
Abizard menyusul Joana hingga sampai ke loby kantor. Namun saat langkah Joana terhenti, Abizard jadi ikut menghentikan langkahnya sendiri.
"Oh...jadi wanita cantik ini calon pelakor. Bu Yeni sampai nangis gitu, karena dia ngerebut tuan Abizard. Cantik-Cantik kok jahat sih," gerutu salah satu resepsionis, namun masih bisa di dengar oleh Joana.
"Iya. Aku juga nggak nyangka kalau dia ini pelakor. Padahal kan cantik, kenapa nggak cari pria lain saja?" timpal yang lain.
"Yang lain kan nggak kaya. Kelihatan sih, kalau cuma modal badan doang,"
Abizard bergegas mengambil speaker dari meja informasi. Dan dia menekan semua tombol yang terhubung pada semua departemen.
"Kepada seluruh karyawan kantor, termasuk OB,OG, CS, Tukang kebun, Penjual kantin diharap berkumpul di loby sekarang juga," teriak Abizard dengan wajah merah padam.
"Saya beri waktu 5 menit! yang telat silahkan mengundurkan diri dari kantor ini," sambung Abizard.
Seluruh karyawan di berbagai departemen yang sangat mengenal suara Abizard, langsung berbondong-bondong turun kebawah. Mereka tidak ingin mengambil resiko di pecat, karena hal yang mereka tidak ketahui. Mereka bahkan rela turun menggunakan tangga darurat, karena merasa tidak mungkin cukup waktu, jika harus menggunakan lift.
"10"
"9"
"8"
"5"
"3"
"2"
"1"
"Oke. Stop! yang telat silahkan memisahkan diri. Jangan coba-coba berbaur dengan yang ada duluan disini," ucap Abizard.
Abizard kemudian melangkah, mendekat kearah Joana dan merangkul pundak istrinya itu. Joana masih tampak diam saja, karena dia ingin tahu apa yang akan dilakukan suaminya itu.
Suasana mendadak hening. Tidak seorangpun ada yang berani berbicara. Terlebih tatapan mata Abizard sudah sedingin es.
"Kalian perhatikan baik-baik wanita yang ada disebelah saya. Jangan sampai saya mendengar lagi desas desus yang mengatakan dia pelakor dan lain sebagainya. Namanya Joana, dan dia istri saya. Istri dari bos kalian."
"Kalau sampai saya mendengar kalian menghina istri saya, bukan hanya dipecat saja. Kepala kalian akan saya lubangi. Paham tidak?"
"Paham tuan." Jawab mereka serentak.
"Kalian bertiga. Silahkan buat surat pengundur dirian kalian!" ucap Abizard pada 3 orang resepsionis yang sudah menggosipkan istrinya yang tidak-tidak.
__ADS_1
Bruk
Bruk
Bruk
Mereka berlutut bersamaan, sembari memegang kaki Joana.
"Bu. Kami minta maaf. Kami tidak tahu kalau anda istri tuan Abizard. Nona Yeni yang mengatakan kalau anda pelakor. Kami cuma terprovokasi oleh ucapan dia. Tolong maafkan kami bu, kami tidak mau hilang pekerjaan," ujar salah satu resepsionis.
"Iya bu. Ini terjadi karena kami tidak tahu. Mohon ibu memaafkan kami," timpal yang lain.
"Kami janji tidak akan mengulanginya lagi," sahut yang lain.
"Jauhkan tangan kotor kalian dari istriku! dengar tidak? meskipun istriku memaafkan kalian, aku akan tetap memecat kalian yang bermulut lancang itu!" hardik Abizard.
"Tapi tuan...."
"Tidak ada tapi-tapian. Pergilah dari sini!" hardik Abizard.
"Kembalilah bekerja," ujar Joana mulai bersuara.
"Sayang. Tapi mereka...."
"Eh? ti-tidak. Aku tidak keberatan sama sekali sayang," ujar Abizard sembari tersenyum.
