Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.223. Bodoh


__ADS_3

Tat tit


Tat tit


Tat tit


Krieeekkk


Tap


Tap


Tap


Yure berjalan melewati ruang tamu dan langsung menuju dapur. Di bukanya kulkas yang tingginya hampir mencapai kepalanya itu. Yure meraih sebotol minuman dingin dan meminumnya. Saat sedang menyesap minuman itu, mata Yure menangkap sesuatu yang membuat senyumnya melebar.


Yure meletakkan minumannya disamping kotak susu yang bertuliskan pregnant itu. Yure kemudian meraihnya dan memotret kotak susu itu.


"Kemana dia? kok jam segini belum pulang," Yure melihat arloji di pegelangan tagannya dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore.


"Sebaiknya aku pergi ke super market saja. isi kulkas kosong, sebaiknya aku pergi berbelanja."


Yure kemudian meletakkan kopernya di kamar yang berbeda.Setelah itu Yure kembali keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan rumah.


Waktu menunjukkan pukul 7 malam saat Yure kembali ke apartement itu. Dan keadaan masih sama seperti saat dia meninggalkan tempat itu.


"Apa dia belum pulang juga? tapi ini sudah jam 7 malam. Apa keputusannya mengambil alih pabrik disini utuk menyiksa diri?" gerutu Yure.


Yure kemudian menyusul barang belanjaan ke dalam kulkas, dan meletakkan beberapa kotak susu hamil di atas meja. Yure memutuskan memasak buat makan malam, setelah itu dia membersihkan diri dan kemudian berbaring di atas tempat tidur sembari bermain ponsel.


"Ckk...sudah jam 9 masih belum pulang juga? apa dia ini tidak memperhatikan kondisi anak di dalam perut? lihat saja pas pulang nanti, aku akan membuat perhitungan dengannya," gerutu Yure.


Namun ketika waktu sudah menunjukkan pukuk 10 malam, rasa marah itu berubah jadi rasa panik. Yure memutuskan untuk menyusul Ezka ke kantor. Dia sangat berharap tidak terjadi sesuatu pada gadis itu, terlebih pada calon buah hatinya.


Yure melihat suasana kantor sudah sangat sepi. Namun dari kejauhan dia bisa meihat ada salah satu ruangan yang masih bersinar terang. Yure bergegas menuju tempat itu, namun di halangi oleh security disana.


"Maaf anda siapa? ini sudah malam, kantor sudah tutup. Jika ada keperluan, datanglah besok," ujar Security.


"Saya mau menjemput Ezka. Saya calon suaminya," ujar Yure.


Security itu menatap Yure dari ujung rambut, sampai ujung kaki.


"Tapi bu Ezka tidak meninggalkan pesan apapun pada saya. Apa anda ingin menipu saya?"


Yure memijat keningnya. Dia tahu ini pasti tidak akan mudah. Yure memutuskan tidak membuat keributan disana, dan menunggu Ezka di mobil. Setelah menunggu hampir 1 jam, Ezka akhirnya keluar dengan wajah lelah. Yure memutuskan membuntuti Ezka sampai selamat di rumah.


Saat tiba di rumah, Ezka yang lelah sama sekali tidak menyadari ada sesuatu di rumah itu. Gadis itu memutuskan untuk langsung masuk kamar dan tertidur.

__ADS_1


Ceklek


Yure membuka pintu kamar Ezka, dan mendapati gadis itu tengah tidur mendengkur, dengan masih mengenakan pakaian kantornya. Yure perlahan melepaskan sepatu Ezka dan berbaring di sisi gadis itu.


Cup


Yure mencium puncak kepala Ezka. Tidak terasa air matanya menetes.


"Maafkn aku sayang. Pasti ini tidak mudah kamu lalui sendirian. Kamu pasti kebingungan saat ini. kamu pasti sengaja menyibukkan diri agar lupa dengan semua masalahmu. Kenapa kamu keras kepala begini," batin Yure.


Yure membawa kepala Ezka untuk masuk kedalam dekapannya. Ezka yang kelelahan sama sekali tidak sadar dengan apa yang Yure lakukan padanya.


*****


Ezka membuka matanya, saat merasakan terpaan hangat di wajahnya. Ezka tersenyum saat melihat wajah Yure yang tampak tenang, dengan mata yang terlelap, karena mengira saat ini dirinya tengah berada di alam mimpi.


"Ah...aku benar- benar merindukanmu," ujar Ezka sembari masuk kedalam pelukkan Yure.


Deg


Deg


Deg


Jantung Ezka berdegup, karena dia bisa merasakan debaran jantung Yure yang sedang berada dalam dekapannya.


Ezka mendongakkan kepalanya, dan mendapati Yure tengah tersenyum kearahnya. Secepat kilat Ezka menjauhkan diri dari dekapan Yure, namun secepat kilat pula Yure menahannya.


"Kenapa menghindar? bukankah ada yang bilang sedang merindukanku?" tanya Yure sembari mendekap erat Ezka.


"Siapa yang merindukanmu?" pipi Ezka merona dan berusaha melepaskan diri dari dekapan Yure.


