
Joana tengah mengenakan baju hangat di tubuhnya. Hari ini mereka berencana akan melihat bunga sakura yang Joana inginkan. Setelah selesai sarapan, merekapun pergi ke tempat tujuan. Ternyata tidak hanya mereka, disana juga sudah banyak pengunjung lainnya.
"Ya Tuhan indah sekali," ujar Joana yang sangat takjub saat melihat hamparan bunga sakura yang jatuh berguguran, maupun yang berwarna merah muda diatas pohon.
"Berdirilah di sana. Aku akan mengambil beberapa foto untukmu," ujar Abizard.
Joana menuruti perkataan Abizard dan mengambil beberapa foto disana. Setelah itu bergantian, Joana mengabadikan foto Abizard. Abizard juga meminta tolong seseorang untuk mengabadikan foto mereka berdua.
Abizard tiba-tiba meraih satu bunga sakura yang gugur di tanah, dan menyadingkan bunga itu di pipi istrinya itu.
"Ada apa?" tanya Joana.
"Bunga sakura memang cantik, tapi menurutku jauh lebih cantik wajahmu. Aku jadi merasa punya bunga sakura di pipimu," ujar Abizard.
"Bisa aja kulit bawang ngerayunya," ucap Joana sembari terkekeh.
"Jahat banget ngatain suami kulit bawang. Kenapa nggak bilang kulit sapi saja?" ucap Abizard yang dijawab kekehan oleh Joana.
Abizard tersenyum tipis, saat melihat istrinya itu tertawa. Dia sangat senang melihat Joana bisa tertawa dengan lebar. Abizardpun mengajak Joana berjalan menikmati keindahan bunga sakura disana. Setelah puas, merekapun memutuskan untuk jalan-jalan ke tempat pariwisata lainnya.
"Sayang. Aku maunya setiap pagi selama kita disini, kira main ke taman sakura ya?"
"Iya. Tapi kenapa?" tanya Abizard.
"Enak. Udaranya sejuk." Jawab Joana.
"Baiklah tuan putri," ujar Abizard.
Seperti yang sudah di sepakati, Selama satu minggu mereka setiap pagi selalu mengunjungi taman bunga sakura, untuk menikmati salah satu tempat pariwisa terkenal di Jepang.
"Sayang. Berkemaslah! besok kita akan kembali ke tanah air," ujar Abizard.
"Hah...seminggu terasa begitu cepat. Rasanya aku masih ingin tinggal disini," ucap Joana.
"Lain kali kita akan kesini lagi. Aku janji," ujar Abizard.
"Iya." Jawab Joana.
Joanapun mulai beberes pakaian, karena besok mereka akan kembali ke tanah air.
"Sebelum pulang, kita menikmati dulu malam terakhir kita di sini," ujat Abizard saat melihat istrinya itu selesai mengepak barang-barang. Baik itu pakaian, maupun oleh-oleh yang sempat mereka beli.
"Sayang. Nanti kita kesiangan bangunnya," ucap Joana.
__ADS_1
"Janji cuma dua ronde saja," ujar Abizard yang sudah melucuti pakaiannya sendiri.
Joana mau tak mau harus melayani suaminya itu. Namun baru saja Abizard memompa milik istrinya itu, gerakkannya terhenti saat melihat ada darah yang menempel di kejantanannya itu.
"Sa-Sayang. Ada darah," ujar Abizard.
Joana menyeka darah yang melekat pada kejantanan Abizard dan juga menyeka liang basahnya dengan sehelai tisu. Darah itu memang tidak segar, lebih cenderung berwarna coklat. Saat melihat darah itu, Joana kembali berwajah murung. Air matanya kembali merebak.
Abizard bergegas membawa Joana ke dalam pelukkannya.
"Sudahlah tidak apa-apa. Kan belum rejeki," ujar Abizard sembari sesekali mencium puncak kepala Joana.
"Hikz...padahal ini adalah hari ke 10 aku telat haid. Padahal aku sangat berharap, janin itu tumbuh dirahimku. Tapi kenapa haid itu datang lagi. hiks...."
Tubuh Joana bergetar. Abizardpun jadi ikut merasakan kesedihan Joana. Hingga tanpa sadar air matanya jadi ikut menetes. Namun secepat kilat Abizard menyekanya, karena dia tidak ingin Joana melihat air matanya itu.
