Princess Pratama

Princess Pratama
Penyesalan selalu datang terlambat


__ADS_3

Nasi sudah menjadi bubur. Itulah yang tepat untuk keadaan Uwak Lana saat ini. Ia baru sadar saat Malik menjelaskannya.


Seandainya ia berpikir seperti itu, maka tidak akan terjadi prahara seperti yang terjadi saat ini. Jikalah Uwak Lana berpikir, kalau mereka tidak usah di jodohkan, pastilah tidak seberantakan seperti ini keluarga mereka.


Papi Tama selaku yang tertua begitu kecewa padanya. Walau beliau tahu tujuan Uwak Lana demi menyelamatkan Kendra, tetap saja. Semua itu salah.


Salah karena memaksakan kehendak tanpa berpikir lebih lanjut, timbal baik dan untung ruginya. Sama seperti yang Malik katakan tadi.


Bukan berarti harus selalu untung, tetapi kadangkala kita harus rugi dulu. Setelahnya baru sadar dan bisa memahami keadaan yang sebenarnya.


Lebih tepatnya sakit dulu baru tahu rasa. Setelahnya baru cari jalan keluar untuk masalah itu. Walau sebenarnya sedikit terlambat.


Tetapi tak apa. Uwak Lana sudah memahami akan hal itu. Dan ia pun berniat akan mengubah apa yang seharusnya terjadi.


Ia akan mengembalikan pada porosnya. Walau harus ada yang terluka, ia tetap akan merubah semuanya. Dirinya sudah bertekad kuat saat ini.


Demi keluarga, putrinya, dan juga keponakannya. Ia akan mengembalikan apa yang telah hilang itu. Saat ini ia harus mencari keberadan Tania dulu.


Baru setelahnya memutuskan. Saat ini yang penting adalah Tania. Keberadaan Tania yang belum tahu dimana, masih membuatnya khawatir dan sedikit cemas.


Rasa was-was selalu menghantui perasaanya saat ini.

__ADS_1


"Ya Allah.. Abang sama Annisa kemana sih? Kenapa ponsel keduanya tidak bisa di hubungi? Apakah terjadi sesuatu? Hingga keduanya kini sedang dalam masalah? Tapi apa??" katanya pada diri sendiri dengan terus menggulir layar ponsel miliknya yang menunjukkan sudah ratusan kali menghubungi papi Tama dan mami Annisa.


Sementara di samping taman sana, seorang wanita seumuran dengannya tertegun mendengar setiap ucapan putra kedua Uwak Lana yang begitu menampar dirinya.


Ia jatuh terduduk di rerumputan taman itu dan menatap kosong pada tanaman yang tumbuh terawat disamping kamar itu.


Ia mengingat ucapan Malik tadi yang mengatakan, bukan hanya Uwak Lana yang salah tetapi juga dirinya.


Belum lagi tentang perjanjian itu.


"Kenapa aku tidak memikirkan apa yang Malik katakan tadi? Benar katanya. Kenapa tidak cucu ku saja yang aku jodohkan dengan putra atau Putri Ziana? Jika aku berfikir seperti ini di awal, pastilah tidak akan terjadi hal seperti ini. Abang.. Aku harus apa saat ini. Aku salah dalam membuat keputusan Bang. Aku harus apa?" isaknya dnegan pilu.


"Putra dan menantu kita yang saat ini yang menanggungnya. Mereka terluka karena perjanjian itu bang. Aku harus apa bang?


Terus Ziana? Bagaimana dengannya? Akankah ia mau berpisah dari pemuda yang kini sudah merasuki hatinya??


Hiks.. Ya Allah. Menyesal aku mengambil keputusan ini. Jika ku tahu semua ini terjadi, maka aku tidak akan melakukannya!" Ucapnya berbicara sendiri disamping jendela yang kini langsung terlihat jelas dimana Uwak Lana sedang mondar mandir tidak karuan karena memikirkan keluarganya yang belum jelas lagi kadar keadaannya seperti apa.


Ummi Mutia menyesali perbuatannya yang sudah memaksa Kendra demi sebuah perjanjian perusahaan yang kini sudah bangkrut.


Bukan ia tidak marah saat tahu perusahaan suaminya itu bangkrut. Ia jelas marah. Karena selama berada dibawah kepemimpinan anak tiri yang ternyata putra kandung dari Kevan itu kini hancur lebur dan tak terbentuk.

__ADS_1


Mereka bangkrut total. Tetapi apa yang harus ia perbuat? Saat Kevan sendiri memutuskan jika kesalahan itu terletak padanya?


Ya, paman Kevan menuduh Ummi Mutia dan putranya yang sudah melakukan kesalahan. Padahal bukan.


Semua itu karena ulah anak tiri yang Kendra tahu itu putra tiri dari ayahnya dari istri yang lain yang ternyata putra kandung Paman Kevan.


Semua itu karena ulah mereka berdua. Mereka yang haus akan kekuasaan dan harta, tega memonopoli keadaan yang seharusnya Kendra lah disana menempati posisi CEO. Tetapi digantikan oleh Paman Kevan dengan cara meletakkan putranya itu disana.


Mereka memalsukan semua surat wasiat itu dan mengubahnya. Padahal yang sebenarnya, Kendra lah pewaris yang sah dari perusahaan dan juga seluruh harta kakek Kendaraksa.


Harta yang sudah dihibahkan khusus untuk Kendra dan juga keturunanya kelak. Tidak sedikitpun tersisa untuk sepupunya itu karena kakek Kendaraksa punya alasan yang kuat untuk masalah warisannya itu.


Dan yang tahu akan hal itu hanya Abi Kevin, Ummi Mutia dan juga Kendra tentunya. Kini Ummi Mutia hanya bisa pasrah akan keadaan yang saat ini menimpa nya dan juga Kendra.


Karena kesalahannya dan juga Uwak Lana, kini Tania, Ziana dan juga Kendra yang harus menanggungnya.


Mereka sudah membuat ketiga orang itu harus menghadapi masalah pelik ini. Niat hati ingin meneruskan perjanjian itu, malah terjadi kekacauan seperti itu.


Uwak lana sengaja membawa putrinya dalam masalah ini. Berharap Kendra bisa cepat bebas. Tidak tahunya malah semakin tertekan. Setelah semua ini terjadi, ia berjanji akan membawa putrinya kembali lagi padanya.


Yang tanpa ia sadari, jika apa yang ia perbuat sudah merusak segalanya. Dan tidak akan bisa kembali lagi.

__ADS_1


Dan apa yang Uwak Lana lakukan saat ini, sudah membawa putrinya hancur terlalu dalam. Dan malapetakan di depan sana sedang menunggu putri sulungnya itu. Di dalam keluarga besar Kendra Wiryawan.


Penyesalan selalu datang belakangan. Jika diawal pastilah pendaftaran namanya.


__ADS_2