"Kumohon biarkan aku memelukmu sebentar saja. Aku sangat merindukanmu," ujar Yure setengah berbisik.


Ezka yang semula berontak, kini berangsur tenang.


"Kenapa kamu keras kepala sekali. Hem?" tanya Yure.


"Yure. Kamu sudah bertunangan, tidak baik kamu memeluk gadis lain. Kasihan tunanganmu, secara tidak langsung kamu sudah menghianatinya."


"Lebih sakit dihianatimu dari pada wanita yang baru di kenal itu. Kamu menghianatku berkali-kali, bahkan kamu menyembunyikan hal besar, dan tetap keras kepala dengan kebodohanmu itu."


"Apa maksudmu?'"


Yure melerai pelukkannya, dan menatap gadis yang dia cintai itu.


"Mengapa kamu menutupi kehamilanmu, dan malah pergi meninggalkan aku?" tanya Yure.

__ADS_1


Deg


Jantung Ezka serasa berhenti seketika, saat mendengar ucapan Yure.


"Ka-Kamu sudah tahu semuanya? ta-tapi darimana kamu tahu? aku belum memberitahu siapapun," tanya Ezka.


"Anak kita yang memberitahu. Mungkin dia kasihan karena ayahnya sering di tolak. Jadi dia memberikan jalan, agar ayahnya bisa bersatu dengan ibunya." Jawab Yure.


"Omomg kosong! tapi sekarang tidak ada gunanya kamu bicara begitu, kamu sudah bertunangan. Jangan membuat malu keluargamu," ucap Ezka sembari memalingkan muka.


"Awwww sakittt Yur," teriak Ezka saat Yure mencubit pipinya dengan lumayan keras.


"Tahu sakit rupanya. Lalu apa kamu pikir keluargamu tidak akan malu, saat tahu putrinya hamil diluar nikah?" tanya Yure.


"Otakmu terbuat dari apa? kenapa bodohnya sangat akut? kamu mikirin orang lain tapi tidak mikirin diri sendiri. Bahkan kamu tidak mikirin nasib anak kita. Apa.kamu mau anak kita dicap sebagai anak haram.yang lahir tanpa seorang ayah? kamu pikirkan mentalnya nanti saat dia di bully orang," ucap Yure penuh emosi.


"Aku akan mencarikan ayah yang lain untuk dia. Kenapa kamu pusing-pusing." Jawab Ezka yang bertambah menyulut emosi Yure.


"Dan aku akan membunuh semua pria yang berani menggantikan aku sebagai ayahnya. Kenapa kamu keras kepala sekali sih? tidak puas juga kamu membuat aku menderita?" tanya Yure dengan mata yang berkaca-kaca.


Melihat air mata Yure, membuat hati Ezka berdenyut sakit. Karena baginya hal yang paling mahal dari seorang pria adalah air matanya. Ezka menyeka air mata Yure, namun air matanya sendiri sudah tumpah ruah.


"Kenapa kamu tidak mengerti juga, kalau aku sangat mencintaimu. Kenapa kamu kejam sekali melakukan ini padaku. Hikz...." Yure terisak.


"Hikz...jangan menangis. Kumohon jangan menangis," Ezka masuk kedalam pelukkan Yure sembari terisak.


"Aku sangat takut Yure...aku sangat takut. Aku ingin memberitahumu segalanya, tapi aku malu. Aku ingin memberitahumu bahwa aku sudah jatuh cinta padamu, pada adikku sendiri. Bahkan aku sudah menyukaimu jauh sebelum kejadian itu terjadi. Hikz..."


Mendengar itu Yure jadi berhenti menangis seketika. Dia takut salah mendengar ucapan Ezka. Yure meraih kedua sisi wajah Ezka yang sudah basah dengan air mata itu.


"Apa maksudmu menyukaiku jauh sebelum kejadian itu?" tanya Yure.


"Aku tidak mau mengatakannya, aku malu." Jawab Ezka yang berusaha memalingkan wajahnya, namun Yure menahannya.


"Katakan semua isi hatimu. Karena hari ini kita harus menuntaskan semua kesalahpahaman kita selama ini. Karena tidak perduli apapun yang akan kamu katakan, tidak perduli kamu mau menolakku seperti apa, kupastikan kamu akan menjadi milikku selamanya," ujar Yure.


"Yur-Yure...bagaimana dengan gadis itu? dia pasti akan terluka," tanya Ezka.


"Jangan mengalihkan pembicaraan, aku ingin mendengar gadisku yang menyukaiku secara diam-diam, tapi keras kepala menolakku." tutur Yure.


"Karena ada seseorang yang juga menyukaimu dan sangat ingin menikah denganmu." Jawab Ezka.


"Siapa? Jelita?" tanya Yure.


Ezka menggelengkan kepalanya dengan tersenyum kecut. Sekarang dia tidak bisa mundur lagi. Selama ini dirinya selalu menyangkal dan membohongi diri sendiri, karena dia ingin menjaga perasaan seseorang. Ituah sebabnya selama ini dirinya selalu mendoktrin pikirannya bahwa selamanya Yure akan menjadi adik baginya.


To Be continue...🤫✌

__ADS_1


__ADS_2