Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.226. Mengecewakan


__ADS_3

"Pa, ma, Ezka hamil," ujar Ezka dengan tangan yang sudah sedingin es.


Prakkkkkkk


Cangkir kopi yang semula hendak Ezra sesap, hancur berantakkan dilantai. Sementara Marinka, dan Regia cuma bisa menutup mulut mereka dengan mata yang berkaca-kaca.


Rakha mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan Ezka, karena sejujurnya dia lebih fokus melihat wajah Yure yang tampak gelisah disamping gadis itu.


Ezra bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Ezka dengan langkah tergesa-gesa. Marinka yang panik langsung mengekor di belakang suaminya, karena takut Ezra berbuat impulsif.


Mata Ezra langsung berkaca-kaca sembari menatap lekat putrinya.


"Inikah hasil kebebasan yang kamu inginkan selama ini? apa ini hasil akhir yang kamu mau? jawab!" hardik Ezra.


Brukkkkk


Ezka bersimpuh di lantai, dan merangkul kedua kaki Ezra.


"Maafin Ezka papa. Maafkan sudah mengecewakan kepercayaan papa. Hikz...." Ezka terisak.


"Jadi ini alasanmu tidak ingin diberi bodyguard dan diberi pelindung bayangan? agar kamu bisa melakukan semua kemauanmu dengan bebas? agar kamu bisa melakukan hal yang tidak bermoral?" bentak Ezra, sementara Ezka hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari terisak.


"Kamu benar, kamu sudah mengecewakanku. Keturunan Hawiranata tidak ada yang hamil di luar nikah sepertimu," ucap Ezra.


Mendengar perkataan Ezra, jelas saja Marinka jadi tersinggung. Sebagai anak dari hasil hubungan di luar nikah, dirinya benar-benar merasa tertampar.


"Untuk itu sudah aku putuskan, kamu akan di keluarkan dari kartu keluarga Hawiranata," tutur Ezra.


Jderrrrrrr


Perkataan Ezra bak petir yang mengenai tubuh Ezka. Air mata gadis itu bahkan mengucur tak terkendali.


"Bang. Abang jangan kelewatan dong bang. Abang bahkan belum mendengarkan penjelasan dia. Abang jangan seenaknya ngambil keputusan sendiri," ucap Marinka kesal.


"Diamlah! inilah akibat kamu membantahku waktu itu. Kamu kan yang mendukungnya agar tidak diberi pengawasan?" hardik Ezra.


Marinka terdiam sembari terisak. Sementara Yuda jadi bingung melihat pertengkaran keluarga itu.

__ADS_1


"Pa. Ezka mohon jangan lakukan itu. Ezka benar-benar minta maaf pa. Hikz..."


Ezra menarik kakinya dengan kasar, dan memalingkan wajahnya ke lain arah. Ezra merasa sangat kecewa dan di permalukan, padahal Ezka adalah putri kesayangannya.


"Kamu mau menjelaskan apa Yur? sepertinya jari-jarimu itu lebih tidak sabar untuk menjelaskan daripada mulutmu itu?" tanya Rakha.


Rakha melihat kegugupan di wajah Yure, terlebih sejak tadi tangan Yure tidak henti-hentinya bergerak gelisah. Sementara itu Yuda dan Regia tampak bingung mendengarkan ucapan Rakha.


Brukkkkkk


Yure berlutut di lantai, dan merangkul kaki Ezra dengan erat. Melihat tingkah Yure, tentu saja semua orang jadi bertanya-tanya.


"Yure. Apa yang kamu lakukan? om tahu kamu menganggap Ezka seperti kakakmu sendiri, tapi kamu tidak perlu membela perbuatannya yang tidak bermoral itu," ucap Ezra sembari menarik bahu Yure agar berdiri tepat di hadapannya.


Glekkkkk


Mendengar ucapan Ezra, tentu saja Yure jadi panik seketika. Pasalnya Ezra begitu percaya dirinya menganggap Ezka sebagi seorang kakak, terlebih sebagai seorang keluarga.


"Sudahlah. Tidak masalah hilang anak satu, masih ada tiga anak yang masih mau mengharumkan nama keluarga Hawiranata," ucap Ezra sembari berbalik badan.


"Bang. Apa yang abang katakan? abang tidak bisa membuat keputusan sendiri, dia juga anakku bang?" ucap Marinka dengan uraian air mata.


"Om," ucapan Ezra langsung di potong oleh Yure.


