Princess Pratama

Princess Pratama
DPBR Meluruskan kesalahpahaman yang berkepanjangan part 2


__ADS_3

Zayn dan Zayden terlonjak di tempat duduknya. Napas Riya dan Jia memburu melihat suami keduanya di lecehkan oleh gadis sialan itu.


Abi Prince terkekeh melihat aksi kedua putrinya. Kata kasar yang tak pernah keduanya sebutkan pun tercetus juga.


"Sabar dulu, Nak. Itu belum seberapa. Ada yang lebih parah daripada itu," ucap Abi Prince yang membuat kedua putri mereka menoleh padanya.


Abi Prince mengangguk. "Lihat saja sekarang, apa yang terjadi pada suami kalian!" tunjuknya sembari menunjukkan layar laptop itu lagi.


Lagi, keduanya semakin meradang saat melihat kedua gadis gila itu sedang menggunakan jari suami mereka untuk di bawa ke pusat inti keduanya. Zayn dan Zayden hanya bisa pasrah saat tubuh keduanya terpampang jelas tanpa menggunakan kain sehelai benang pun.


Kedua gadis itu benar-benar gila. Bisa-bisanya mereka menikmati tubuh polos Zayn dan Zayden saat keduanya terlelap. Yang lebih parahnya, keduanya sengaja bermain dan berlama-lama pada tubuh suami Jia dan Riya itu.


"Bisa terlihat jelas jika keduanya itu bukan cinta. Melainkan obsesi. Keduanya terobsesi dengan tubuh Zayn dan Zayden. Lihat saja kelakuan mereka!" tunjuk Abi Prince lagi. "Jika keduanya masih suci, mana mungkin keduanya tahu hal seperti itu? Bukankah yang mengetahui hal seperti itu yang sudah pernah merasakannya?" ucap Abi Prince lagi yang membuat Ummi Alzana mengangguk membenarkan.


"Abi, benar. Bukankah kalian masih suci hingga saat ini?"


Deg


Deg


Pertanyaan Ummi Alzana membuat atensi ke empat anak muda itu mengalihkan perhatian yang awalnya pada laptop kini beralih pada sang ummi yang kini menunggu jawab kedua putrinya. Jia dan Riya menatap suami mereka. Kedua suami itu menaik turunkan alisnya menggoda istri mereka.


Blusshh..

__ADS_1


Pipi Riya dan Jia merona. Zayn dan Zayden tergelak keras. Abi Prince terkekeh melihat wajah putrinya memerah karena malu.


"Abi bisa menebaknya. Kalian masih suci. Akan tetapi, suami kalian berdua sudah pernah menyicipi dengan cara yang lain?" goda Abi Prince padakedua putrinya.


Pertanyaan Abi Prince sontak saja membuat kedua gadis itu menunduk malu. Zayn dan Zayden terkikik geli melihat wajah istri mereka merah padam. Ummi Alzana tertawa.


"Tak apa, sesi pengenalan. Nggak kayak ummi sama abi. Begitu ingin coba dan gol, malah ke gen cet!" Ummi Alzana tertawa saat melihat wajah menantunya merah padam karena malu. Abi Prince pun ikut tertawa.


Kedua orangtua itu belum lupa saat kejadian keduanya bulan madu ke Jerman. Bisa-bisanya saat malam pertama ada gangguan. Hingga saat penyatuan, keduanya terpaksa berlari dengan tubuh menyatu untuk pertama kalinya.


Ummi Alzana waktu itu, bukannya sakit, malah gemetar seluruh tubuhnya saat melihat tempat bulan madu mereka terbakar sementara tubuh keduanya sedang menyatu. Hingga proses penyatuan itu tetap berlanjut setelah pertolongan datang. Akan tetapi, keduanya terpaksa harus bersembunyi di semak-semak. Di sana lah keduanya menyatu dan melebur untuk pertama kali.


Mengingat kejadian itu, Abi Prince dan Ummi Alzana tidak berhenti untuk tertawa saat menceritakannya pada ke empat anak muda itu yang kini memerah wajahnya karena malu.


"Kira-kira, kalian akan seperti apa, ya?" goda Abi Prince pada ke empat anaknya itu yang di tepuk kuat lengannya oleh Ummi Alzana. Abi Prince tertawa.


Bukannya keduanya menikmati. Tetapi, malah mendapat ejekan ataupun cemoohan nantinya jika hubungan halal keduanya di pertontonkan.


