Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.102. Pisang Di Kondangan


__ADS_3

Sraakkkkk


Yuda menarik lakban berwarna hitam, yang lebarnya sekitar 10 cm. Pria itu kemudian memotongnya sepanjang dua kilan jarinya.


"Kenapa cuma celananya? buka juga kain segitiganya!" ujar Yuda pada anak buahnya.


"Aku mau lihat sebesar apa ular nagamu yang berani merenggut milikku itu," ucap Yuda.


"Ah...tidak! lepaskan aku brengsek!"


"Kamu yang brengsek! nenek moyangmu semuanya brengsek!" hardik Yuda.


"Sudah tuan," ujar anak buah Yuda.


"HaHaHa...."


Yuda tertawa keras saat melihat benda kebanggaan pria bertato itu.


"Astaga...tato dilenganmu bahkan jauh lebih besar dari milikmu ini. Jadi cuma ini yang bisa kamu banggakan itu? astoge....ini mah pisang yang ada di kondangan," tutur Yuda asal.


Mendengar itu anak buah Yuda tidak bisa menahan tawanya. sementara pria bertato itu wajahnya jadi merah padam karena merasa dipermalukan.


"Rekatkan ini disana!" ujar Yuda.


"Hey...apa yang mau kamu lakukan? kamu sudah gila ya? itu sangat sakit," ujar pria itu panik.


"Tahu sakit rupanya? apa saat gadis itu kesakitan kamu berhenti melakukannya? brengsek! membayangkan itu, aku ingin menghabisi segera barangmu ini."


"Ah...tapi itu tidak seru, aku harus bersabar bukan? aku ingin mendengar jeritanmu dulu dan merekamnya." Yuda terkekeh.


"Sudah tuan,"


"Tarik sekuat-kuatnya!"


"Tidak! kumohon jangan lakukan itu, aku hanya disuruh." pria itu berontak dengan keras, berharap terlepas dan kabur dari sana.


"Cepat tarik!!!" teriak Yuda.


Jebreeeeettttt


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkhhhhh"


pria bertato itu menjerit kesakitan. saat lakban hitam itu dtarik dari atas benda pamungkasnya, hingga rambut-rambut kebanggaannya ikut bermanja disana.


Rasa pedih panas sudah pasti pria itu rasakan. anak buah Yuda yang menyaksikan itu jadi ikut merasa ngilu dibawah sana.


"Sakit ya? kok aku tidak merasakannya ya?" tanya Yuda asal.


"Bagaimana kalau kita ulangi sebelum kita berikan salf spesial." sambung Yuda.


"Cukup! kumohon jangan lagi, ini sangat sakit." ucap pria yang sudah mengeluarkan air mata itu.


"Ya nggak bisa gitu dong, kalau bercukur itu harus bersih. Ayo sekali lagi!" perintah Yuda.


Anak buah Yuda menuruti apa yang Yuda katakan. Seperti sebelumnya, jerit kesakitan pria itu begitu Yuda nikmati.


"Sakit ya? nggak apa-apa, aku sudah menyiapkan salf khusus untukmu. Berikan itu padanya," ujar Yuda.


Mata pria itu melotot saat melihat sebuah balsem bertutup kuning sudah menumpuk diujing jari pria berbadan tegap.


"Tidak...tidak...tidak...kumohon jangan, ampuni aku. Kumohon ampuni aku,"


"Lakukan!" perintah Yuda.


"Aaaaaaakkkkkkhhhhhhhh"


Pria itu lagi-lagi menjerit kesakitan. Rasa perih dan panas langsung menjalar di daerah benda kebanggaan pria itu. Pria itu sudah kehilangan urat malunya, bahkan dia menangis dan meraung sesuka hatinya tanpa ada rasa malu lagi.


"Masukkan dia kedalam ruangannya," ujar Yuda.


Pria yang masih kesakitan itu kemudian diseret dan dimasukkan kedalam ruangan yang kedap suara. Sementara itu, diruangan berbeda Ezra menikmati penyiksaan itu dengan geleng-geleng kepala.


Krieeeekkkkk


Yuda masuk keruangan dimana sudah ada Ezra disana.

__ADS_1


"Lama-Lama kelakuanmu persis kayak orang psikopat Yud. Panas banget itu," ujar Ezra terkekeh sembari menikmati camilan ditangannya.


"Tadinya mau kukasih bubuk cabai juga,"


"Widihhhh...sadis,"


"Kamu apain Jihan? apa malah bernostalgia?"


"Nostalgia gigimu."


"Kali ini binatang apa yang mengungsi disana?" tanya Yuda.


"Ular."


"Apa ular berbisa? aku tidak mau dia mati secepat itu,"


"Bukan. Tapi cukup membuat dia berkeringat dingin,"


"Baguslah."


Tring


Tring


Tring


"Ando? tumben dia nelpon," ucap Ezra.


"Angkat saja. Siapa tahu penting,"


"Hallo,"


"Hallo mas bro. Kamu dimana?"


"Markas."


