Princess Pratama

Princess Pratama
DPBR Bulan madu


__ADS_3

Dua hari sejak kejadian keduanya di patok ayam, hari ini ke empatnya berencana untuk jalan-jalan ke pantai batu putih yang terkenal di daerah Aceh.


Mereka berempat sudah siap dan sudah menaiki mobil. Zayn dan Zayden sudah mendapat izin untuk membawa mobil mertua mereka. Awalnya, ke empat anak muda yang sedang berbulan madu itu akan pergi menggunakan motor. Akan tetapi, saat keduanya ingin menggunakan motor butut almarhum Eyang Yoga dan Eyang Alina, keduanya mendapat teguran dari Ummi Alzana yang melarang mereka untuk membawa motor.


"Kan ada mobil, Nak. Pakai saja. Kunci mobilnya pinta sama istri kamu berdua! Jalan-jalan, kok, naik motor butut! Kalau mogok, pecah ban, gusinya kotor, kalian harus apa?" ucap Ummi Alzana pada kedua menantunya itu.


Zayn dan Zayden terkekeh. "Bukan gusi Ummi tapi, busi!"


"Halah, sama saja! Gusi, busi! Sama-sama ujungnya si! Ummi lebih cepat bilang gusi!" lagi, Zayn dan Zayden terkekeh-kekeh. "Udah, ah! Pakai mobilnya saja. Kalaupun hujan, kalian berempat tidak akan kehujanan! Ummi tak terima penolakan!" tegas Ummi Alzana yang terpaksa keduanya angguki.


Di sinilah keduanya berada saat ini. Melewati perjalan sekitar satu jam, kini keduanya sudah tiba di tempat tujuan. Begitu tiba di sana, Zayn dan Jia segera mengeluarkan bahan makanan serta tikar untuk mereka duduk. Zayden dan Riya pergi ke sisi lain pantai. Keduanya sedang membeli air kelapa muda yang tidak jauh dari tempat mereka duduk saat ini.


D bawah pohon akasia, ke empatnya duduk dan bercerita bersama. Sesekali ke empatnya tertawa keras saat mengingat Mak Eni yang kini sedang berlibur di rumah anak di kampung sebelah.

__ADS_1


Keduanya sibuk menikmati hari bersama istri mereka. Zayn dan Jia duduk bersama menatap luasnya lautan. Jia duduk di hadapan Zayn yang kini berselonjor dengan punggugnya menyender di pohon akasia itu.


"Hem, baru sekarang ya, Bang kesampaian kita bulan madunya?" ucap Jia di tengah-tengah riuhnya suasana ombak yang bergulung -gulung di hadapan keduanya.


Zayn mengeratkan pelukannya saat angin pantai yang sepoi-sepoi membuat kulitnya dingin.


"Ya, kamu benar. Mungkin inilah jalan takdir untuk kita dulunya. Kita di pisahkan untuk bisa menikmati hari-hari ini," jawab Zayn yang diangguki oleh Jia sambil tersenyum di balik niqobnya.


Keduanya singgah di pondok yang tadinya mereka datangi untuk membeli es kelapa. Keduanya duduk sambil melihat pantai dan juga air laut yang bergulung-gulung.


Keduanya saling bergenggaman tangan. Dari dalam pondok es kelapa itu terlihat seorang wanita yang belum terlalu tua sedang menatap lekat pada Zayden.


Wanita itu sembari membuat es kelapa, terus saja menatap lekat pada Zayden. Riya yang sadar melihat juga ke arahnya. Tatapan keduanya bertemu. Akan tetapi, Riya memutusnya lebih dulu.

__ADS_1


Riya mendekati telinga Zayden dan berbisik lirih. "Wanita tua itu kenapa terus melihatmu, Bang? Ada apa dengannya? Kok, yang kayak dia ingin banget ngomong sama kamu? Kamu kenal dia Bang?" bisik Riya di telinga Zayden yang membuat sesuatu di dalam tubuh Zayden terlonjak seketika.


Zayden menoleh pada Riya yang masih menatap lekat pada Zayden saat ini.


Cup!


Tanpa di duga, pertemuan bibir itu terjadi tanpa sengaja. Riya terkejut. Zayden tersenyum. Walau tertutup niqob, tetap saja keduanya terlihat sedang berciuman saat ini. Wanita yang sedang membuat es itu semakin menatap lekat pada Zayden saat ini.


Siapa dia? Kenapa mirip sekali dengan pemuda yang dulu pernah menyelamatkan pondokku ini?


...****************...


Masih ada yang ingat tentang kejadian bulan madu mami Tania dan Abi Kendra dulunya?

__ADS_1


__ADS_2