Princess Pratama

Princess Pratama
Season 3 ( Berangkat ke Kairo )


__ADS_3

POV Zayn.


Berita yang Alish kabarkan padaku, begitu mengejutkan jantung ini. Serasa ingin copot saat itu juga! Astaghfirullahal'adhim.. Adik kecilku yang satu ini suka sekali buat orang jantungan!


Tapi, tak apa. Aku senang malahan dengan kabar ini. Aku akan menemui istriku dan menanyakan apa keinginannya. Jika pun ia ingin berpisah, aku ikhlas. Tak masalah abgiku. Yang penting dirinya bahagia.


Bukankah mencintai tak harus memiliki?Aku akan melakukan ini untuknya. Sedari dulu hingga saat ini, cinta ini masih utuh untuknya, Farajia Prince Arryan. Selamanya akan seperti itu.


POV Zayden.


Ya, Allah.. Aku serahkan semua keputusan ini padamu. Sekiranya memnag dia jodoh yang sudah tertulis, maka akan tetap menjadi milikku, Namun, jika tidak. Aku ikhlas melepasnya.


Aku sadar, diri ini tidak sempurna. Ia begitu sempurna hingga sangat sulit untuk bisa mengimbanginya. Aku sadar diri, diri ini tidaklah lebih baik dari Abi Prince yang begitu memuliakan Ummi Alzana.


Akan tetapi, apakah pemuda seperti kami ini tidak memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik? Jika iya, maka aku ikhlas. Aku pasrah. Inilah titik terakhir dalam hidupku untuk menjemput pahala sebanyak mungkin untuk menuju surga-Nya Allah.


*


*

__ADS_1


*


Mami Tania jatuh teruduk di kamar mandi saat membaca pesan dari Alish. Bibirnya memucat seketika dengan jantung berdebar tidak karuan. Sekuat tenaga ia berusaha bangkit dengan memegangi dinding kamar mandi.


Di luar sana Abi Kendra sudah menunggunya.


"Loh, Hunny? Kenapa wajahmu pucat? Kamu sakit perut? Kalau iya, ayo kita balik ke kamar!" katanya pada mami Tania yang masih berusaha menyadarkan dirinya agar tidak pingsan.


Abi Kendra segera menggendong Mami Tania ala bridal style untuk masuk ke kamar mereka. Tiba di sana, beliau meluruskan kaki mami Tania dan membuka kaos kakinya.


Saat beliau ingin membuka hijab dan baju Mami Tania, Mami Tania memegang tangan suaminya itu dengan mata berkaca-kaca.


Dduuaarr!


Tersentak Abi Kendra mendengarnya. Botol minyak kayu putih yang ada di tangannya jatuh seketika ke lantai bertepatan dengan Dzaka dan Dzaki masuk ke dalam kamar itu dan berdiri mematung di depan pintu.


Karena acara sudah selesai, keduanya pamit untuk membawa istri mereka. Keduanya berniat ingin mencari mami tania ingin bertanya tentang saudara kembar mereka yang tidak terlihat sekaligus kedua abang mereka. Sejak acara resepsi berlangsung, ketiga orang itu tidak kelihatan batang hidungnya.


"Apa katamu? Ketiganya sedang ke Kairo? Untuk menemui menantu kita? Jia dan Riya maksudmu?" tanya Abi Kendra menatap lekat pada Mami Tania yang kini melihatnya dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Beliau mengangguk. "Ya, Alish tahu di mana mereka. Dan malam ini juga, ketiganya kesana. Jika sudah posistif keduanya di sana, kita akan menyusul mereka. Abang mau?"


"Tentu! Tentu saja abang mau, Hunny! Ya, Allah.. Kenapa tidak terpikirkan oleh kita jika kedunya di Kairo? Padahal keduanya kan pernah kuliah di Kairo?" ucap Abi Kendra sembari memeluk Mami Tania yang kini sudah menangis di dalam pelukannya itu.


Dzaka dan Dazki saling pandang. Keduanya tersenyum saat memikirkan ide yang akan mereka lakukan besok pagi. Keduanya mengangguk dan berlalu dari kamar kedua orangtua mereka.


Keduanya berlalu menuju kamar mereka yang memang bersebelahan. Tiba di sana, keduanya mengatakan niat mereka pada Kiana dan Riana untuk ke Kairo malam itu juga. Untuk membuat kejutan bagi kakak ipar dan abangnya itu.


Kedua istri itu mengangguk dengan antusias.


"Baik, kita bersiap! Bantuin buka ini baju! Berat, ih!" ucap Kiana pada Dzaka yang di tertawakan oleh pemuda tampan itu.


"Oke, Sayangku! Cup!" jawab Dzaka sembari mengecup lembut tengkuk Kiana yang kini sudah terbuka itu. Kiana melototkan matanya. Dzaka terkekeh.


Begitu pun, dengan Dzaki, ia juga sedang membantu Riana untuk membuka baju pengantin mereka berdua.


"Kita mandi berdua, ya? Biar lebih cepat!" ucap Dzaki yang membuat Riana terkejut bukan main.


"Eh, eh, eh?" Riana bertambah terkejut saat dirinya di gendong ala bridal style untuk masuk ke kamar mandi berdua dan mandi bersama.

__ADS_1


__ADS_2