Abizard kemudian memberi kode pada semua karyawannya agar segera bubar, termasuk ketiga resepsionisnya.
"Sayang. Kita kembali keatas yuk?" bujuk Abizard.
"Lain kali saja. Aku sedang tidak mood." Jawab Joana, sembari melangkah pergi.
Tap
Abizard mencekal tangan Joana, hingga wanita itu berhenti dan melihat kearahnya.
"Tunggu disini ya sayang? biar aku ambil mobil, dan kita pulang sama-sama," ujar Abizard.
"Tidak usah. Kamu bekerja saja. Biar aku pulang sendiri saja." Jawab Joana.
"Sayang. Kita harus selesaikan masalah kita secepatnya. Jangan biarkan sampai berlarut-larut. Apa perlu aku berlutut disini, dan semua orang melihat suamimu tunduk pada istrinya?"
"Kamu tentu nggak mau kan melihat wibawa suamimu rusak?"
__ADS_1
"Lakukan! aku ingin melihatnya," ucap Joana.
"Ap-Apa?" Abizard terkejut.
"Kenapa? apa karena semua wanita tunduk dibawah selangkanganmu, jadi kamu tidak mau tunduk? apa karena kamu merasa mudah mencari ************ yang lain?"
Brukkkkk
Abizard langsung berlutut di depan Joana, sembari meraih kedua tangan Joana. Joana cukup terkejut, karena Abizard benar-benar melakukan itu. Semua orang jadi menatap kearah suaminya itu.
"Kalau adegan ini sampai bocor ke publik. Aku tidak segan-segan memecahkan kepala kalian. Apa kalian mengerti? palingkan wajah kalian saat majikkan kalian sedang bicara!" hardik Joana.
Tanpa Joana tahu, Abizard jadi tersenyum melihat wibawa yang di tunjukkan istrinya itu. Abizard kemudian bangkit dan meraih kedua sisi wajah Joana. Abizard kemudian mencium Joana secara tiba-tiba, di depan semua orang.
Hah
Hah
Hah
"A-Abi. Apa urat malumu itu sudah putus? ini banyak orang?" bisik Joana yang kini sedang membenamkan wajahnya di dada pria itu karena malu.
"Kalau begitu kita pulang kerumah, kita cari tempat tertutup biar kamu tidak malu lagi," ucap Abizard.
Abizard kemudian menyeret tangan Joana agar pergi dari situ. Sesampai di garasi mobil, Abizard pindah kebelakang mobil, karena Joana tidak mau duduk di depan.
"Sayang. Kita gituan yuk?" bisik Abizard diteliga Joana yang tengah tertidur.
Mata Joana jadi terbelalak, dan bergegas membuka pintu mobil. Namun dengan sigap Abizard menarik tangan Joana, hingga wanita itu sampai dia bawa kepangkuannya.
"Kita belum mencobanya di mobil. Aku menginginkanmu sayang," bisik Abizard.
"Jangan gila. Aku sedang marah sama kamu." Jawab Joana.
"Marah kok bilang-bilang?" tanya Abizard.
"Ckk...bisa nggak sih kamu nggak remehin kata-kata aku?"
"Si-Siapa yang remehin kamu?" Abizard jadi takut saat melihat wajah Joana yang serius.
"Ya-Ya udah kalau nggak mau gituan. Rung, burung. Burungku, sabar ya? sarangmu sedang tidak mau dimasuki. Giliran masuk sarang lain, marah pula. Jadi aku kudu piye iki?"
Joana sekuat hati menahan tawa saat mendengar gerutuan Abizard. Pria itu sangat pandai mengambil hatinya, sehingga dirinya tidak bisa berlama-lama marah pada Abizard.
__ADS_1
Meski masih dongkol, Joana akhirnya menuruti kemauan Abizard. Merekapun akhirnya berbagi keringat didalam mobil itu.