
Ziana menagis tersedu di pelukan Kendra yang kini juga menangis mengingat kelakuannya terhadap kedua istrinya.
Ia semakin erat memeluk tubuh Ziana yang sesegukan sampai suara habis saat menangis. Sungguh, Kendra pun tidak ingin berada di posisi yang salah ini.
Ia terpaksa menuruti kemauan Ummi nya demi baktinya. Tetapi apa yang ia dapat saat ini?
Bukan kebahagiaan yang ia rasakan. Melainkan rasa sakit yang terus datang bertubi-tubi di dalam hidupnya.
Ingin ia pergi dari kehidupan ini. Tetapi itu tidak mungkin. Lantaran dirinya tidak mau melangkahi takdir. Dirinya masih diberikan kesempatan hidup untuk bisa mencari pahala sebelum ajal menjemputnya.
Kalaupun ia mati, belum tentu di alam kubur sana ia bisa tenang. Banyak yang mengatakan jika mereka lebih memilih mati daripada harus menaggung rasa sakit beratnya kehidupan di dunia.
Padahal itu salah. Persepsi yang salah. Mana ada ceritanya enak ketika sudah masuk kubur? Yang ada orang yang sudah merasakan mati itu meminta ingin bangkit kembali lantaran tidak tahan dengan siksa kubur.
Siapa bilang mati itu enak?
Emang dengan mati tidak lagi mengalami kesusahan gitu?
Salah itu!
__ADS_1
Padahal alam kematian dan juga alam kubur yang lebih menakutkan, lebih menyakitkan dan juga lebih susah jika tidak memiliki amal saat di dunia.
Bagaimana tidak?
Baru tujuh langkah saja kita di tinggalkan di liang lahat, kita sudah di datangi oleh malaikat yang siap bertanya,
"Siapa Tuhan mu? Apa agama mu? Apa nama kitab mu? Berapa jumlah sholatmu? Apa itu puasa? Zakat? Dan lain sebagainya."
Sanggup tidak kira-kira jika kamu memikirkan hal ini?
Pasti pusing kan? Nggak akan ada yang sanggup memikirkannya. Maka dari itu, Allah menyuruh kita. Selagi kita hidup di dunia ini, harus berbuat amal kebaikan. Karena amal kebaikan yang kita lakukan semasa di dunia, maka itulah penerang kita di dalam kubur nantinya.
Jika ada manusia yang di umurnya sudah tiada, itu tandanya, dosanya bekurang. Bagiamana tidak kurang? Lah wong orang nya udah meninggal kan ya? Tentusaja orang yang sudah tiada itu tidak akan berbuat dosa seperti kita yang masih di dunia ini.
Begitupun dengan orang yang memiliki umur panjang. Itu tandanya, Allah menyuruhnya untuk melakukan kebaikan di dunia seumur hidupnya hingga ajal menjemputnya. Allah menyuruhnya untuk beramal.
Karena kelak, amal itulah yang akan menolongnya. Tidak hanya di alam kubur. Tetapi juga di akhirat kelak.
Jangan jauh-jauh ingin mencari pahala. Bagi para istri, cukup dengan menyenangkan hati suami saat suami dirumah itu sudah mendapatkan pahala yang berlimpah.
__ADS_1
Dan untuk para gadis, kalian cukup mematuhi semua perintah kedua orang tua kalian dalam hal kebaikan. Jika mereka mengajak kalian pada keburukan, cukup menegur mereka dengan bahasa yang halus dan lembut agar keduanya tidak tersinggung.
Ini tidak hanya untuk anak gadis saja. Tetapi lelaki pun demikian.
Inilah yang sedang Kendra lakukan saat ini. Ia ingin berbakti kepada Ummi nya. Ia tidak ingin menjadi anak durhaka.
Walau ia tahu jika perbuatan Ummi nya itu salah, ia tetap menurutinya. Karena ia yakin, Ummi nya pasti akan berubah dengan kejadian yang terjadi saat ini.
Ia rela menahan sakit dan berjauhan dari istrinya asal Ummi nya bahagia. Tetapi satu kesalahan Kendra. Ia tidak berani menegur Umminya karena takut durhaka.
Padahal sudah menjadi kewajiban seorang anak untuk menegur kedua orang tuanya jika ia melakukan kesalahan. Berdosa bagi orangtua yang memaksakan kehendak jika anaknya tidak mau dan tidak bahagia.
Dalam persepsi ini Ummi Mutia yang salah. Ia kira, dengan harta maka putranya akan bahagia. Tetapi nyatanya, tidak. Kendra malah terluka karena paksaannya itu.
Kini, Kendra baru sadar. Setelah semuanya terjadi, barulah ia sadar. Jika sang Ummi nya salah. Salah karena sudah memaksakan kehendaknya.
Semoga Ummi Mutia cepat sadar dan menyadari kesalahannya yang telah memaksakan kehendaknya pada Kendra yang membuat putranya itu menderita.
...****************...
__ADS_1