Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.300. Terharu


__ADS_3

Untuk menetralkan ketegangan, Abizard jadi tertawa sembari merangkul pundak Joana. Sementara itu anak buah Ezra bergegas mengurus mayat Deryl untuk segera dimakamkan. Joana melirik kearah Mario yang tampak terdiam, sementara Ezra bersikap biasa saja.


Joana melepaskan rangkulan tangan Abizard di pundaknya dan menghampiri Mario yang tengah terdiam sembari tertunduk.


Mario menatap sosok yang menghampirinya, yang tak lain Joana sang calon menantu yang mempunyai kemampuan yang mengerikan. Ezra bisa mengerti perasaan dan ke khawatiran Mario memiliki calon menantu seperti Joana, begitu juga Abizard.


"Aku dibesarkan dan dididik dengan keras sejak usia 10 tahun. Di usia ke 16, aku bahkan bisa membidik berdasarkan jenis suara tanpa melihat sasaran. Aku dididik kejam tanpa perasaan, tapi aku tidak pernah melukai anak-anak."


"Selama hidup 23 tahun kurang lebih ada 98 orang yang sudah kupenyapkan dengan tanganku sendiri.Tangan ini sudah banyak berlumuran darah dan dosa. Aku tidak pernah mengenal apa itu yang namanya kasih sayang terhadap sesama manusia. Karena mungkin hatiku sudah mati untuk hal itu."


"Sampai akhirnya aku bertemu Abizard. Putra om yang mengajarkan aku banyak hal. Keluarga inilah yang membuatku merasakan kasih sayang dan kehangatan yang tidak pernah aku rasakan sejak kecil. Abizard yang mengajarkanku arti cinta dan pengorbanan yang sesungguhnya,"


"Aku berjenis kelamin perempuan, tapi tidak pernah melakukan kodratku dengan baik. Aku tidak pandai berdandan, memasak, mencuci, beberes rumah dan pekerjaan wanita lainnya. Aku hanya tahu bagaimana cara mengaplikasikan senjata jenis senjata api. Karena bagiku senjata api adalah suami pertamaku."


"Aku tidak pernah menyesal, karena sudah membunuh banyak orang, karena itu sudah jalan cerita hidupku. Cuma mungkin pada akhirnya aku harus bertaubat demi hubunganku dengan Abizard dan demi kebaikkan diriku sendiri."


"Om. Aku tidak bisa berjanji untuk jadi istri yang baik buat Abizard, tapi aku bisa pastikan kalau aku akan mengabdikan seluruh hidup dan matiku untuknya. Om mungkin mampu mencari menantu yang lebih cantik, anggun dan berpendidikkan tinggi. Tapi aku bisa menjamin wanita seperti itu tidak akan mau mempertaruhkan nyawanya buat melindungi anak om."

__ADS_1


"Sebelum resmi masuk dalam keluarga kalian yang besar dan agung. Kalian bisa menolakku dari sekarang. Karena aku sadar, aku sama sekali tidak pantas buat Abizard,"


Joana tertunduk dengan air mata yang sudah mengucur deras. Mario mengikis jaraknya dengan Joana dan menarik dagu Joana agar tegak menghadapnya. Mario menyeka air mata Joana dan menggelengkan kepalanya.


"Seperti katamu. Kamu mungkin tidak bisa melakukan tugas wanita, karena sejak kecil kamu dilatih melakukan tugas pria. Begitu juga saat menikah nanti. Kamu bisa melakukan tugas wanita karena itu bisa dipelajari, terlebih kita melakukannya demi orang yang kita cintai."


"Om tidak butuh menantu cantik, anggun dan berpendidikkan. Tapi sama sekali tidak bisa melindungi keluarganya. Kamu tenang saja, om tidak akan mundur menjadikanmu menantuku, hanya karena om terkejut melihat aksimu beberapa menit yang lalu."


"Bagi om kebahagian putra om adalah yang paling utama. Bukan berarti dia putraku satu-satunya, juga harus menikah dengan kaum bangsawan. Bagiku manusia sama saja, yang penting kamu memiliki hati yang tulus, dan bisa mencintai anak om selamanya."


"Hiks..."


Cup


Abizard mencium kening Joana, dan membawa gadis itu kedalam pelukkannya. Dia bisa merasakan tangis gadis itu pecah dengan tubuh yang bergetar hebat. Dia tahu apa yang dirasakan Joana saat ini. Meski gadis itu terlihat garang, namun sebenarnya memiliki hati yang sangat rapuh.


"Ayo kita pulang. Kita harus merayakan kemenangan ini, karena musuh kita sudah binasa," ujar Abizard menghibur Joana.

__ADS_1


"Tidak Abi. Aku tidak pernah merayakan kematian seseorang yang sudah aku bunuh. Aku tidak pernah melakukan itu, karena sebaliknya aku akan mengurung diri setelahnya. Tapi jujur saja baru kali ini aku merasakan senang membunuh orang, karena dia sudah menyakiti orang yang aku cintai. Tapi bukan berarti pula aku ingin merayakannya."


Joana kemudian menyodorkan pistol kearah Abizard, dengan kedua telapak tangannya.


"Ini adalah manusia terakhir yang ingin aku bunuh. Aku sudah tidak menginginkannya lagi. Aku tidak ingin kenal senjata ini lagi, karena aku ingin menjadi wanita seutuhnya. Yang akan mengabdikan hidup dan matiku hanya untukmu saja. Aku berjanji padamu, aku tidak akan membunuh orang lagi," sambung Joana.


Abizard tersenyum. Instingnya tidak akan salah saat memilih seorang wanita untuk jadi calon istrinya dan calon bagi anak-anaknya kelak. Abizard meraih pistol itu dan memasukkannya kedalam jaket bagian dalamnya.


Cup


Abizard sekali lagi mencium kening kekasihnya itu.


"Aku mencintaimu Joana. Mulai saat ini, semua beban menjagamu akan beralih kepundakku. Aku yang akan melindungimu dan keluarga kecil kita nanti. Kamu cukup berdiri disampingku, dan memberikan banyak cinta untukku. Karena hanya itu yang aku butuhkan," ujar Abizard.


"Hiks...iya." Jawab Joana sembari mengangguk dan terisak.


Joana dan Abizard kembali memeluk erat satu sama lain. Sementara Mario dan Ezra mengembangkan senyum saat melihat adegan itu. Setelah urusan di markas selesai, merekapun memutuskan kembali ke rumah. Mereka kemudian membahas tentang pernikahan Abizard dan Joana yang akan digelar di kota J.

__ADS_1


Ezra ingin pasangan itu menikah dengan meriah dirumahnya. Sebagai ucapan terima kasih karena secara tidak langsung sudah menjaga putrinya selama di Jerman.


Dan sesuai kesepakatan, Abizard dan Joana akhirnya menikah dikediaman keluarga Hawiranata dengan sangat meriah. Sungguh tidak pernah terbayangkan oleh Joana, kalau dirinya akan menikah semeriah itu dan mendapatkan keluarga sehangat itu. Tangisnya langsung pecah, saat Abizard sudah resmi menjadikannya seorang istri dihadapan penghulu.


__ADS_2