembali, maka jangan pernah injakkan kaki kalian lagi di rumahku! Mulai hari ini, kalian berdua bukan lagi keponakan sekaligus menantuku! Kalian berdua hanya orang asing untukku! Pergi! Jika masih ingin aku anggap anak! Ini adalah kesempatan terakhir untuk kalian berdua! Jika kalian berdua tidak bisa membawa kedua putriku kembali, maka jangan pernah tunjukkan wajah kalian lagi sampai kapanpun! KARENA SAYA TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKAN KALIAN YANG SUDAH MELUKAI KEDUA PUTRIKU!! Kita pulang!" katanya pada Abi Prince yang kini tergugu dan tercenung di tempatnya berdiri.

__ADS_1


Ummi Alzana pergi meninggalkan ruangan itu dengan hati terluka. Ia pergi sambil membawa luka di hatinya untuk kedua putri dan juga keponakannya.


Sementara Zayn dan Zayden kini masih duduk terpaku di tempat yang sama. Keduanya belum berdiri sedikit pun. Abi Prince yang sudah sadar, menuju kepada kedua menantu sekaligus keponakannya itu.


Ia berlutut sama seperti keduanya. "Dengarkan abi, Nak. Abi tahu, kalian begitu mencintai keduanya. Akan tetapi, apa yang baru saja kalian lakukan itu salah. Kalian salah jika ingin membuat keduanya cemburu dan merasa bersalah pada kalian berdua. Jika ingin menghukum mereka, cukup dengan mendiamkan saja. Tetapi, jangan lukai hatinya." Ujar Abi Priince begitu lembut yang membuat keduanya menoleh bersamaan.


"Apakah kami tidak memiliki kesempatan lagi, Abi?" tanya Zayn dan Zayden serempak.


Abi Prince tersenyum. "Sampai kapanpun, kalian berdua tetap keponakan abi dan juga menantu abi. Kalian berdua bersalah dalam hal ini. Jika ingin kembali, maka cari istri kalian berdua. Bawa pulang dan minta maaf pada ummi kalian. Dia seorang Ibu. Sudah sepantasnya kan marah pada kalian?"


Keduanya menundukkan kepalanya. Abi Prince memeluk kedua lelaki tampan itu bersamaan.


"Sebelum pulang ke Medan, sembuhkan dulu diri kalian berdua. Burung puyuh kalian tidak terlalu parah terluka. Kalian hanya butuh obat dan sabar untuk menyembuhkan burung puyuh kalian berdua. Yakinlah, kalau kalian berdua pasti bisa memiliki keturunan. Abi hanya bisa membantu kalian sampai di sini. Ummi akan marah jika tahu abi membantu kalian lagi. Istirahatlah, abi harus menyusul ummi kalian dulu. Ingat, jangan mengamuk seperti ini lagi! Paham?" peringat Abi Prince pada keduanya yang kini menunduk dan kembali tersedu.


"Sudah. Abi harus menyusuli ummi kalian. Kembalilah saat kalian berdua sudah meminta maaf pada Riya dan Jia. Cari keduanya sampai dapat. Setelah selesai dan kalian kembali lagi, maka bawa pulang ke rumah abi. Pintu rumah kami selalu terbuka untuk kalian berdua," tuturnya lembut pada keduanya yang mengangguk setuju.


Abi Prince pergi meninggalkan keduanya yang kini termenung da termangu karena kesalahan yang keduanya lakukan dua hari ini. Kalau di pikir-pikir, istri mana yang sanggup melihat suami mereka lebih akrab dengan orang lain ketimbang keduanya yang istri sah?


Zayn dan Zayden tercenung pilu. Sesak dan lara menyatu di hati keduanya. Semuanya tinggal kenangan saat ini. Tak ada lagi cinta yang bersemi di saat pagi hari. Tak ada lagi kisah cinta romantis keduanya saat di dalam kamar. Semuanya senyap dan hilang dalam sekejab.


Apa yang keduanya alami, merupakan buah dari perbuatan keduanya. Kisah Abi Kendra yang di tinggal istri saat sedang sayang-sayangnya dan penyebab istrinya pergi pun karena ulahnya, kini di rasakan kembali oleh dua keturunan sulungnya.


Tak ada yang bisa menolak takdir. Semuanya sudah tergores di sana. Kita tinggal mengikuti saja. Semoga keduanya kuat dan bisa bertemu kembali suatu saat kelak.

__ADS_1


Amiin..


Season 2 End


__ADS_2