Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.76. Salome


__ADS_3

"Ternyata benar ucapan Stevan. Jihan menyerahkan keperawanan pada direktur utama yang menangani sebuah agensi model. Begitu murah harga dirinya, hingga keperawanan bisa ditukar dengan ketenaran."


"Kalau Ezra tahu, apa dia akan pingsan?"


Yuda sangat puas saat mendengar informan yang dia kirim untuk menyelidiki direktur utama agensi itu, ternyata memang penyuka daun muda dan suka memperdaya calon model yang baru saja akan merintis kariernya.


Yuda semakin senang ketika salah seorang informan yang ia kirim ke Turki, memberikan informasi yang membuat pria itu semakin gregetan. Bagaimana tidak? Jihan kesana bukanlah untuk melakukan pemotretan seperti yang dia bilang, melainkan menemanin pemilik agensi untuk melakukan perjalanan bisnis, sekalian untuk menemani pria itu tidur.


Disana bahkan Jihan juga melayani beberapa kolega dan rekan bisnis dari pemilik agensi modelnya itu.


"Kirim semua video mesum yang sudah kamu retas."


"Baik tuan," ujar sang informan.


Selanjutnya Yuda mendapat informasi dari informannya yang ada di Paris, tidak jauh berbeda dengan di Turki, tujuan Jihan kesana bukanlah untuk pemotretan, melainkan untuk bersenang-senang dengan sugar daddynya.


"Tamatlah riwayatmu Jihan. Aku tidak sabar dihari Ezra tahu, kamu akan dia lemparkan kedalam sumur atau dilemparkan ke empang buaya. Aku pasti sangat menikmati jeritan mulutmu yang pedas seperti sambal terasi itu."


"Sekarang tinggal nunggu informan dari Amerika saja. Aku ingin tahu apa yang dikerjakan oleh si Salome ini, Ezra kudu kusuruh periksa. Ini sangat bahaya, bagaimana kalau gadis itu sudah terjangkit penyakit kelamin? bukankah itu menular?"


Yuda jadi bergidik ngeri, setelah menunggu beberapa jam kemudian, Informan Yuda yang ada di Amerika memberikan informasi beserta video lengkap tentang Jihan selama berada disana.


Mata Yuda terbelalak, saat melihat puluhan video yang pemeran wanitanya tak lain adalah Jihan. Yang membuat Yuda merasa jijik adalah, Jihan melakukannya dengan pria yang berbeda dan usia pria itu sudah terbilang cukup tua. Hanya satu video pemeran prianya yang dia kenali, yaitu manager Jihan sendiri.


"Dasar wanita murahan. Ezra...kamu benar-benar akan menangis darah saat melihat ini semua. Kamu akan menangisinya hingga 7 hari 7 malam. Oh Tuhan...uang milyaran itu, apa boleh buatku saja?" gerutu Yuda.


Yuda bergegas keluar dari sebuah restauran mewah, setelah dirinya menyelesaikan makan siang. Namun lagi-Lagi langakahnya terhenti, saat melihat sosok yang dia kenal.


"Heh...sepertinya mataku hari ini benar-benar terbuka lebar. Rejeki mata emang nggak kemana,"


Yuda menyeringai saat melihat Jihan menggandeng mesra lengan seorang pria parubaya dan akan memasuki Restauran yang baru saja akan Yuda tinggalkan. Adegan itu tidak luput dari kamera ponsel Yuda. Bahkan dengan senang hati, dia ingin mempermainkan emosi Ezra.


"Rasakan ini Zra. Aku ingin memberikanmu syok terapi dulu siang bolong begini."


Yuda membuat panggilan video call untuk Ezra. Pria yang tengah sibuk dikantor itu, menghentikan aktifitasnya saat melihat Yuda membuat panggilan video untuknya.


"Tumben ngajak video call, apa ada yang penting?" ujar Ezra lirih.


Ezra menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan video itu.


"Ada apa?" tanya Ezra.


Yuda membuat kode diam dengan telunjuknya, kemudian pria itu mengalihkan tombol kamera, agar Ezra bisa melihat sosok dibelakang punggungnya.


"Jihan?" ucap Ezra lirih.


Ezra kemudian melihat kearah punggung pria yang terlihat sangat lebar, namun sama sekali tidak terlihat wajahnya.


"Siapa dia?" tanya Ezra penasaran.


Tut


Tut


Tut

__ADS_1


Yuda mengakhiri panggilan itu seketika.


"Rasain. biar botak rambut dijidat karena penasaran," tutur Yuda.


"Yuda sialan. Kenapa panggilannya dimatikan?" gerutu Ezra.


Ezra yang penasaran langsung membuat panggilan untuk Jihan. Jihan yang mendapat panggilan telpon dari Ezra tersenyum santai.


"Siapa?" tanya Sang sugar daddy.


