Princess Pratama

Princess Pratama
Sama-sama sakit


__ADS_3

"Mudah bagimu untuk mengatakan nya karena kamu tidak memiliki rasa untukku. Lalu bagaimana dengan ku? Aku memiliki rasa untukmu Bang. Haruskah rasa ini aku pendam disaat ia baru saja tumbuh?? Haruskah aku membunuhnya?? Apa aku sanggup? Huh?" Serunya masih dengan suara rendahnya.


Suaranya memang rendah dan lembut. Tetapi setiap kata yang ia keluarkan dari bibirnya itu begitu penuh penekanan sehingga membuat Kendra semakin sakit saat mendengarnya.


"Abang tahu Nna. Tapi Abang tetap tidak bisa melanjutkan pernikahan ini. Akan sakit bagi kita semua. Kita bertiga. Bukan hanya kita, tetapi juga keluarga kita!


Tidakkah kamu lihat saat papi Tama dan mami Annisa menatap sendu pada papi kamu? Kamu pikir, mereka tidak sedih saat putrinya harus terluka karena ku dan juga kedua orang tua mu yang memaksakan kehendak?


Oke! Semua ini karena Abang. Tetapi dimana letak kesalahan ku, Nna? Aku pun korban disini. Aku yang lebih sakit saat melihat dua wanita yang sama-sama aku sayang harus terjebak di dalam belitan tali yang sengaja di ikat oleh orang tua kita.


Kamu pikir, kamu aja yang sakit??


Disini, Abanglah yang lebih sakit! Sakit karena harus setiap hari melihat wajah sendu kalian berdua! Sakit saat melihat kalian sengaja menutupinya dengan tertawa padahal hati kalian menangis!


Sakit hatiku melihat kalian berdua seperti itu. Setiap hari dada ini sesak melihat kamu dam Tania selalu tersenyum. Padahal sebenarnya hati kalian berdua terluka!


Abang tahu. Abang salah karena menyetujui pernikahan ini. Tetapi apa yang harus aku perbuat jika Ummi ku sendiri yang memintanya?

__ADS_1


Aku tidak ingin dianggap anak durhaka, Nna! Surgaku ada dibawah telapak kakinya. Dan surga kalian berdua ada dibawah telapak kaki ku!


Tetapi Abang tidak menuntut kamu untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang istri. Karena Abang tahu.. Pernikahan ini bersifat sementara.


Dan saat semua ini selesai, maka Abang akan melepaskan mu. Mak dari itu Abang tidka ingin menyentuhmu.


Abang tahu Nna. Kamu pun sangat ingin di sentuh oleh Abang kan? Sama seperti Tania??"


Deg!


Deg!


Kendra tersenyum, "Terimaksih atas rasa yang kamu miliki untuk lelaki yang tidak pantas untuk kamu cintai Nna. Abang tahu kalau kamu sudah jatuh cinta pada Abang saat pertama kalia kita bertemu. Binar matamu tidak bisa berbohong. Kamu bisa mengatakan tidak dan menyangkalnya. Tetapi mata kamu berbicara saat melihat padaku. Abang tahu kamu, Nna. Kamu sudah ku anggap adikku sendiri. Sedikit tidaknya aku tahu tentangmu.


Hanya saja.. Situasi ini menempatkan kita di posisi yang salah. Seharusnya kamu tidak masuk ke dalam tali yang bisa membuatmu terjebak dan sulit untuk keluar.


Kamu bisa keluar karena Abang yang menginginkannya. Untuk itu, kamu akan Abang lep[askan sampai pada waktunya. Untuk saat ini, bairalah seperti ini.

__ADS_1


Jangan berpikir macam-macam ya Nna. Abang tidak akan membuatmu terluka lagi. Maaf atas semua kelakuan ku selama ini padamu.


Abang tidak akan menyentuhmu sampai kita benar-benar selesai Nna. Karena akan ada lelaki yang lebih berhak untuk mendapatklan mahkota mu. Tetapi bukan Abang orangnya. Abang tidak ingin melukaimu terlalu dalam lagi.


Cukup sudah sampai disini saja. Percayalah, semua yang Abang lakukan juga untuk kebahagian mu kelak. Kelak jika suatu saat kamu berpisah dari Abang, maka kamu masih dalam keadaan suci dan tidak ternoda.


Abang tidak mau jika suatu saat kamu mengandung anakku. Tetapi kamu, abang ceraikan. Abang tidak ingin melepasmu dalam keadaan yang sulit Nna.


Untuk itu, tolong hargai keputusan Abang. Semua ini untuk masa depan kamu juga. Ya?


Abang minta maaf karena tidak bisa membalas cintamu, Nna. Abang ingin melepas kamu dengan diri kamu yang masih suci.


Sampai dimana ada seorang pemuda yang berhak untuk mendapatkannya." Ujar Kendra panjang lebar yang membuat Ziana semakin tersedu dan segera menubruk tubuh suaminya yang masih lemas itu.


...****************...


__ADS_1


__ADS_2