Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.185. Gila


__ADS_3

"Ti-Tidak mungkin! ba-bagaimana mungkin aku bangkrut hanya dalam satu malam saja?"


Bibir Galang bergetar hebat, di iringi tubuhnya yang terduduk lemas di lantai. Dirinya baru saja mendapat laporan, kalau sahamnya anjlok tajam sehingga menyebabkan perusahaannya harus kolaps.


Bayang-Bayang kemiskinan sudah di depan matanya, karena dia tahu uang investor harus dikembalikan dan juga gajih para karyawannya juga harus dibayar. Belum lagi Galang juga mempunyai hutang di bank karena terlanjur meminjam untuk pembangunan 5 masjid. Dan dia tahu, satu-satunya jalan penyelesaian hanya dengan menjual semua aset yang dia punya, termasuk rumah pribadinya.


"Kenapa bisa begini? rasanya ini tidak masuk akal," ujar Galang.


"Tentu saja tidak masuk akal. Tapi itu akan masuk akal kalau pelaku dan penyebab kehancuranmu adalah aku," ucap Ezra yang muncul tiba-tiba di kantor Galang.


"Ka-Kamu?" bibir Galang bergetar.


"Ya aku. Kamu tidak salah mendengarnya. Sejak awal terjadinya gonjang ganjing di perusahaanmu, itu aku yang melakukannya. Tapi sayangnya Marinka melarangku dengan alasan kasihan dengan kehidupan putrimu. Tapi kamu malah bersikap tidak tahu diri dengan sengaja merayu istriku secara terang-terangan."


"Apa kamu pikir dirimu itu sudah hebat? apa kamu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa? jangan terlalu memandang tinggi dirimu itu, kalau tidak kasihan dengan putrimu, aku lebih suka mengahabisi nyawamu ketimbang menghabisi hartamu. Jadi terimalah pelajaranmu," ucap Ezra dengan penuh penekanan.


Grepppp


Galang meraih kaki Ezra, saat pria itu berbalik badan.


"Aku mohon sekali lagi lepaskan aku, minimal lakukan ini demi putriku. Kasihan dia kalau hidup dalam kekurangan, aku mohon padamu. Aku benar-benar minta maaf, karena sudah lancang. Aku benar-benar lupa kalau anda orang yang berpengaruh, ini semua karena tingkat kepercayaan diriku yang meluap. Karena aku terlalu yakin Marinka masih mencintaiku. Sekarang aku sadar, semua itu tidak ada gunanya. Jadi aku mohon lepaskan aku untuk terakhir kalinya," ucap Galang.


Mendengar itu Ezra jadi tertawa keras. Pria di bawah kakinya itu sudah seperti seorang pengemis, namun dimatanya Galang sudah seperti seorang penjilat handal.


"Maaf. Semuanya sudah terlambat. Marinka memang tidak tahu soal ini, tapi aku juga tidak perduli meski dia melarangku sekalipun. Hatiku tidak selembut dia, dia tidak ingin menghukumu tapi tidak denganku. Aku tidak punya stok kesabaran sebanyak dia, karena aku ini pria gila dan pendendam. Jadi nikmatilah kesengsaraanmu. Soal putrimu kamu tidak perlu khawatir, aku akan menyekolahkannya biar otaknya tidak bermasalah sepertimu."


Ezra hendak melangkah pergi, namun kata-kata Galang membuatnya tertawa bertambah keras.


"Tidak! aku tidak bisa menerima ini. Kamu lihat saja, kalau kamu tidak mengembalikan perusahaanku seperti semula, aku akan menyebarkannya ke media bahwa kamulah pelakunya. Dan kamu tunggu saja, aku akan menemui mafia terbesar di kota ini untuk menghabisi seluruh keluargamu," ucap Galang.


Ezra tertawa keras hingga keluar air mata. Dia tahu Galang sedang ketakutan saat ini. Ucapannya pun sudah ngelantur.


Tap


Tap

__ADS_1


Tap


Ezra mendekat kearah Galang yang masih terduduk di lantai, Ezra sedikit mencondongkan tubuhnya dan berbisik di telinga pria itu.


"Biar aku beritahu kamu, tidak perlu susah payah mencari Mafia yang kamu maksud. Karena akulah ketua mafia itu," ucap Ezra yang kemudian menyeringai puas.


Sementara itu mata Galang terbelalak dan tubuhnya pun gemetar. Tentu saja dia tidak bisa memprovokasi Ezra lagi, kalau tidak ingin kehilangan nyawanya. Galang pun bertambah lemas, dirinya sadar bahwa saat ini dirinya memang benar-benar sudah hancur.