Ke enam orang itu kembali menatap pada laptop yang masih menunjukkan jika gadis itu masih berusaha membuat dirinya puas di tubuh Zayn dan Zayden.


Di rasa cukup, barulah kedua gadis itu membaringkan tubuhnya di samping keduanya. Layar proyektor itu padam. Berganti dengan cahaya lampu yang kembali menyala. Hal yang tak terduga ialah, Zayn dan Zayden sudah berada di hadapan kedua gadis calon istri mereka.


Zayn dan Zayden mencekik keduanya hingga keduanya kesulitan bernapas. Semua orang tentu terkejut melihatnya. Terutama kedua orangtua gadis itu. Keduanya berteriak nyaring dan menolong putri mereka.

__ADS_1


Tetapi apa yang terjadi? Zayn dan Zayden yang sedang kalap menendang kedua paruh baya itu hingga jatuh dan terseret hingga lima meter jauhnya. Semua tamu undangan berteriak histeris ketakutan saat melihat amarah yang Zayn dan Zayden tunjukkan.


Mami Tania sebenarnya tidak mau melerai Zayn dan Zayden. Akan tetapi, teringat tentang kedua menantunya, ia berusaha melepaskan tangan Zayn dan Zayden dari leher gadis itu. Mami Tania kalah tenaga. Abi Kendra, Uwak Arga, Uwak Zidan, Opa Ali, Opa Rayyan pun ikut melerai keduanya.


"Hentikan! Kamu bisa membunuhnya! Kamu tidak ingat, jika kamu masih memiliki istri?!" teriak Opa Ali mencegah keduanya untuk membunuh dua gadis sialan yang telah menjebak keduanya.


Cekikan itu mengendur seperkian detik. Setelah mengingat apa yang terjadi, bukannya melepas, keduanya semakin kuat mencekik gadis sialan yang kini sudah mulai memerah wajahnya karena kesulitan bernapas.


Semuanya tak tahu harus berbuat apa. Dari panggung sana, seorang pria paruh baya tersenyum menyeringai.


"Zayn! Zayden! Lihat ke belakangmu! Hadiah istimewa sedang menunggumu!" ucapnya yang membuat semua orang terkejut mendengar suara siapa itu.


"Opa Lana? Oma Annnisa?!" pekik Riya dan Jia saat melihat dua paruh baya beda usia itu berdiri saling merangkul dan tersenyum mengejek melihat pada cucu dan tamu kehormatan mereka.


"Ya, Opa Lana dan Oma Annisa. Dua kebanggaan almarhum Opa Gilang bersatu untuk menunjukkan kebenaran tentang suami kalian! Keduanya rela membuang uang hingga satu triliun demi sebuah rekaman cctv dan membawa serta pecundang yang berkedok sahabat bagi suami kalian!" Ucap Abi Prince yang membuat Riya dan Jia menganga.


Keduanya tidak menyangka jika Opa Lana dan Oma Annisa bekerja sama untuk membersihkan nama baik cucu mereka.


Sementara di dalam layar laptop itu menunjukkan kalau Zayn dan Zayden melepaskan tangannya dari leher gadis sialan itu. Keduanya menatap ke belakang dan melihat siapa saja yang terlibat dalam kasusnya.


Si kembar sulung berlari melompati semua meja dan kursi menuju lima orang yang terlibat itu. Ke lima orang itu menggigil ketakutan saat melihat amarah yang keluar dari tubuh keduanya. Si kembar sulung memukuli kelima orang itu sekaligus tanpa membiarkan ke limanya melawan. Kelima orang itu terpental hingga sepuluh meter jauhnya saking kuatnya tendangan kaki dari Zayn dan Zayden.


Kelima lelaki itu jatuh terkapar dengan luka dalam yang lumayan berat. Puas dengan kelima orang itu, Zayn dan Zayden kembali beralih menatap dua gadis yang belum puas kedua nya cekik.

__ADS_1


Keduanya kembali dengan berlari dan melewati semua orang yang membuat para tamu teriak histeris lagi. Lagi dan lagi kedua wanita itu di cekik yang membuat kedua orangtua mereka histeris dan memohon untuk di lepaskan. Akan tetapi, Zayn dan Zayden seakan tuli.


Hanya terdengar suara geraman yang membuat suasana itu mendadak sunyi dan mencekam.


__ADS_2