
Tania menyibukkan dirinya dengan memegang ponsel miliknya dan membuka sebuah aplikasi baca online. Cerita yang berkisah tentang seorang suami yang rahim istrinya jadi rebutan banyak pemuda.
Tania tersenyum sendiri saat membaca kisah yang berjudul RAHIM REBUTAN karya seorang author pemula dan sangat recehan tapi banyak peminatnya dengan nama pena Melisa, yang Tania sendiri pun menyukainya. 🤣
Ia lebih menyukai karya ini daripada punya mami nya yang sudah terkenal sejak ia belum dilhirkan ke dunia ini.
Tania sibuk dengan bacaannya. Sementara Kendra dan wanita itu sibuk berkelana dengan pikirannya masing-masing.
Tania sesekali terkekeh dan tertawa saat membaca novel online di ponselnya yang membuat Kendra dan wanita itu menoleh serempak padanya.
"Hunny.." tegur Kendra yang membuat Tania segera menoleh padanya masih dengan tertawa.
"Iya? Abang butuh sesuatu?" jawab Tania sambil bertanya pada Kendra yang kini menghea napasnya.
"Matikan dulu ponselmu. Dengarkan kami berbicara." Ucap Kendra lagi pada Tania yang diangguki oleh istrinya itu.
__ADS_1
Tania segera menekan tombol kembali pada layar ponselnya dan menyimpan ponsel itu disaku gamisnya.
"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku, Fatma? Bukankah semua ini sudah selesai? Dari awal aku sudah bilang padamu. Bahwa aku tidak mencintaimu? Aku mencintai Tania. Gadis kecilku yang saat ini ada dihadapanmu!"
Deg!
Wanita yang bernama Fatma itu terkejut sambil menatap Tania dengan mata berkaca-kaca. Tania tersenyum tidak enak padanya.
"Ja-jadi.. I-ini.." tunjuknya pada Tania dengan tangan bergetar.
"Tapi.. Hiks.. Aku tidak bisa melupakanmu Bang Kendra. Salahkah aku yang menyukai mu sejak pertama kali kita bertemu dirumah sakit waktu itu?" tanya Fatma mengungkapkan isi hatinya pada Kendra.
"Kamu tidak salah. Kita tidak tahu akan jatuh cinta pada siapa. Tetapi kamu tidak tahu tentang lelaki yang kamu cintai. Aku hanya mencintai Tania seumur hidupku. Tidak akan tergantikan dengan yang lain. Walau kamu meminta ku untuk menjadikan kamu yang ketiga, aku tetap tidak bisa!" tegas Kendra yang ditatap bingung oleh Fatma.
Ia menoleh pada Tania yang kini terkekeh karena mendengar ucapan Kendra.
__ADS_1
"Yang ketiga? Apa maksudmu? Apakah kamu sudah menikah lagi walau sudah bersama Tania?" tanya Fatma tepat sasaran.
Kendra menggeleng dengan wajah polosnya hingga Tania tidak tahan untuk tidak tertawa. Fatma melihat pada Tania.
"Ya, aku sudah menikah lagi setelah dua minggu aku menikahi Tania, istriku. Dan itu pun dengan adik sepupu Tania sampai Tania memilih pergi dariku. Dan kamu tahu? Tania baru saja kembali tadi malam setelah tiga tahun kami berpisah. Dan aku tidak akan melepaskannya lagi. Cukup sudah hati dan jiwa ku tertekan karena kehilangan mereka berdua karena keegoisanku!" Ujar Kendra yang membuat Fatma tertegun.
"Maksudnya? Kamu masuk rumah sakit jiwa, em.. maaf sebelumnya." Ucap Fatma tidak enak ingin melanjutkan perkataannya. Takut menyinggung Kendra nantinya saat ia berbicara.
"Tak apa Kak. Itu memang benar kok. Lanjutkan saja." Sela Tania yang diangguki oleh Kendra.
"Tebakan kamu benar, Fatma. Tania pergi karena tidak ingin dimadu olehku. Dan sekarang? Kamu datang ingin meminta ku untuk menikahimu untuk menjadi yang ketiga??" tanya Kendra pada Fatma yang kini terdiam mendengar ucapan Kendra yang memang benar adanya.
Ia ingin meminta Kendra untuk menikahinya. Walau kendra sudah memiliki istri, Fatma tidak masalah. Ia rela menjadi yang kedua. Asal bersama Kendra.
Masa lalu yang belum tuntas kini kembali ke masa depan Kendra. Tania hanya bisa menghela napas panjang saat menyadari jika tebakan suaminya terhadap ucapan Fatma selanjutnya, benar adanya.
__ADS_1