"Maskas? apa ada mangsa lagi?"


"Ya."


"Kamu kesini lagi? bukankah kamu baru mengambil barang dalam jumlah besar waktu itu?" tanya Ezra.


"Ya. Bisnis butik ku berkembang pesat, ini berkat seseorang yang spesial."


"Yang spesial? apa sahabatku ini sedang jatuh cinta pada seorang gadis?"


"Ah...itulah sebabnya aku ingin bertemu kalian, aku ingin bercerita banyak hal dengan kalian."


"Baiklah. Kamu ingin ketemu dimana? di klub, dirumah, atau di markas?" tanya Ezra.


"kita ke klub saja, biar lebih santai."


"Baiklah. Aku juga ingin bercerita banyak hal denganmu. Kita santai disana saja nanti,"


"Oke. Sampai ketemu nanti malam ya? kalau begitu aku mau pesan bahan mentah dulu,"


"Sipp." Jawab Ezra.


"Ada apa?" tanya Yuda saat Ezra sudah mengakhiri panggilan telpon itu.


"Ando datang lagi. Bisnisnya berkembang pesat karena seseorang katanya."


"Seorang gadis?"


"Sepertinya begitu. Akhirnya si jomblo karatan itu laku juga," ucap Ezra sembari terkekeh.


"Aku jadi tidak sabar dengar cerita orang yang lagi berbunga-bunga itu. Biasanya banyak kelebayan disana," timpal Yuda sembari terkekeh.


"Kita akan mendengarnya nanti malam. Kita akan bertemu dengannya di Klub biasa,"


"Oke. sekalian ngilangin stres,"


"Emm."


*****

__ADS_1


"Ayo, cerita apa yang kamu bawa dari Paris tuan Ando?" tanya Ezra.


"Sepertinya aku memang sudah jatuh cinta padanya,"


"Siapa?"


"Namanya Arin."


"Dari negara kita?" tanya Ezra.


"Ya."


"Kalau gitu sikat bro. Jarang-Jarang kamu merasa jatuh cinta, pasti gadis itu orang yang sangat spesial."


"Ya. Dia memang sangat spesial, dia berbeda dari wanita yang pernah aku kenal. Dia cantik dan juga smart. Dia juga ramah dan memikat. Pokoknya semua hal baik ada dalam diri Arin," ujar Ando sembari menerawang membayangkan wajah Marinka.


Yuda menoel Ezra sembari menaikkan alisanya.


"Kamu sudah menyatakan perasaanmu padanya?"


"Belum."


"Kenapa belum? ntar keburu di embat orang loh," ujar Ezra.


"Belum saatnya. Aku harus menunggu beberapa bulan dulu,"


"Kenapa?"


"Dia sedang mengandung saat ini."


"Apa???" Ezra dan Yuda berteriak bersamaan.


"Berisikkkkkk! bisa biasa aja nggak sih?" tanya Ando yang memegang telinganya karena bengal.


"Kamu udah nyolong star Ndo?" tanya Yuda.


"Nyolong star apaan sih Yud?"


"Itu, maksudku kamu sudah buat dia bunting duluan?"


"Ckk...kamu ini, sudah berapa lama kamu mengenalku? aku nggak mungkin kayak gitu."


"Ya maaf, kali aja Ndo." Yuda terkekeh.


"Dia baru bercerai dari suaminya. Tapi dia sedang mengandung anak kembar saat ini," ujar Ando.


"Busyettt Ndo, udah dapat bonus aja. Sekaligus dua lagi," ujar Ezra.


"Tidak masalah. Suaminya itu akan menyesal sudah mencampakan wanita sebaik dia, dia itu benar-benar berlian dalam tumpukkan batu."


Ezra jadi menerawang mendengar ucapan Ando. Pria itu merasa bukan hanya dirinya pria bodoh yang melakukan kesalahan fatal.


"Maaf ya Zra. Aku nggak bermaksud nyindir kamu loh? oh ya, gimana perkembangan pencarian istrimu itu?" tanya Ando.


"Dia hilang seperti ditelan bumi. Kami masih dalam tahap pencarian,"


"Bersabarlah. Kalau jodoh, kalian pasti akan dipersatukan kembali."


"Jadi kamu rencananya akan melamar wanita itu saat sudah lahiran?"


"Tidak juga. Sekarang aku sedang dalam tahap PDKT. Do'akan aku ya? semoga aja aku bisa mengobati luka hatinya dan dia mau menerimaku jadi suaminya."


"Amiin," Ezra dan Yuda mengaminkan ucapan Ando dengan nada mengejek.


"Aku jadi penasaran secantik apa janda itu," ujar Yuda.


"Beh..jangan ditanya Yud, baru kali ini aku lihat wanita cantiknya sempurna."


"Jereng berarti mata suaminya, mencampakkan wanita sesempurna itu."


"Betul itu." Jawab Ando


Lagi-Lagi Ezra merasa tersentil, hingga wajah pria itu jadi mendung seketika.


TO BE CONTINUE...🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2