Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.39. Siapa Dia?


__ADS_3

"Kenapa kamu baru mengangkat telponku sekarang?" tanya Jihan.


"Sayang. Tadi aku sedang banyak pekerjaan, maaf ya?"


"Tapi bukan sedang asyik berduaan dengan istri kontrak kamu itu kan?"


"Tidak. Kamu kok mikirnya gitu sih?"


"Ya kan aku was-was honey,"


"Sayang. Cintaku ke kamu itu sudah paten dan nggak akan bisa pindah kelain hati lagi, jadi kamu tenang saja ya? aku nggak mungkin menghianati cinta kita."


"Ya aku percaya kamu hanya mencintaiku seorang."


"Memang harus begitu."


"Emm...sayang, ada tas keluaran terbaru nih. Teman-Temanku sudah punya semua, aku juga pengen punya itu."


"Berapa?"


"Nggak mahal, cuma 750 juta."


"Ya sudah, besok aku akan transfer ke rekening kamu ya?"


"Ah....sayang...kamu memang yang terbaik deh."


"Apa kamu senang. Hem?"


"Senang dong, aku sangat beruntung punya pacar yang super duper baiknya kayak kamu,"


"Aku mencintaimu Jihan,"


"Aku juga mencintaimu sayangku,"


"Ya sudah aku tutup telponnya ya? besok akan aku kabari setelah uangnya ditransfer."


"Oke."


Ezra mengakhiri percakapan itu dan berbaring diatas tempat tidur karena lelah. Sementara itu tanpa Ezra sadari Marinka mendengar semua percakapan itu, Marinka hanya bisa menyunggingkan senyum tipis disudut bibirnya.


"Beruntung kamu mendengar semuanya Marinka, dengan begini telingamu tidak akan salah kaprah lagi, hatimu juga bisa dibentengi secara maksimal. Kamu harus sadar diri kamu itu siapa? Ezra memang cocok dengan Jihan, sama-sama orang berkelas, sementara kamu cuma ibarat kulit bawang," batin Marinka.


Marinka perlahan memasuki kamar, sepelan mungkin dia menaiki tempat tidur agar tidak membangunkan Ezra yang tampak mendengkur halus. Marinka menatap lekat kearah wajah tampan Ezra, wajah yang selalu membuatnya teduh dan menenangkan.


Lama menatap wajah tampan pria itu, lama kelamaan Marinka tertidur pulas.


*****


"Bang. Adek minta maaf ya kalau selama tiga hari nanti, adek akan selalu pulang terlambat,"


"Memangnya kenapa?"


"Tiga hari lagi proyek baju pengantinnya akan lauching, semua hasil karya akan dipajang dan dilelang untuk amal."


"terus?"


"Ya, adek akan sibuk untuk menyelesaikan bajunya, saat ini kami tengah memperbaiki kekurangan dan menambahi apa yang bagus untuk gaun pengantin itu."


"Kapan lelangnya akan diadakan?"

__ADS_1


"Tanggal 26 nanti, jam 7 malam digalery Puna karya."


"Ya sudah, kamu kerjakan saja proyeknya dengan sungguh-sungguh."


"Jadi abang tidak keberatan kan kalau adek pulang terlambat terus selama 3 hari?"


"Tidak. Yang penting kamu sudah bilang,"


"Makasih bang. Nah, udah cakep."


Marinka menyudahi sesi memasang dasinya untuk Ezra. Setelah itu mereka sarapan bersama dan mengantar Ezra pergi bekerja didepan teras rumah.


Seperti yang Marinka katakan, wanita itu benar-benar pulang terlambat. Waktu menunjukkan pukul 9 malam, saat Marinka turun dari sebuah mobil mewah berwarna merah. Ezra hanya melihat hal itu dari tirai jendela kamarnya tanpa bertanya apapun dengan Marinka.


"Abang belum tidur?" tanya Marinka saat dirinya masuk kedalam kamar.


"Belum ngantuk. Gimana dengan bajunya?


"Sudah 90%. Kami tinggal menyelesaikan tahap akhir dan menyempurnakannya saja."


"Baguslah."


"Abang sudah makan malam?"


"Sudah. Adek sudah makan?"


"Belum. Mau mandi dulu, habis itu baru makan."


"Kenapa belum makan? ini sudah sangat telat buat makan malam?"


"Iya tadi nggak sempat, teman juga udah ngajak makan, tapi adek takut pulangnya kemaleman "


"Eh? i-iya."


"Ya sudah pergilah mandi, nanti abang akan temani kamu makan malam."


"Tidak usah, sebaiknya abang duluan tidur saja, abang pasti lelahkan?"


"Tidak masalah, sekarang cepatlah mandi."


Marinka bergegas mandi, tidak sampai 15 menit, Marinka sudah keluar dengan berpakaian lengkap. Ezrapun menemani Marinka makan malam sembari berbincang banyak hal.