"Emm...begini saja. Kamu masih mau disini kan?" tanya Abizard.
"Iya." Jawab Joana disela isak tangisnya.
"Kamu boleh liburan disini selama yang kamu mau. Nanti setelah bosan, aku akan menjemputmu," ujar Abizard.
"Kenapa begitu? kenapa tidak bersamamu?" tanya Joana.
"Sayang. Aku harus bekerja, kalau tidak kerja bagaimana mau dapat uang. Pokoknya kamu tidak usah sedih. Aku akan cari uang yang banyak buat kita berobat nanti. Kita akan melakukan pengobatan dimanapun, yang termahal sekalipun. Sampai berhasil,"
"Asal kamu bahagia dan tidak bersedih lagi," ucap Abizard.
"Sayang. Aku tidak punya pembalut, boleh aku minta tolong padamu buat belikan pembalut?" tanya Joana.
"Tunggu sebentar. Biar aku mencari kebawah," ucap Abizard.
Abizardpun bergegas mengenakan pakaiannya. Setelah itu dia turun kebawah, untuk membeli pembalut untuk istrinya itu.
*****
Keesokkan harinya...
"Jaga diri baik-baik. Hubungi aku kalau kamu butuh apapun. Jangan menahan diri kalau ingin membeli sesuatu," ujar Abizard.
"Ya." Jawab Joana.
Grepppp
__ADS_1
Abizard membawa Joana kedalam pelukkannya. Pria itu begitu berat berpisah dengan Joana. Ini kali pertama mereka berpisah setelah menikah hampir satu tahun.
"Aku pasti sangat merindukanmu sayang," ujar Abizard
"Jangan nakal disana. Jangan dekat-dekat Yeni," ucap Joana.
"Iya." Jawab Abizard.
Abizard kemudian mencium bibir Joana sedikit lebih lama, dan kemudian melepaskannya setelah mereka hampir kehabisan pasokan oksigen.
Joana tahu, Abizard begitu berat meninggalkan dirinya sendiri.Tapi Joana saat ini merasa butuh menenangkan diri sedikit lebih lama lagi ke tempat yang dia sukai. Dan akhirnya Abizardpun pergi ke bandara dan pulang ke tanah air.
"Sayang. Aku sudah sampai, kamu sudah makan belum?" tanya Abizard.
"Sudah. Kamu istirahat ya?"
"Emm." Abizard mengangguk. Mereka sejenak terdiam dan saling menatap wajah mereka satu sama lain di layar ponsel. Mereka seolah menyadari, kalau mereka sebenarnya tidak bisa terpisah satu sama lain.
"Maaf," Joana kembali meneteskan air matanya.
"Hey...sayang. Kenapa nangis lagi hem?" tanya Abizard.
"Seharusnya aku ikut kemanapun kamu berada. Seharusnya aku tidak boleh terlalu larut dalam emosi, sehingga aku melupakan kewajibanku sebagai seorang istri," ujar Joana sembari sesekali menyeka air matanya.
"Tidak apa-apa sayang. Sesekali kamu memang butuh refreshing. Aku nggak masalah kok,"
"Tapi sekarang aku yang bermasalah," ucap Joana.
"Kenapa?" tanya Abizard.
"Belum apa-apa aku sudah merindukanmu." Jawab Joana.
Abizard terkekeh mendengar jawaban Joana. Terlebih saat melihat bibir Joana yang mengerucut.
"Kamu bilang saja kalau minta di jemput. aku akan menjemputmu," ujar Abizard.
"Tidak perlu, itu terlalu merepotkan. Nanti biar aku pulang sendiri saja," ujar Joana.
"Berhati-Hatilah sayang," ucap Abizard.
"Emm." Joana mengangguk.
Percakapan itupun berakhir, setelah mereka melakukan ciuman dari jarak jauh. Setelah panggilan itu berakhir, tiba-tiba pengingat di ponselnya berdering.
__ADS_1
"Astaga. Aku benar-benar lupa, kalau lusa Abizard ulang tahun. Kalau begitu lusa aku pulang saja, aku mau memberikan kejutan untuknya," ucap Joana sembari tersenyum.
Joana memutuskan membersihkan diri, karena dia ingin kembali pergi ke taman sakura. Namun dahinya mengerut, saat dia tidak menemukan darah di pembalutnya. Padahal dirinya tipe orang yang saat datang haid langsung deras.