
"Bagaimana kalau Joan ingin minta cerai?"
Mario coba iseng membuat putranya itu kesal. Dan benar saja, Abizard langsung bangkit dari pangkuan Milana.
"Kok papa gitu ngomongnya? bukannya kasih semangat anak sendiri. Aku nggak akan bercerai darinya, meskipun dia yang minta. Lihat saja, aku akan mengobrak abrik kantor pengadilan, kalau sampai itu terjadi," ucap Abizard.
"Ya sekarang kamu mau mempertahankan Joana percuma juga kan? kamu juga nggak tahu dia dimana. Nggak tahu juga mau cari dia dimana" tanya Mario.
Abizard terdiam. Dari balik tembok Joana bisa melihat kesedihan diwajah Abizard. raut wajah yang tidak pernah Joana lihat selama ini karena Abzard selalu terlihat ceria.
"Ternyata Abizard sungguh-sungguh mencintaiku. Dia menerima segala kekuranganku. Kenapa aku bisa sebodoh itu meragukan kesetiaannya, hanya karena aku merasa tidak sempurna dimatanya," batin Joana.
"Ah...aku sangat merindukannya. Ingin rasanya aku berhambur dalam pelukkannya sekarang juga,"
"Aku tidak tahu kenapa dia tidak mau mendengarkan penjelasanku. Kenapa dia harus cemburu dengan Yeni, padahal Yeni sama sekali tidak sebanding dengannya. Kenapa dia tidak mengerti juga, bahwa aku sangat mencintainya dan sangat mengistimewakan dia. Apa ini hukuman, karena dulu aku sering mencampakkan seorang wanita? dan sekarang joana mencampakkanku," ujar Abizard.
Lagi-Lagi air mata pria itu jatuh. Air mata Joana jadi ikut terjatuh.
"Sudahlah. Lebih baik kamu lupakan Joana. Masih banyak juga gadis diluar sana yang mau sama kamu," ujar Mario bertambah usil.
"Papa ngerti nggak sih, kalau aku nggak bisa hidup tanpa Joana? Joana itu segalanya buatku pa. Pokoknya aku mau cari dia sampai dapat. Aku nggak akan pernah menikah lagi sebelum aku menemukan dia. Aku cuma mau dia, aku nggak mau wanita lainnya," ucap Abizard.
"Kamu dengar itu Joana? putraku cinta mati sama kamu, dia sudah tergila-gila sama kamu. Jadi jangan lama-lama ninggalin dia, takutnya dia benar-benar masuk dalam rumah sakit jiwa.Putraku cuma satu, kalau 10 nggak apa-apa," ujar Mario setengah berteriak.
"Iya pa dengar." Jawab Joana.
Tubuh Abizard jadi menegang saat mendengar suara Joana. Dia sangat takut, kalau-kalau dirinya salah dengar. Namun sesaat kemudian Joana muncul dari balik tembok, yang membuat Abizard tersenyum lebar.
"Sayang," ucap Abizard sembari berdiri dari tempat duduk.
Drap
Drap
Drap
Greppppp
Abizard langsung memeluk Joana dengan erat. Abizard dan Joana jadi sama-sama terisak. Kerinduan yang mendalam membuat air mata mereka meluncur tanpa di komando.
"Aku sangat merindukanmu sayang," ujar Abizard.
Joana mendorong Abizard perlahan. Di usapnya air mata pria yang dicintainya itu.
"Maafkan aku karena sudah jadi istri yang tidak berbakti. Aku sudah durhaka padamu, karena pergi tanpa seizinmu. A-Aku terlalu cemburu melihatmu dengan wanita lain," ujar Joana sembari meremas ujung bajunya.
Abizard meraih kedua sisi wajah Joana dan mencium bibir istrinya itu sekilas.
__ADS_1
"Aku tidak pernah menyalahkanmu, karena itu murni kesalahanku. Seharusnya aku tidak membiarkan wanita manapun mendekatiku dalam bentuk apapun," ucap Abizard.
"Aku juga minta maaf padamu, hari itu sudah berkata kasar padamu. Seharusnya aku membujukmu, bukan malah hilang kesabaran," sambung Abizard.
"Sudah sepatutnya kamu bersikap seperti itu. Akhir-Akhir ini aku selalu kekanakkan dan banyak mengeluh. Seharusnya aku bersabar," ucap Joana.
"Jadi kita baikkan ya sekarang?" tanya Baizard.
"Emm." Joana mengangguk sembari tersipu.
Kedua insan yang lupa diri itu kemudian saling berpagut mesra. Sementara orang tua ynag menyaksikan itu jadi malu sendiri.
"Ehemmm...kalian yang benar saja dong. Ini nggak sopan namanya. Masak didepan orang tua gitu?" ucap Mario.
Abizard dan Joana sama-sama menjauhkan diri. Mereka benar-benar lupa kalau saat ini ada orang lain diantara mereka. Abizard kemudian menyeret tangan Joana untuk masuk ke kamar.
"Mau kemana kalian?" tanya Mario.
"Jangan ditanya lagi pa. Mau melepas rindu." Jawab Abizard sembari berjalan dengan cepat, dengan menyeret tangan Joana.
"Sayang. Malu," ujar Joana.
"Mereka akan mengerti. Kita ini pasangan muda yang berga*rah." Jawab Abizard.