*****


Hari ini hari kedua Marinka pulang terlambat, seperti biasanya saat pukul 9 malam, Marinka tiba dikediamannya diantar oleh mobil berwarna merah. Tapi tidak seperti malam sebelumnya, kali ini pria yang mengantar Marinka ikut turun dan membukakan pintu untuk Marinka. Bukan tanpa alasan, Marinka sedang kerepotan membawa barang-barang untuk keperluan proyeknya.


Ezra yang melihat dari tirai jendela mengerutkan dahinya dan mempertajam penglihatannya. Marinka tampak berbincang sejenak dan tersenyum kearah pria itu.


Srekkkkk


Ezra menutup tirai jendela dengan sedikit kasar.


Ceklek


Marinka perlahan membuka pintu kamar dan mendapati Ezra sedang bermain dengan ponselnya. Tidak seperti malam sebelumnya, malam ini Ezra tampak diam dan tidak menanyakan apapun pada Marinka.


"Abang sudah makan malam?".


"Sudah." Jawab Ezra tanpa menoleh.

__ADS_1


Marinka mengerutkan dahinya karena Ezra terlihat dingin padanya.


"Ada apa dengan bang Ezra? apa dia sedang bertengkar dengan Jihan? atau dia marah karena aku pulang terlambat? tapi tidak mungkin, aku kan sudah bilang akan pulang terlambat selama 3 hari ini?" batin Marinka.


Marinka bergegas masuk kedalam kamar mandi karena ingin membersihkan diri. Setelah selesai dia keluar dengan sudah berpakaian lengkap. Karena sangat lelah, Marinka segera berbaring disisi tempat tidur yang lain. Tidak lama kemudian, dia sudah mendengkur halus.


Melihat Marinka yang sudah tertidur lelap, Ezra berbaring mendekati Marinka dan memeluk wanita mungil itu. Tidak berapa lama kemudian diapun ikut tertidur pulas.


Seperti biasa setiap pagi Marinka selalu menyiapkan sarapan dan bekal untuk Ezra, setelah itu dia akan naik keatas untuk membantu suaminya itu memasang dasi.


"Siapa dia?" tanya Ezra tiba-tiba.


"Siapa yang abang maksud?"


"Orang yang mengantarmu pulang tadi malam."


"Oh, dia Rehan. Teman satu tim denganku, kebetulan rumahnya satu arah dengan kita. Jadi adek ikut nebeng saja sama dia,"


"Ada berapa pria yang satu tim denganmu?"


"Dua orang. Jadi semuanya ada 5 orang. Adek, Rehan, Mela, Arumi dan Fandi."


"Oh,"


Hanya itu kata yang keluar dari mulut Ezra.


"Hari ini hari pelelangan, hari ini hari terakhir adek pulang telat,"


"Iya."


Ezra dan Marinka turun untuk sarapan bersama dan seperti biasa Marinka mengantar suaminya hingga didepan teras rumah.


"Yud, nanti malam ikut denganku,"


"Kemana?"


"Ikut saja. Tapi kita datang dengan sedikit menyamar."


"Menyamar? untuk apa? apa kita akan terlibat dengan urusan kriminal?"


"Jangan berpikir sembarangan."


"Makanya beritahu dulu,"


"Kalau kamu masih banyak bertanya, aku akan mengirimmu ke Afrika."


Yuda terdiam, ancaman itu masih sangat ampuh untuk membungkam mulut Yuda. Ezra selalu mengancam ingin mengirim Yuda ke Afrika dengan maksud menggosok gigi singa disana.


Setelah jam pulang kerja, sesuai yang disepakati Ezra dan Yuda pergi kesuatu tempat dengan sebuah penyamaran. Sementara itu Marinka dan timnya tampak sibuk menyiapkan hasil karyanya dibelakang panggung. Jujur saja, tim mereka sangat gugup saat ini. Mereka sangat takut tidak ada orang yang menyukai hasil karya mereka, dengan begitu tidak ada yang berminat untuk melelang baju itu.


"Aku yakin karya kita yang terbaik, tapi harga yang kita tawarkan memang cukup mahal karena memang modalnya yang fantastis. Kalau gaun ini tidak laku, aku tidak keberatan untuk memakainya dihari pernikahanku," ujar Arumi.


"Aku juga berpikir begitu," timpal Mela.


"Jangan berpikiran buruk dulu, aku yakin kita akan berhasil. Ini adalah hasil karya pertama kita, jadi kita harus berdoa sebanyak mungkin," ujar Marinka.


Suara microfon mulai terdengar diatas panggung, pembawa acara mulai membuka acar itu karena para pendatang yang ingin mengikuti lelang sudah memenuhi aula tersebut. Ternyata selain karya dari kampus Marinka, barang yang dilelang juga ada yang berasal dari kampus lain. Sehingga suasana pelelangan begitu ramai.


TO BE CONTINUE...🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2