"Ezka tidak salah dalam hal ini, Yure lah yang salah om," ujar Yure membuka suara.


"Kenapa jadi kamu yang salah? sudah om bilang, percuma kalau kamu mau belain dia. Om tetap akan menghukum dia," tanya Ezra.


"Karena anak yang di kandung Ezka adalah anak Yure om." Jawab Yure.


Jderrrrrrrrrrrr


Pengakuan Yure benar-benar merupakan pukulan besar bagi Ezra sekeluarga. Tidak hanya mereka, Yuda yang mendengarnya langsung bangkit seketika dan menghampiri Yure dengan langkah tergesa-gesa. Sementara Ezra langkahnya langsung mundur kebelakang, karena tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Bagh


Bugh

__ADS_1


Bagh


Bugh


Yuda memberikan pukulan bertubi-tubi pada Yure, hingga keluar darah segar dari mulut dan hidungnya. Sementara Ezka menjerit histeris saat melihat Yure di perlakukan seperti itu. Ezka segera berhambur kepelukkan Yure, karena ingin melindungi kekasih hatinya itu.


"Minggir! biar aku beri pelajaran anak tidak tahu diri ini. Dasar biadab! kamu pasti memaksanya kan? Ezka tidak mungkin mau kamu nodai. Dasar bajingan tengik!" hardik Yuda.


"Om Ezka mohon jangan om. Hikz..."


"Om bilang minggir!" Yuda menarik tangan Ezka dan tanpa sadar mendorongnya.


Brukkkkk


"Awwww...." Ezka memegang perutnya yang merasakan kram.


"Pa! apa yang papa lakukan? papa mau bunuh cucu papa sendiri?" ucap Yure.


Yure bergegas menghampiri Ezka yang sedang meringis kesakitan.


"Cucu kepalamu. Aku ingin menghabisimu dulu. sini kamu! bikin malu, jadi ini alasanmu minta hidup mandiri? sudah berapa gadis yang kamu buntingi ha?" hardik Yuda yang sudah menarik kerah baju Yure.


Rakha hanya bisa memalingkan wajahnya saat melihat adegan itu. Jujur, dia juga sangat marah karena Yure sudah menodai adiknya. Tapi Rakha juga tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya, dan juga perjuangan Yure untuk mendapatkan hati Ezka.


"Pa sudah cukup pa! kita harus mendengarkan dulu penjelasan mereka. Lagipula ini sudah terjadi, mau diapakan lagi," ujar Regia.


"Mau di apakan lagi? aku mau buat prekedel anak sontoloyo ini. Ini juga gara-gara kamu yang selalu manjain dia. Inilah akibatnya. Astogeeeeee...bagaimana kita menjelaskan pada keluarga Sudirjo kalau bergini," ucap Yure yang menghempaskan kerah baju Yure dan kemudian mengurut keningnya.


"Pa Yure minta ma...."


"Diamlah! aku tidak mau mendengar omong kosongmu lagi. Sekarang lebih baik kamu pikirkan bagaimana cara mendapat maaf om kamu itu. Aku tidak perduli meski om mu mau masukin kamu kedalam sumur," ujar Yuda.


Ezka yang masih menahan sakit di perutnya, mencoba bangkit dan kembali berlutut di kaki Ezra. Mellihat Ezka melakukan itu, Yure kemudian melakukan hal yang sama.


"Pa. Ezka tahu Ezka salah, tapi ini semua diluar kendali kami. Waktu itu ada yang memberi obat pada Ezka, tapi Yure berhasil menyelamatkan Ezka. Yang salah disini Ezka, karena pengaruh obat itu, jadi Ezkalah yang memaksa Yure melakukan hal itu," ujar Ezka.


"Tidak, yang salah itu Yure om. Sudah tahu Ezka sedang dalam pengaruh obat, tapi Yure malah tidak bisa menahan diri. Maafin Yure om, tapi asal om tahu, Yure sangat mencintai Ezka," timpal Yure.

__ADS_1


Pernyataan Yure jelas saja mengejutkan banyak pihak. Pasalnya mereka tidak pernah melihat mereka jalan berduaan. Bahkan sampai Yure mengikuti perjodohan beberapa kalipun, Yure tidak pernah mengatakan rasa sukanya pada Ezka.


Ezra jadi bingung mendengar ucapan Ezka dan Yure. Terlebih saat ini tangan kedua sejoli itu sedang bertautan, seolah ingin saling menguatkan.


__ADS_2