Princess Pratama

Princess Pratama
Season 3 ( Hukuman part 2 )


__ADS_3

Benar kata Oma Annisa. Masih beruntung kedua orang itu hanya dirinya saja. Jika Uwak Lana yang datang, maka akan lebih fatal lagi akibatnya. Uwak Lana akan membunuh keduanya dan membuang jasad keduanya ke lubang buaya.


Uwak Lana tidak memberikan ampun bagi orang yang sudah meluaki keluargnya. Keluara keturunan Bhaskara. Walau mereka bertiga ( Uwak Ira, Uwak Lana, dan Oma Annisa ) bukanlah keturunan kandung. Tetap saja. Mereka bertiga keturunan keluarga Bhaskara yang sama pentingnya seperti adik kandung mereka yang memiki darah keturunan Bhaskara.


Gilang Bhaskara.


Sosok yang sudah lama pergi kini masih teringat di benak mereka. Sosok yang telah membawa cahaya terang di balik keluarga mereka yang dulunya begitu kelam.

__ADS_1


Oma Annisa bangkit dari duduknya dan melihat kedua adiknya Opa Rayyan dan Opa Algi. Opa Ali iparnya tidak ikut, beliau lebih memilih bersama Opa Lana untuk menemaninya membersihkan Hotel dari sisa acara resepsi Dzaka dan Dzaki.


Oma Annisa menuju Abi Prince dan duduk di sebelahnya. Beliau segera memberikan air putih untuk wanita paruh baya lanjut usia itu. Walau demikian, beliau masih sangat cantik terlihat dan sangat sehat pastinya. Hanya Uwak Ira dan Uwak Raga yang saat ini terlihat renta di usia mereka yang semakin senja.


"Kita apakan mereka berdua, Kak?" tanya Opa Rayyan dan Opa Algi sembari menyuruh orang yang mereka panggil untuk mengangkat tubuh keduanya.


"Sebelum kita kembali satu minggu lagi, bawa mereka ke rumah sakit. Obati keduanya. Kakak akan menghukum mereka di oenajra kita. Komandan Gea sudah Kakak hubungi. Beliau bersedia untuk menindak lanjuti apa yang keduanya lakuakn kepada Jia dan Riya. Keduanya akan di hukum berat setelah ini. Apalagi jika kita memiliki bukti kelakuan mereka selama empat tahun ini di dalam rumah ini terhadap Riya dna Jia. Rasanya, menghukum keduanya saja tidak cukup! Kakak ingin mereka merasakan seperti apa yang Zaun dan zayden rsakan saat jauh dari kedua istri mereka! Tidakkah keduanya tahu, kalau cucucku begitu menderita?"

__ADS_1


Masih teringat jelas olehnya saat Opa Tama berpesan padanya.


"Sayang, jaga keluarrga kita tetap bersatu seperti permintaan Mak dan Papi dulunya. Abang bahagia bisa menikah dnegnamu, cinta kecilku. Sedari lahir, tangan inilah yang mengurusmu. Hingga kamu besar, kamu menjadi bagian dari hidupku. Kamu segalanya untukku. Jaga Zayn dan zayden. Keduanya sama sepertiku. Jika keduanya terluka, mereka tetap bisa menunjukkan senyum dan tawa menutupi luka di hatinya. Keduanya itu keturunanku! Mereka mirip dneganku. Lembut dan penyayang. Mungkin, saat keduanya melkaukn kesalahan, saat itu sednag mencoba untuk meresapi hati dan pikiran. Ingatkan saja dulu diriku yang membuatmu hingga terluka karena ulahku. Untuk itu, jaga mereka berdua. Jika ada orang yang sengaja melukai keduany, hukum dengan seadil-adilnya! Kamu, ratu King Pratama. Aku menyerahkan tugas ini padamu. Aku sudah lelah untuk bertahan,"


Ucapan Opa Tama masih terngiang di telinga Oma Annisa hingga saat ini. Oma Annisa menitikkan air matanya mengingat cintanya itu.


Opa rayyan, Opa Algi memeluknya dengan erat. Beliau tersedu. Abi Prince, Ummi Alzana, Oma Tiara dan Oma Cinta memeluk mereka juga. Bersama-sama saling menguatkan.

__ADS_1


"Udah Kak. Abang udah pergi. Jangan tangisi dirinya. Tangisanmu membuatnya tersiksa di alam sana. Berdoa, berdoa yang banyak untuknya. Hanya doa yang bisa merubah segalanya. Bagi orang uyang sudah tiada, doa merupakan penyelamat untuk mereka di alam sana. Kita pun akan menyusul mereka juga nantinya." Ucap Opa Rayyan yang dingguki oleh mereka semua.


Para petugas yang bertugas mengeluarkan kedua orang itu bergerak cepat. Mereka membawa kedua orang itu menuju ke rumah sakit untuk di rawat sebelum keduanya akan di sidang di Indonesia sana.


__ADS_2