Ezra pun pulang kerumah dengan perasaan bahagia, bahkan pria itu sempat singgah ke toko bunga untuk memberi hadiah pada Marinka.


Saat sampai dirumah, Ezra melihat Marinka sedang menonton berita di televisi tentang bangkrutnya Galang. Berita kebangkrutan itu segera menyebar, dan menjadi pemberitaan di berbagai media.


"Sayang. Ini untukmu," ujar Ezra.


Marinka menatap sebuket bunga mawar merah yang Ezra berikan, wanita itu tahu suaminya sedang bahagia saat ini, meskipun bahagia diatas penderitaan orang lain.


Marinka meraih bunga itu dan mencium aromanya dengan dalam.


"Apa itu perbuatan abang?" tanya Marinka setelah Ezra duduk di sebelahnya.


"Hemm...mau bagaimana lagi, sudah terlanjur juga. Mungkin ini sudah takdir dia," ucap Marinka.


"Adek tenang saja, kita tidak akan lepas tangan terhadap putrinya. Kita akan menyekolahkannya, hingga ke jenjang yang dia mau."


" Apa Galang bisa menerima itu?"


"Tentu saja tidak. Bahkan dia sempat mengancam, kalau dia akan memanggil mafia terbesar di kota ini untuk menghabisi keluarga kita."


"Ap-Apa? apa dia sudah gila? jadi kita harus bagaimana bang? bagaimana kalau dia benar-benar menghabisi keluarga kita dengan memanggil mafia itu?"


"Adek tenang saja. Abang kenal baik dengan seluruh mafia disini maupun beberapa mafia di luar negeri. Jadi tidak perlu khawatir," ucap Ezra.


Ezra membawa Marinka kedalam pelukkannya. Pria itu ingin menenangkan perasaan istrinya yang tengah di landa gelisah.


*****

__ADS_1


Hari ini Ezra menemani Marinka untuk menghadiri sidang pertama untuk kasus Karin dan Paulin yang mencoba melenyapkan Marinka dengan percobaan pembunuhan berencana. Tidak butuh lama bagi hakim memutuskan, karena baik Karin dan Paulin telah mengakui perbuatan mereka.


Di sidang selanjutnya, hakimpun memutuskan Karin dikenai hukuman selama 15 tahun penjara, sedangkan paulin sebagai dalang dari percobaan pembunuhan itu dikenai 20 tahun penjara.


Karin menghampiribMarinka setelah vonis dibacakan.


"Kakak. Meskipun kamu tidak memperbolehkan aku memanggilmu begitu, aku masih tetap ingin memanggilmu dengan sebutan itu. Aku benar-benar minta maaf untuk semua yang aku lakukan padamu selama ini. Aku dengar mas Galang sudah bangkrut, bolehkah aku meminta tolong padamu?"


"Katakan," ujar Marinka.


"Aku minta tolong jaga anakku selama aku dalam penjara,"


"Masih ada Galang yang bisa melakukan itu," ujar Marinka.


"Tapi tidak sebaik wanita sepertimu, aku hanya ingin kamu memperhatikannya sesekali saja."


"Baiklah. Jaga dirimu, bersikap baiklah selama disini. Renungkan semua kesalahanmu selama ini," ujar Marinka.


"Aku tidak tahu terbuat dari apa hati istriku ini. Mungkin kalau aku jadi dia, aku tidak akan bisa berbicara dengan normal pada orang yang sudah ingin melenyapkanku," batin Ezra sembari mengusap puncak kepala istrinya.


Sementara itu di tempat berbeda, Surya dan Rini tengah dilanda kepanikkan. Galang tidak bisa mengendalikan dirinya setelah perusahaannya bangkrut, dan semua asetnya di sita untuk membayar semua hutang-hutangnya. Pria itu kadang menangis dan tertawa sendiri, kemudian melampiaskan semuanya dengan membanting semua barang yang ada dirumah orang tuanya.


Karena takut membahayakan nyawa cucunya dan nyawa orang lain, Surya dan Rini pun memutuskan untuk memasukkan Galang kerumah sakit jiwa.


Tok


Tok


Tok


Kriekkkk


Seorang pelayan membuka pintu, dan mendapati seorang pemuda tampan berdiri di hadapannya. Pelayan itu memanggil Marinka setelah pemuda itu menyebutkan namanya.


TO BE CONTINUE...🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2