Abizard membuka pintu kamar pribadinya, dan kemudian menguncinya. Abizard lalu membuka seluruh pakaiannya, hingga terlihatlah kejantanannya yang mengacung sempurna.
"Dia sudah sangat merindukan sarangnya. Apa kamu tahu, dia selalau kedinginan selama seminggu ini. Karena sarangnya sedang rusak dan sedang di perbaiki. Sekarang sarangnya sudah bagus, burungnya kembali lincah dan ingin masuk dengan nyaman kedalam sarangnya," ucap Avizard.
Joana tersipu malu. Abizard membuat jarak diantara mereka semakin mengikis. Abizarpun melabuhkan sebuah ciuman lembut dibibir istrinya itu. Lambat laun ciuman itu semakin menuntut. Dengan tergeasa-gesa Abizard mrlucuti pakaian Joana hingga terpampangkah aset berharga yang sangat disukai Abizard.
"Sayang...Kenapa aku merasa mainanku tambah besar? apa karena sering aku mainkan, ukurannya jadi bertambah?" tanya Anizard.
Joana mau tak mau mengikuti arah pandang Abizard, meskipun dirinya merasakan malu. Joana juga mengakui kalau asetnya itu memang bertambah besar dari biasanya, dan dia juga merasakan nyeri saat tersenggol. Rasa nyeri itu seperti dirinya sedang tanda-tanda akan kedatangan tamu bulanan.
"Iya." Jawab Joana singkat.
"Kalau begitu harus sering dimainkan, biar ukurannya tambah besar," ujar Abizard sembari mengedipkan matanya.
Joana tesipu. Abizard memang paling bisa menggodanya. Pria itu kemudian membenamkan wajahnya disalah satu puncak dada milik Joana. Karena lama tidak disentuh, Joana begitu menikmati permainan Abizard. Namun ketika pria itu mencium bibirnya sembari me**mas asetnya, Joana merasa nyeri pada dadanya itu.
"Sayang. Jangan keras-keras, sakit!" ujar Joana lirih.
"Eh? sakit? aku me**masnya lembut kok," ucap Abizard.
Abizard memutuskan tidak lagi bermian diaerah itu. Karena miliknya lebih sudah tidak tahan lagi untuk memasuki sarangnya.
"Emmmptttt"
__ADS_1
Joana memejamkan matanya, saat Abizard perlahan menekan miliknya dan mendorong jauh miliknya itu hingga terbenam sempurna.
"Ah...sayang...aku benar-benar merindukan sarangku. Aku suka sarangku, karena sangat nyaman didalam," ujar Abizard lirih.
Pria itu kemudian mulai memompa perlahan. Suara ranjang mulai berdecit, seiring suara mereka yang saling bersahutan. Dan tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk mengerang bersamaan.
"Sayang. Jangan tidur dulu ya? aku mau lagi soalnya. Ini efek karena udah lama nggak main, jadi cepat keluarnya," ujar Abizard.
"Lama apanya? baru juga 10 hari," ucap Joana.
"Ya kamu tahu sendiri. Biasanya juga aku. minta tiap hari," ujar Abizard sembari terkekeh, sementara Joana jadi mencebikkan bibirnya.
"Sayang,"
"Hem?"
"Terima kasih kuenya." Jawab Abizard.
"Ah...masih enakkan kue yang dibawa Yeni," sindir Joana.
"Enak apaan? baru juga masuk kedalam mulut, udah kulepeh lagi, karena kamu datang waktu itu," ujar Abizard.
"Oh...kalau aku nggak datang, kuenya bakal kamu telan? jadi secara tidak langsung kamu mau bilang, kalau aku ini pengacau? ya sudah pergi sana minta kue sama si Yeni itu," ucap Joana.
"Eh? bu-bukan gitu. Sayang, aku mohon jangan salah paham lagi padaku. Bagaimana caraku meyakinkanmu, kalau aku tidak suka sama Yeni?" ujar Abizard.
"Aku heran. Kenapa Joana sangat sensitif sekali akhir-akhir ini. Dia sangat berubah, apa ini karena dia masih memikirkan soal anak? aku harus bagaimana bersikap?" batin Abizard.
"Sayang. Aku mau cerita sama kamu," ujar Joana.
"Cerita apa?" tanya Abizard. Pria itu bernafas lega, karena tiba-tiba mood Joana berubah kembali.
"Apa kamu ingat saat kita melakukannya dijepang waktu itu?" tanya Joana.
"Ya. Waktu itu tapikan nggak jadi, karena kamu tiba-tiba haid." Jawab Abizard.
"Iya. Tapi anehnya keluarnya cuma sedikit itu saja. Sampai saat ini darahnya nggak keluar lagi. Padahal biasanya kalau haid darah yang keluar lumayan banyak. Sehari bisa 2 sampai 3 kali ganti pembalut," ujar Joana.
"Kok gitu? apa perutmu merasakan sakit?" tanya Abizard.
"Tidak.Tapi kadang suka kram." Jawab Joana.
"Sayang. Aku jadi khawatir sama kamu. Nanti kita periksa ke doker ya? biar perasaan kita jadi lega," ujar Abizard.
"Emm." Joana menganggukkan kepalanya.
"Tapi sebelum ke dokter. Puasin aku dulu," ujar Abizard sembari mengedipkan mata.
__ADS_1
Joana kembali tersipu. Merekapun kembali berpagut mesra. Mereka benar-benar ingin melepaskan rada rindu yang sudah lama bersarang didada.