"Calon suamiku."


"Angkat saja."


"Apa papi tidak masalah?"


"Tentu saja tidak, santai saja."


Jihan kemudian menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan telpon itu.


"Ya sayang?"


"Ada dimana?"


"Lagi di salon."


"Masih lama?"


"Mungkin sekitar satu setengah jam lagi, baru masuk soalnya."


"Iya. Ini semua aku lakukan untukmu,"


"Terima kasih."


"Aku tutup telponnya ya?"


"Emm."


Jihan mengakhiri panggilan itu dan mempercepat makannya.


"Kenapa buru-buru?" tanya Pria itu.


"Aku takut dia ke apartementku, sementara aku belum melayani papi. Aku berjanji padanya 1,5 jam lagi selesai. Itu artinya kita hanya punya waktu 1 setengah jam buat bercinta."


"Itu juga sudah cukup. Setelah kamu menikah, kita masih bisa bertemu lagi bukan?"


"Tentu saja." Jawab Jihan sembari mengedipkan mata.


"Ya udah kita pergi yuk?"


"Oke."


Jihan dan pria parubaya itupun beranjak pergi dari restauran. Yuda yang ingin menyelidiki dengan tuntas segera mengikuti Jihan dan pria itu. Setelah memakan waktu hampir 10 menit, mereka akhirnya tiba disebuah hotel bintang tiga. Karena terlalu tidak sabar, pasangan beda usia itu bahkan bercum*u didepan pintu kamar hotel.


Sungguh, hanya satu kata yang mampu Yuda ucapkan untuk gadis satu itu, yaitu 'Menjijjkkan', namun meski begitu kamera ponselnya selalu setia merekam apa yang Jihan lakukan meskipun tidak sampai masuk kedalam kamar.

__ADS_1


"Pulang ah...aku rasa semuanya sudah cukup. Bye...bye Jihan...sekarang kamu boleh enak-enak dengan bandot tua itu, tapi entah kalau besok," Yuda terkekeh.


Yuda melangkah pergi, Yuda hanya melirik kearah ponselnya saat sudah puluhan kali Ezra menghubungi dirinya, namun tak ada niat dari pria itu untuk menjawab panggilan itu. Yuda dengan sengaja membiarkan panggilan itu, agar Ezra semakin penasaran.


Sementara itu ditempat dan iklim yang berbeda, Marinka tengah disibukkan dengan menyusun dan menggantung berbagai jenis pakaian si butik yang akan dia kelolah. Marinka juga menyulap depan butik menjadi sebuah taman kecil, yang tampak begitu rapi dan indah. Semua cat dinding bagian depan dia rubah, dia ingin merubah semuanya sesuai dengan suasana hatinya.


"Istirahat dulu Rin, kasihan calon anak mu," ujar Sera.


"Emm, apa yang kamu bawa?"


"Jus alpukat buatmu. Menurut artikel yang aku baca, buah alpukat sangat baik untuk orang hamil, karena banyak mengandung asam folat yang bagus buat kecerdasan otak bayi."


"Benarkah? kalau itu benar, aku akan stok itu banyak-banyak."


"Ya aku rasa lebih baik begitu, daripada kamu mengkonsumsi obat-obatan kimia."


"Betul. Makasih ya Ra."


"Emm."


"ssssssttt...ada Aldo," ujar Sera lirih.


"Hai...," sapa Aldo.


"Hey...," Jawab Marinka.


"Sudah makan siang?" tanya Aldo.


"Belum." Jawab Marinka.


"Kebetulan aku bawa makan siang buat kalian."


"Aduh kak...nggak usah repot,"


"Tidak masalah."


Aldo melihat-lihat suasana butik yang tampak berbeda dan begitu segar dipandang mata.


"Apa kalian berdua yang mengerjakan semua ini?" tanya Aldo.


"Ya." Jawab Marinka.


"Seharusnya kamu bilang saja pada kakak, jadi kakak bisa menyuruh orang buat merubah semua sesuai keinginanmu."


"Jangan buang-buang uang. Kalau kita bisa mengerjakan sendiri, kenapa harus menggunakan jasa orang lain?"


"Tapi kamu sedang hamil, kamu harus banyak beristirahat."


"Ya. Abis ini sudah selesai kok,"


"Ya sudah. Kalian buruan makan gih, kasihan anakmu pasti sudah kelaparan."


"Emm."


Marinka dan Serapun menyantap makan siang mereka dengan lahap. Sesekali Aldo mencuri pandang ke arah Marinka saat pria itu berpura-pura sibuk dengan ponselnya. Aldo sangat mengagumi kecantikan yang Marinka milikki, sehingga dia tidak perduli meski tubuh Marinka tidak lagi sendiri.

__ADS_1


TO BE CONTINUE...🤗🙏


__ADS_2