Princess Pratama

Princess Pratama
Perdebatan dengan Uwak Lana


__ADS_3

Keduanya masih saling berpelukan saat mami Annisa mengetuk pintu dan meminta mereka untuk keluar.


"Nak.. Keluar dulu. Ada Uwak Lana dan juga Ziana diluar. Mereka ingin bertemu denganmu!"


Deg!


Tania mengurai pelukannya segera. Ia menatap Kendra dan tertawa mengejek.


"Kamu lihat kan Bang? Baru dua minggu kita tenang, sudah datang pengganggu lagi!" ucap Tania segera bangkit dan menuju pintu.


Dikuti Kendra di belakangnya yang kini semakin merasa tidak sanggup untuk menghadapi semua ujian itu.


Apa yang harus aku lakukan ya Robb? Aku tidak mungkin menyakiti hati istriku dengan cara menikahi adik sepupu kesayangan nya yang masih sangat kecil.


Tapi.. Aku butuh bantuan dari Uwak Lana untuk menyelesaikan masalah ini. Ya allah.. Begitu berat ujian ini.


Akankah rumah tanggaku akan sama seperti Abi yang memiliki istri dua? Apakah aku sanggup? Bagaimana caranya aku memadu kedua saudara sepupu ini?


Ya allah.. Beri aku jalan keluarnya..


Batin Kendra begitu nelangsa mengikuti langkah Tania yang begitu lebar saat ini.


Ketiganya turun dan menuju dimana uwak Lana dan Ziana yang kini menatap tak berkedip pada Kendra.


Tania mengepalkan kedua tangannya.


Baru ditatap saja aku sudah tidak tahan! Bagaimana kalau aku menyaksikan keduanya menikah dihadapan ku?


Maulah aku jadi orang gila saat itu juga. Karena tidak ingin melihat suamiku menikahi adik kesayanganku!


Batin Tania menatap datar pada Ziana yang kini terus saja menatap Kendra tidak berkedip.


Ya allah.. Kuatkan aku! Tetapi kenapa sakit sekali sih?


Lagi dan lagi batin itu menggerutu hebat saat melihat Ziana tidak juga mengalihkan tatapan matanya dari Kendra.


Yang membuat Uwak Lana terkekeh kecil. Ia mengusap kepala Ziana yang tertutup hijab. Membuat gadis kecil itu terjingkat kaget.

__ADS_1


Ia menunduk karena malu ketahuan menatap suami kakak nya sendiri. Tania.


Ziana melirik Tania yang kini begitu dingin terhadapnya dan juga papi nya.


"Apa yang ingin Uwak bicarakan dengan ku? Ingin memaksaku untuk memberikan izin? Jika iya, maaf! Aku tidak bisa! lebih baik aku mundur!"


Deg!


"Hunny.."


"Nak.." Panggil Kendra dan Papi Tama bersamaan.


Ziana mentapa balik pada Kendra yang kini menatap sendu pada Tania.


Entah apa yang ada di dalam hati dan pikiran gadis kecil itu saat ini.


Uwak Lana menatap datar pada Tania. "Uwak tidak perlu meminta izin darimu. Toh, tanpa izin darimu keduanya tetap akan menikah!"


Deg!


Lagi, tangan Tania semakin terkepal erat.


Deg!


Bulu kuduk Ziana meremang. Ia memaksakan diri untuk melihat kakak sepupunya itu.


"Jawab dengan jujur! Apakah kamu menerima perjodohan dengan suami kakak?"


Ziana menunduk. Kedua tangannya meremas kuat. Uwak Lana mengusap kepalanya dengan lembut.


"Jawab Nak. Apa keputusan mu. Bukankah kamu sudah mengatakan keputusan mu pada papi saat dirumah tadi?" Ziana mengangguk, "Katakan!" titahnya pada Ziana yang kini menatap Tania dengan mata berkaca-kaca dan sendu.


"Maaf kak. Aku menerima perjodohan ini. Aku menerima bang Kendra untuk menjadi suami masa depanku.."


Ddduuaaarr!!


Tersentak Tania mendengarnya. Ia bangkit dengan segera. Rahangnya mengetat saat melihat senyum tipis terbit di bibir Uwak Lana.

__ADS_1


"Inikah ajaran mu Wak? Inikah yang kamu ajarkan kepada anakmu? Kamu ajarkan putrimu untuk merebut suami kakaknya sendiri?!" pekik Tania menggebu dihadapan Uwak Lana, Kendra, Papi Tama dan Ziana yang kini terkejut melihat reaksinya.


"Uwak tidak mengajarkan adikmu seperti itu. Tetapi apa yang Ziana katakan tadi, itulah keputusannya! Dan Uwak sebagai orang tua mendukungnya! Ada yang salah?" tanya Uwak Lana pada Tania yang kini wajahnya memerah menahan amarah.


"Tetapi bukan seperti ini caranya Wak! Uwak sengaja mengajarkan Ziana untuk merebut suami kakaknya sendiri!" serunya lagi masih dengan suara meninggi.


Kendra menarik lembut tangannya, tetapi tak dihiraukan olehnya. Dirinya saat ini sangatlah emosi.


"Uwak tidak mengajarinya Tania! Tetapi inilah yang hrus terjadi! Jauh sebelum kalian berdua di pertemukan, Ziana sudah lebih dulu menjadi calon istri Kendra! Kamulah disini yang merebut calon suami adikmu, Tania!"


Ddduuaaarrr!


Bruukk..


Tania jatuh terduduk disamping Kendra yang kini memeluknya dengan erat. Tatapan mata itu kosong seketika saat melihat Uwak Lana dan Ziana saat ini.


Keduanya menatap tania dengan datar. "A-aku? Perebut calon suami Zia? Apa benar itu Pi? Mi?"


"Nak.." lirih kedua paruh baya itu tidak berdaya melihat putri sulungnya harus dihadapkan pada kenyataan yang seperti ini.


"Hunny.." bisik Kendra ditelinganya.


Tania menoleh padanya. "Kamu menyetujuinya kan bang? Kenapa? Tidak cukupkah aku saja? Kenapa harus dengan adikku? Jika kamu tahu akan seperti ini, kenapa kamu harus menikahiku? Kenapa?" lirih Tania tak berdaya.


Suara itu begitu lemah saat ini. Kendra semakin merasa bersalah padanya. "Maaf hunny.. Tapi perusahaan ku membutuhkan Uwak Lana. Dan inilah syaratnya."


Tania menoleh padanya. "Kamu dengar Wak? Kendra rela memadu diriku dengan adikku karena syarat darimu! Kau sangat egois Wak! Baik, nikahkan mereka berdua! Dan kalian akan mendengar kabar jika aku sudah tiada dimuka bumi ini! Dan disaat kalian menyadarinya, maka kalian semua akan menyesal! Termasuk kau Tuan muda Kendra Wiryawan!"


Ddduuuaaarr!!


...****************...


Perang dimulai!


Antara Tania dan ziana, siapa yang akan bertahan?


Darisinilah akan othor ungkapkan kenapa Kendra bisa gila.

__ADS_1


So.. Pantengin terus!


__ADS_2